4 Hal Yang Perlu Suami Tahu saat Dampingi Istri Jalani Persalinan

Pendamping saat persalinan memang tidak harus suami. Namun, betapa bahagianya jika kamu, sebagai suami siaga, bisa menyaksikan perjuangan istrimu dan melihat detik-detik kelahiran buah cinta kalian.

Peranan pendamping di saat persalinan sangatlah penting, apalagi jika yang menemani adalah orang terdekat, yakni suami sendiri. Adanya pendamping bisa membuat istrimu merasa didukung secara fisik maupun emosional.

4 Hal Yang Perlu Suami Tahu saat Dampingi Istri Jalani Persalinan

Ada bukti yang menyatakan bahwa pendamping yang bisa menjalankan perannya dengan baik cenderung bisa mempermudah istri menjalani persalinan. Nah, agar kamu bisa menjadi pendamping persalinan yang baik bagi istrimu, yuk, ketahui 4 hal berikut ini:

Mengetahui metode persalinan yang diinginkan istri. Jauh hari sebelum persalinan tiba, kamu sudah harus tahu apa saja rencana kelahiran yang diinginkan oleh istrimu. Contohnya, istrimu tidak mau mengatasi rasa nyeri saat persalinan dengan jarum suntik. Mengetahui hal tersebut bisa memudahkanmu mengambil keputusan saat persalinan berlangsung. Jika kamu kurang paham dengan beberapa istilahnya, kamu bisa mencatatnya.

Nah, setelah kamu mengetahuinya, pelajari metode persalinan tersebut dan proses kelahiran secara umum. Kamu bisa membaca beberapa artikel tentang kehamilan, atau turut menghadiri kelas antenatal yang diikuti istrimu.

Pelajari cara-cara untuk membuatnya nyaman. Proses persalinan bisa membuat tubuh istrimu menjadi tidak nyaman seperti nyeri. Untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut, kamu bisa belajar cara memijat tubuhnya. Wanita yang sedang menjalani persalinan biasanya membutuhkan pijatan di daerah bagian bawah punggung atau di bagian bahu atau bantu ingatkan dia cara relaksasi dan bernapas yang benar. Sebelumnya, kamu harus tahu bagaimana melakukan hal tersebut.

Cara lain yang bisa membuatnya nyaman antara lain memberinya kehangatan. Kamu bisa mengompres hangat tubuhnya guna merelaksasi otot, serta meringankan rasa nyeri saat persalinan.

Bersiap menjadi pengambil keputusan. Di saat seperti ini, istrimu akan menjalani kontraksi kuat yang membuatnya tak berdaya untuk berpikir jernih dan mengutarakan keinginannya. Nah, peranmu di sini sangatlah diperlukan karena hanya kalian berdua yang tahu mengenai rencana persalinan yang diinginkan istrimu.

Sebagai pengambil keputusan, kamu harus bisa berpikir bijak dan fleksibel. Jika kondisi istrimu tidak sesuai dengan rencana persalinan yang sudah kalian bicarakan, disarankan untuk tidak bersikukuh dengan hal tersebut.

Perhatikan dirimu juga. Jangan lupa untuk menyiapkan beberapa hal yang kamu butuhkan saat menunggu istri jalani persalinan, misalnya makanan dan minuman. Di rumah bersalin memang tersedia kafetaria, namun hal tersebut bisa mengurangi waktumu bersama istri di ruang persalinan.

Kamu juga disarankan untuk membawa pakaian ganti, memakai sepatu nyaman atau celana pendek untuk berenang jika istrimu berencana melahirkan di air.

Secara keseluruhan, proses persalinan membutuhkan waktu sekitar 10–20 jam, khususnya jika istrimu baru pertama kali mengalaminya. Proses bisa lebih cepat jika dia sudah pernah melahirkan secara normal. Jadilah sabarlah menunggu.

Selamat menjadi seorang ayah.