4 Hal yang Tidak Kamu Ketahui tentang Pola Tidur Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir memiliki pola tidur yang tidak biasa. Pola tidurnya ini bisa menguras waktu, tenaga, dan pikiranmu secara bertubi-tubi sebagai orang tua baru. Yuk, kenali pola tidurnya agar kamu bisa mengantisipasinya dengan baik.

Bayi baru lahir membutuhkan waktu tidur yang berbeda dengan bayi yang lebih dewasa, yaitu sekitar 14-17 jam per hari, namun ada juga yang butuh waktu lebih lama sekitar 18-19 jam per hari. Tapi dia tidak memakai waktu tidur tersebut sekaligus, melainkan dibagi menjadi beberapa sesi. Biasanya dia bisa tidur selama 1-2 jam pada tiap sesi. Setelah itu, dia akan terbangun untuk minum susu, ganti popok, menangis, atau berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

4 Hal yang Tidak Kamu Ketahui tentang Pola Tidur Bayi Baru Lahir

Berikut ini empat fakta tentang pola tidur bayi baru lahir yang kamu perlu ketahui.

Malam hari adalah waktunya. Ya, bayi baru lahir sepertinya tidak mengetahui perbedaan antara pagi dan malam hari serta hal apa yang harus dilakukan pada waktu-waktu tersebut selayaknya orang dewasa. Kebanyakan bayi baru lahir lebih banyak tidur pada siang hari dan energinya memuncak di malam hari.

Hal tersebut pastinya bisa membuat pusing para orang tua karena waktu yang seharusnya dipakai untuk beristirahat malah digunakan untuk tetap terjaga. Hal ini juga bertentangan dengan siklus alami tubuh.

Untuk membiasakan Si Kecil untuk lebih aktif di siang hari dan terlelap pada malam hari, kamu bisa mengajaknya berinteraksi lebih banyak pada siang hari. Nah, ketika tiba waktu tidur di malam hari, disarankan untuk tidak mengajaknya bermain dan pastikan pencahayaan ruangan redup.

Bayi baru lahir tidak butuh suasana tenang untuk terlelap. Saat masih di dalam kandungan, Si Kecil sudah terbiasa dengan suara bising dan dia tetap bisa, kok, untuk tidur terlelap. Jadi, sebenarnya kamu tidak perlu sampai berbicara berbisik-bisik ketika Si Kecil tidur.

Hanya butuh kasur. Kriteria tempat tidur nyaman yang ada di benak orang dewasa mungkin harus ada kasur empuk, selimut, dan dikelilingi bantal-bantal yang lembut. Namun, hal ini tidak diperlukan Si Kecil untuk bisa tidur dengan nyenyak.

Dia hanya butuh kasur yang padat berpermukaan datar agar bisa menopang punggungnya dengan aman. Jadi, singkirkan benda-benda yang berpotensi berisiko menghambat pernapasan Si Kecil. Sesak napas adalah pemicu kematian mendadak pada bayi tertinggi, seperti tertutup selimut, bantal, atau boneka.

Jangan biarkan dia tidur terlalu lama. Kamu mungkin merasa terbantu jika Si Kecil bisa terlelap selama berjam-jam lamanya. Namun, jangan biarkan bayi terlelap hingga lebih dari tiga jam dengan perut kosong. Segera bangunkan dan berikan dia ASI.

Sebagai orang tua, kamu mungkin tidak tega ketika harus berjauhan dengan Si Kecil saat tidur malam sehingga tidur bersama bayi pun dijadikan pilihan utama. Berada di satu ruangan dengan bayi masih diperbolehkan, tapi kamu sangat disarankan untuk tidak tidur di kasur yang sama. Tujuannya mencegah bayi mengalami sindrom kematian bayi mendadak akibat tertindih tubuhmu tanpa sengaja.