5 Persiapan Kehamilan yang Jarang Dilakukan

Persiapan kehamilan seharusnya bukan hal yang rumit untuk dilakukan oleh tiap pasangan. Perencanaan kehamilan perlu dilakukan agar pasangan mengerti bagaimana memperbesar peluang dan mendapatkan kehamilan yang sehat.

Persiapan kehamilan bukan hanya mengenai bagaimana kesiapan tubuh untuk hamil. Hal ini juga wajib dilakukan untuk mempersiapkan sisi psikologis dari pasangan suami istri untuk menerima kehadiran janin.

5 persiapan kehamilan yang jarang dilakukan - alodokter

Lakukan Hal Ini dalam Mempersiapkan Kehamilan

Beberapa langkah persiapan kehamilan terkait menu diet dan beberapa pemeriksaan rutin sering dilakukan. Namun, beberapa hal di bawah ini jarang sekali dilakukan oleh pasangan dalam melakukan persiapan kehamilan.

  • Stop memborong pakaian

Diskon yang menggiurkan membuat ibu muda terkadang lupa bahwa dia sedang merencanakan kehamilan. Hasilnya memborong pakaian, sepatu, tas, dan aksesoris lainnya masih sering dilakukan.

Sebagaimana kita tahu bahwa saat hamil, tubuh perempuan akan mengalami pertumbuhan lebih pesat daripada sebelumnya. Pakaian yang Anda borong sebelum hamil tentu saja tidak akan mampu menampung tubuh saat sedang hamil nanti. Bahkan, tubuh perempuan kemungkinan akan tetap lebih besar dibandingkan ketika sebelum punya anak. Pertimbangkan pula kecocokan padu padan sepatu, tas, dan aksesoris ketika digunakan saat hamil atau sesudah punya anak.

  • Vaksinasi

Ketahui beberapa infeksi yang bisa membahayakan janin jika Anda hamil nanti. Konsultasikan kepada dokter kandungan apakah Anda membutuhkan perlindungan tambahan dalam menghadapi infeksi tersebut. Salah satu infeksi yang patut diwaspadai adalah rubella atau campak Jerman.

Jika memang diperlukan, dokter bisa menyarankan Anda untuk melakukan vaksinasi. Vaksinasi rubella (vaksin MMR) hanya cocok dilakukan pada perempuan yang belum hamil dan hanya bisa dilakukan minimal sebulan sebelum masa kehamilan tiba.

Ketahui juga beberapa infeksi yang berpotensi membahayakan Anda saat hamil nanti. Pastikan untuk berkonsultasi bagaimana cara untuk mengurangi risiko, mencegah, dan menanggulanginya. Beberapa infeksi yang wajib diketahui adalah cytomegalovirus (CMV, parvovirus, dan toksoplasma).

  • Berkunjung ke dokter gigi

Jarang sekali yang melibatkan dokter gigi saat melakukan persiapan kehamilan, padahal kesehatan gigi juga akan berdampak kepada kesehatan ibu saat hamil nanti. Selama hamil, produksi hormon perempuan akan berubah dan perubahan tersebut membuat ibu hamil rentan terhadap penyakit gusi.

Naiknya progesteron dan estrogen saat hamil mungkin menyebabkan gusi bereaksi terhadap bakteri yang berkumpul dalam plak gigi. Hal ini bisa menyebabkan mudahnya terjadi gusi bengkak, gusi memerah, gusi melunak, dan berdarah saat menyikat gigi.

  • Pindah rumah sesegera mungkin

Sedang merencanakan kehamilan berbarengan dengan rencana pindah ke rumah milik sendiri? Upayakan untuk pindah rumah sebisa mungkin sebelum menjalani masa kehamilan. Rumah baru mungkin akan membuat psikologis wanita hamil lebih nyaman dalam menjalani masa hamilnya. Selain itu, mengurus kepindahan tempat tinggal akan lebih merepotkan jika dilakukan saat istri sedang hamil.

Namun pindah rumah bukan berarti kehamilan akan berjalan lebih baik dibandingkan saat pasangan tinggal bersama orang tua atau keluarga lainnya. Dengan pindah ke rumah sendiri, memang memungkinkan bayi mendapatkan kamar sendiri. Meski demikian, bukan berarti itu adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan jika bayi tidur bersama orang tua. Memang dengan mempunyai kamar sendiri bayi cenderung dapat tertidur lebih lama,  namun yang paling direkomendasikan adalah bayi tidur di kamar tidur orang tua pada tempat terpisah, tidak di tempat tidur bersama orangtua.

  • Menjalani program olahraga

Kebugaran juga berpengaruh kepada persiapan kehamilan seseorang. Dokter akan menentukan program kebugaran yang cocok dengan Anda. Biasanya program yang disarankan berupa program latihan ringan, seperti berjalan, bersepeda, atau latihan beban. Olahraga tersebut disarankan untuk dilakukan selama 30 menit tiap hari.

Fleksibilitas juga perlu diperhatikan oleh perempuan yang sedang merencanakan kehamilan. Untuk itu, aktivitas fisik berupa peregangan atau yoga dianjurkan guna memperbaiki hal ini. Program kebugaran ini bisa juga dilakukan saat perempuan menjalani masa hamil. Tentu saja Anda perlu melibatkan dokter untuk memastikan keamanannya.

Meski kelima hal di atas jarang dilakukan saat persiapan kehamilan, bukan berarti hal tersebut boleh diabaikan begitu saja. Konsultasikan kepada dokter kandungan untuk mengetahui apa saja yang wajib Anda persiapkan saat merencanakan kehamilan.