14 Hal ini Bisa Tingkatkan Risiko Kamu Melahirkan Bayi Prematur

Normalnya, bayi akan lahir ke dunia setelah sekitar 40 minggu berada di dalam kandungan. Namun, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko bayi kamu lahir lebih cepat alias prematur.

Kelahiran bayi cukup bulan adalah setelah bayi berumur 38 minggu di dalam kandungan (dihitung dari waktu pembuahan) atau 40 minggu (dihitung dari hari pertama haid yang terakhir). Kebanyakan, bayi prematur lahir sebelum menginjak usia 37 minggu atau sekitar minggu ke-34 hingga ke-36 kehamilan. Namun, ada juga yang lahir di bawah usia tersebut.

14 Hal ini Bisa Tingkatkan Risiko Kamu Melahirkan Bayi Prematur

Sebenarnya penyebab kelahiran bayi prematur tidak begitu jelas. Namun, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur. Berikut 14 faktor yang bisa memicu kamu melahirkan bayi prematur:

  • Stres.
  • Tidak mengonsumsi makanan yang sehat untuk ibu hamil sehingga tubuh menjadi kekurangan nutrisi.
  • Merokok atau memakai obat-obatan terlarang.
  • Berat badan terlalu rendah atau berlebihan sebelum hamil.
  • Selama menjalani kehamilan, pertambahan berat badan kamu tidak mencukupi.
  • Saat hamil berusia di bawah 17 tahun atau di atas 35 tahun.
  • Ada gangguan pada plasenta, serviks, atau rahim.
  • Mengandung anak kembar.
  • Mengalami cedera fisik atau terjadi trauma.
  • Pernah mengalami keguguran atau melakukan aborsi.
  • Pernah melahirkan secara prematur di kehamilan sebelumnya.
  • Jarak antara kehamilan sekarang dan sebelumnya kurang dari setengah tahun.
  • Saat hamil kamu masih memakai alat kontrasepsi jenis IUD.
  • Mengidap beberapa kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, preeklamsia, penyakit jantung, penyakit ginjal, klamidia, sifilis, atau gonore.
Tanda-tanda yang mungkin menjadi pertanda kamu akan melahirkan secara prematur yaitu mengalami kontraksi atau kram perut kurang lebih 4 kali dalam 1 jam, merasakan tekanan dalam rongga panggul seperti ditekan bayi, perdarahan atau flek dari vagina, keluar atau merembes air ketuban yang encer kadang disertai bercak darah, dan nyeri tumpul punggung bawah yang  tidak seperti biasanya. Ini semua terjadi sebelum 37 minggu usia kehamilan. Kontraksi prematur merupakan tanda tubuh sudah siap melahirkan sebelum waktunya tiba.

Jangan Sampai Kamu Melahirkan Bayi Prematur

Kelahiran prematur membuat organ-organ tubuh bayi tidak tumbuh dengan sempurna. Itu artinya, Si Kecil mungkin terlahir dengan kondisi kesehatan yang tidak normal. Beberapa kemungkinan kondisi yang bisa dialami oleh bayi prematur seperti mengalami gangguan pernapasan karena paru-parunya belum berkembang dengan baik, menderita penyakit kuning, sulit mengatur suhu tubuhnya, dan lebih mudah terkena infeksi.  Bayi prematur juga bisa mengalami gangguan metabolisme,  mengalami perdarahan otak, atau gangguan saat memroses makanan, hal ini disebabkan karena Si Kecil kesulitan mengatur pola napas, kesulitan menelan, atau menyedot air susu karena perkembangan refleksnya yang belum sempurna.

Selain itu, bayi juga lebih berisiko mengalami komplikasi yang sifatnya berkepanjangan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan atau mengalami kebutaan, masalah pada gigi, masalah psikologis, pertumbuhannya terganggu, masalah paru-paru kronis, atau lumpuh otak.

Sebelum terlambat, kamu bisa melakukan beberapa hal yang mungkin bisa mengurangi risiko melahirkan bayi prematur. Yang bisa kamu lakukan antara lain:

Mengonsumsi makanan sehat. Disarankan untuk melakukan kebiasaan ini sebelum kamu hamil. Lanjutkan kebiasaan ini ketika kamu dinyatakan positif hamil oleh dokter. Makanan yang direkomendasikan untuk kamu yaitu makanan yang tinggi protein, makanan dari biji-bijian utuh, dan buah-buahan.

Sebelum kamu hamil, disarankan untuk menghindari makanan tidak sehat seperti makanan tinggi gula, tinggi lemak, dan makanan olahan. Jenis-jenis makanan tersebut kerap dikaitkan dengan kelahiran bayi prematur.

Mengonsumsi suplemen. Kamu bisa mengonsumsi suplemen kalsium dengan dosis 1000 mg atau lebih tiap harinya. Suplemen ini mungkin bisa menurunkan risiko kamu terkena preeklamsia sekaligus kelahiran bayi prematur. Selain itu, konsumsi suplemen asam folat juga penting karena menurut penelitian, asam folat mungkin bisa menurunkan risiko kamu melahirkan bayi prematur.

Kamu juga bisa mengonsumsi suplemen progesteron, khususnya buat kamu yang memiliki serviks (leher rahim) pendek atau pernah melahirkan bayi prematur sebelumnya.

Kurangi pajanan zat kimia. Mungkin kamu tidak menyadari hal ini, tapi selagi hamil, disarankan untuk membatasi atau menjauhkan diri dari produk yang terbuat dari plastik, produk cat kuku (kutek), hairspray, makanan kaleng, dan kosmetik. Produk-produk tersebut mengandung phthalates, bahan kimia yang kerap dikaitkan bisa meningkatkan risiko kelahiran bayi prematur. Sebagai contoh, lebih baik memakai bahan-bahan alami untuk merawat wajah ketimbang memakai produk berbahan kimia. Misalnya mengoleskan madu atau lemon untuk mengatasi jerawat.

Konsumsi aspirin dosis rendah. Buat kamu yang menderita tekanan darah tinggi kronis, kamu bisa mengonsumsi aspirin dengan dosis 60–80 mg tiap harinya. Hal ini tampaknya bisa mengurangi risiko kamu melahirkan bayi prematur.

Kamu juga harus waspada ketika mengalami kontraksi prematur, karena bisa memicu kelahiran prematur.

Kontraksi prematur yang perlu kamu waspadai yaitu ketika kamu mengalami kontraksi setiap 10 menit, kram di bagian bawah perut (sama seperti kram saat menstruasi), sakit punggung bagian bawah, gejala seperti flu, ada peningkatan tekanan pada panggul atau vagina, atau perdarahan vagina.

Segera kunjungi dokter jika kamu mengalami hal-hal di atas. Dengan tindakan yang tepat, dokter bisa mencegah kamu melahirkan bayi prematur.