5 Prinsip Parenting Membentuk Karakter Positif pada Anak

Menjadi orang tua bukanlah perkara mudah. Kekeliruan orang tua dalam menerapkan pola asuh kepada anak hingga akhirnya pola tersebut telah tertanam di benaknya, maka dikhawatirkan dampaknya bisa berkepanjangan bagi anak. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk mempelajari prinsip-prinsip dasar ilmu parenting agar bisa mencetak karakter anak yang positif.

Anak bagaikan kertas putih kosong yang bisa dituliskan gagasan dan harapan sedemikian rupa. Tulisan tersebut bisa membuat kertas menjadi indah atau bahkan sebaliknya. Nah, semua itu tergantung dengan pola asuh yang kamu terapkan kepada Buah Hati.

5 Prinsip Parenting Membentuk Karakter Positif pada Anak

Berikut ini 5 prinsip pola asuh yang bisa kamu terapkan.

Menjadi panutan yang baik bagi anak

Siapa yang tidak ingin memiliki anak yang baik, jujur, santun, mandiri, penyayang, rajin, serta memiliki sifat toleran kepada sesama? Tiap orang tua jelas menginginkannya. Namun, sebelum menganjurkan sesuatu kepada anakmu, pastikan kamu sendiri telah menjalaninya juga.

Sebagian psikolog anak mengemukakan bahwa anak-anak mengikuti apa yang orang tua mereka lakukan, bukan dari apa yang orang tua katakan. Jadi, untuk membangun karakter positif pada anak, maka kamu harus belajar menerapkan hal-hal baik di kehidupan sehari-harimu di mana pun, bukan hanya saat di hadapan anak.

Jangan terlalu memanjakannya

Sebagai orang tua, kamu pasti ingin memberikan yang terbaik demi kebahagiaan anak. Namun, jangan sampai kamu memanjakannya hanya karena ingin melihatnya senang. Faktanya, tidak semua hal yang diinginkan oleh anakmu bisa kamu turuti, khususnya jika kemauannya adalah sesuatu yang dibuat-buat dan apalagi bukan hal yang dibutuhkannya.

Sebagai contoh, jika anakmu menangis atau memberontak karena ingin menonton TV padahal dia sudah berjam-jam menatap layar kaca, lebih baik jangan menuruti kemauannya yang ini. Ketika mematikan TV, jangan memarahinya karena amarah tidak bisa menyelesaikan hal ini. Sebaliknya, nasihatilah dia dengan nada yang lembut seperti mengatakan padanya bahwa menonton TV terlalu lama bisa membuat matanya sakit.

Selalu meluangkan waktu untuk anak

Anak-anak yang tidak mendapat perhatian dari orang tua bisa melakukan tindakan yang tidak baik atau berkelakuan buruk. Hal ini dilakukan agar mereka mendapat perhatian dari orang tua. Jadi, sesibuk apa pun dirimu, selalu luangkan waktu untuk terlibat ke dalam kehidupannya. Libatkan dirimu dari segi fisik maupun mental.

Ingat, melibatkan diri ke kehidupannya bukan berarti kamu harus 24 jam terus-menerus berada di sampingnya, lho! Luangkan waktu untuk menjalin hubungan dan kegiatan berkualitas bersama anakmu, seperti sarapan bersama, mengantarnya ke sekolah, datang ke acara-acara yang dilakukan anak, atau sebatas berbincang-bincang mengenai kegiatan yang dilakukannya selama seharian sebelum dia tidur.

Tumbuhkan sifat kemandirian pada anak

Membantu anak untuk mengembangkan sifat ini bisa sangat bermanfaat bagi kehidupannya di masa mendatang agar dia bisa mengarahkan dirinya sendiri tanpa harus bergantung kepada orang lain.

Sifat mandiri ini tidak bisa muncul pada dirinya begitu saja, melainkan harus dirangsang secara berkelanjutan. Berikut cara yang bisa kamu lakukan untuk menumbuhkan kemandiriannya.

  • Ajari anakmu bahwa dia memiliki kendali atas kehidupannya. Namun, kamu harus memberinya bimbingan kepadanya mana hal yang baik dan buruk dulu.
  • Berikan kepercayaan ketika dia melakukan segala hal. Tidak hanya anak yang harus menghormati orang tua, tapi kita selaku orang tua pun harus menghormati anak dengan memberinya kepercayaan atas kemampuan dirinya.
  • Hujani dia dengan cinta dan kasih. Menunjukkan rasa sayang menjadikan anak tahu bahwa dirinya berharga.

Tentukan peraturan di rumah dengan menyertai alasannya

Menerapkan peraturan bisa membantu Si Kecil untuk belajar mengendalikan diri dan bisa membedakan perilaku yang baik dan buruk. Ketika membuat peraturan, jelaskan alasan hal tersebut dibuat.

Oya, ketika membuat peraturan, pastikan kamu pun konsisten dalam menerapkannya. Inkonsistensi dalam menjalani peraturan dari dirimu sendiri bisa membuat anak kebingungan dan justru membuatnya suka meremehkan peraturan.

Konsisten menerapkan 5 prinsip di atas tidaklah semudah yang dibayangkan. Sebagai orang tua, kamu pun memiliki keterbatasan yang mana hal tersebut bisa memengaruhi pola asuh yang kamu sedang terapkan kepada anak. Intinya, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri dan anakmu dalam menerapkan prinsip-prinsip di atas.