5 Langkah Mendekatkan Hati Kembali dengan Pasangan Pasca Perselingkuhan

Gelas yang sudah pecah sulit untuk kembali seperti semula. Namun, pecahan-pecahannya masih bisa direkatkan walau tidak sempurna seperti sedia kala. Kira-kira seperti itulah kondisi hatimu pasca diselingkuhi oleh orang terkasih.

Sakit rasanya ketika mengetahui orang yang kamu cintai ternyata tega berpaling ke orang lain. Perang batin pun terjadi dalam dirimu, apakah harus berpisah atau memperbaiki hubungan ini? Jawabannya adalah kamu bisa memperbaiki pernikahanmu pasca insiden perselingkungan, khususnya jika Si Dia sudah menyesali perbuatannya dan bertekad untuk tidak mengulanginya.

5 Langkah Mendekatkan Hati Kembali dengan Pasangan Pasca Perselingkuhan

Lantas, bagaimana caranya agar kamu bisa menyingkirkan rasa sakit hati, kecewa, serta rasa tidak percaya terhadap pasangan pasca dikhianati? Mengikuti 5 Langkah berikut ini mungkin bisa membantu:

Bahas semuanya dengan kepala dingin. Beri kesempatan kepada Si Dia untuk mengutarakan segala hal yang ada di pikirannya. Dia mungkin akan membahas tentang orang ketiga yang menghiasi rumah tangga kalian, alasannya berpaling, masalah rumah tangga, dan hal lainnya. Mendengar hal tersebut pastinya membuatmu diselimuti amarah. Namun, tarik napas dalam-dalam dan tenangkan dirimu sejenak. Hindari mengeluarkan kata-kata ketika kondisimu sedang marah.

Setelah kamu mendengarkan semua penjelasannya, kamu bisa merangkum hal tersebut. Tidak perlu terburu-buru untuk mengeluarkan pendapatmu. Tenangkan diri dahulu agar kamu bisa berpikir dengan bijak. Masa berpikir ini mungkin bisa membutuhkan waktu hingga berhari-hari, namun hal ini sepadan dengan hasilnya.

Waktu diam untuk sementara ini bisa kamu gunakan untuk mendengar penjelasan pasanganmu lagi dan lagi.  Makin sering kamu mendengar hal tersebut, memudahkanmu untuk menyelesaikan masalah dengan mudah dan bijaksana.

Mengembalikan kepercayaan. Bukan hal mudah memang untuk kembali 100 persen percaya pada orang yang telah mengkhianatimu. Rasanya selalu ada keraguan dalam hati ketika mendengar perkataannya.

Sering kali, hal tersebut diatasi dengan cara memegang kendali segala aktivitas yang dilakukan pasangan. Misalnya meminta akses untuk masuk ke akun media sosialnya, ponsel, atau email. Hal ini kerap dilakukan untuk memantau aktivitas yang dilakukan oleh Si Dia. Ya, secara teori sih langkah ini bisa dimengerti. Namun, hal tersebut tidak bisa dijadikan alat untuk mengembalikan rasa percayamu kepada pasangan. Bisa dibilang ini adalah rasa percaya yang palsu dan mungkin bisa membuat runyam hubunganmu dengan pasangan.

Yang bisa kamu lakukan untuk menumbuhkan rasa percaya kepada pasangan yaitu dengan kembali memercayai kata hatimu. Dahulu kamu mungkin kecewa karena salah mengartikan instingmu, tapi kini cobalah untuk memberi kesempatan lagi untuk hati kecilmu.

Ingat, resapi baik-baik apa yang dikatakan hati kecilmu, karena intuisi tidak pernah bohong.  Jika hal ini kamu lakukan, kamu bisa mendeteksi apakah pasanganmu berbohong atau tidak.

Hindari mengungkit kesalahan masa lalu. Ketika pasanganmu sudah menyesali perbuatannya dan kamu sudah memasuki tahap mengembalikan rasa percaya kepadanya, hindari memikirkan kesalahannya di masa lalu. Hentikan pula mencari tahu tentang kehidupan orang ketiga yang telah merusak rumah tanggamu. Penelusuran ini justru bisa membuatmu terus-menerus membenci orang tersebut dan bahkan membuatmu sakit hati tak kunjung sembuh. Jadi, jalani saja kehidupanmu saat ini bersama pasangan.

Ingat hal positif bersamanya. Selalu ingat hal indah yang sudah kamu lalui bersamanya seperti saat pertama kali kalian berjumpa, jatuh cinta, lalu akhirnya berlabuh di pelaminan. Jagalah kenangan positif itu karena hal tersebut bisa menjaga pernikahanmu tetap utuh.

Bantuan ahli. Kamu bisa juga mendatangi konselor pernikahan atau terapis untuk membantumu mengatasi masalah ini. Dengan bantuan tangan ahli, kamu mungkin bisa mendapatkan pencerahan untuk mengatasi masalah ini.

Memang tidak mudah memulihkan hatimu seperti sedia kala. Namun, jika kamu mau berusaha, kamu pasti bisa melakukannya. Membangun kembali pernikahan yang telah hancur tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Baik kamu dan pasangan harus saling bekerja sama untuk menyelamatkan mahligai percintaan ini