7 Tipe Wanita yang Rentan Mengalami Keguguran

Tidak semua ibu hamil mengalaminya, tapi keguguran merupakan kondisi yang sangat umum terjadi pada awal-awal masa kehamilan. Terutama pada ibu yang memiliki awal kehamilan yang bermasalah. Cari tahu, apa saja ciri-ciri ibu yang rentan mengalami keguguran.

Biasanya keguguran dapat terjadi selama 20 minggu pertama usia kandungan. Kondisi ini dapat terjadi ketika kamu sudah mengetahui dirimu hamil atau bahkan saat kamu belum mengetahui kamu telah berbadan dua.

7 tipe wanita yang rentan mengalami keguguran

Berikut 7 tipe wanita yang rentan mengalami keguguran:

Berusia di atas 35 tahun. Wanita yang berusia di atas 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami keguguran ketimbang wanita berusia lebih muda. Pada usia tersebut, wanita lebih mungkin mengandung bayi dengan kelainan kromosom (seperti sindrom Down), di mana hal tersebut bisa memicu keguguran.

Penggila kafein. Disarankan untuk membatasi konsumsi kafein ketika kamu sedang hamil. Mengonsumsi kafein dalam kadar tinggi tiap harinya saat hamil bisa menyebabkan keguguran. Kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah tinggi dan detak jantungmu. Kedua kondisi tersebut tidak baik bagi kesehatan saat masa kehamilanmu.

Jadi, jika kamu termasuk penyuka asupan berkafein seperti kopi, teh, cokelat, minuman bersoda atau minuman penambah energi, yuk, batasi mengonsumsinya saat berbadan dua. Takaran mengonsumsi kafein harian yang direkomendasikan saat hamil yaitu 200 mg perhari.

Perokok, pecandu minuman beralkohol dan pecandu narkoba. Di dalam sebatang rokok mengandung ribuan racun yang jika kamu isap, zat tersebut bisa masuk pembuluh darahmu lalu langsung menuju janin dalam kandungan. Zat-zat tersebut, seperti karbon monoksida dan nikotin, bisa meningkatkan risiko kamu mengalami gangguan kesehatan sampai keguguran.

Disarankan untuk berhenti total merokok karena tidak ada batasan aman mengisap rokok saat hamil.

Hal sama juga berlaku bagi pecandu minuman beralkohol. Hingga kini para ahli tidak tahu batasan aman bagi ibu hamil dalam mengonsumsi minuman beralkohol. Jadi, disarankan untuk tidak mengonsumsi minuman beralkohol sama sekali ketika hamil, demi menghindari risiko mengalami keguguran. Alasannya, minuman beralkohol dapat langsung diserap oleh bayi dalam kandungan. Padahal, organ hatinya belum mampu untuk memroses alkohol, sebagaimana tubuhmu melakukannya.

Saat tidak berbadan dua saja mengonsumsi narkoba dilarang, apalagi saat hamil. Mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti kokain atau ekstasi saat hamil, bisa meningkatkan risiko kamu mengalami keguguran.

Berat badan tidak normal. Ibu hamil bertubuh terlalu kurus atau terlalu gemuk telah dikaitkan dengan risiko mengalami keguguran lebih tinggi dibanding wanita yang memiliki berat badan normal.

Pernah mengalami keguguran. Wanita yang pernah mengalami keguguran dua kali atau lebih secara berturut-turut , lebih mungkin untuk kehilangan janin kembali pada kehamilan selanjutnya.

Menderita penyakit kronis. Wanita yang mengidap penyakit kronis atau jangka panjang bisa berisiko tinggi mengalami keguguran pada trimester kedua kehamilan. Contoh penyakit kronis antara lain diabetes (jika tidak terkontrol), penyakit ginjal, tekanan darah tinggi parah, atau lupus.

Terlalu cepat kembali hamil. Jika jarak antara waktu melahirkan dan kehamilan selanjutnya sekitar 3 bulan, maka kamu berisiko tinggi mengalami keguguran.

Jika kamu termasuk salah satu dari 7 tipe wanita di atas, kamu jangan bersedih hati. Segera lakukan perubahan jika kamu ingin menjalani kehamilan secara sehat, seperti menaikkan atau menurunkan berat badan sebelum hamil, menjalani gaya hidup sehat, atau rutin melakukan perawatan medis jika memiliki gangguan kesehatan kronis.