8 Informasi Dasar Tentang Kehamilan yang Harus Kamu ketahui

Buat kamu yang belum pernah hamil mungkin bertanya-tanya, “Duh, hamil itu seperti apa, yah?” atau “Apa saja yang harus dilakukan saat hamil?” Tenang, informasi dasar berikut ini bisa kamu jadikan pegangan untuk menghadapi kehamilan.

Sangat penting mengetahui informasi dasar ini agar kamu bisa lebih siap menjalani kehamilan. Selain itu, masa kehamilanmu juga dapat dilalui dengan nyaman dan aman. Berikut penjelasannya:

8 Informasi Dasar Tentang Kehamilan yang Harus Kamu ketahui

Tanda-tanda kamu hamil. Salah satu tanda utama kamu mungkin tengah mengandung adalah tidak mengalami menstruasi. Jadi ketika kamu tidak kunjung mengalami menstruasi pada jadwalnya, kamu bisa mulai curiga. Kemungkinan kamu hamil bisa diperkuat lagi jika kondisi tersebut disertai oleh nyeri pada payudara, mual, muntah, sering buang air kecil, atau rasa lelah.

Ketika kamu mengalami hal tersebut, coba gunakan test pack atau segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah kamu hamil atau tidak.

Menentukan usia kehamilan. Sebenarnya tidak ada cara pasti atau sulit untuk mengetahui kapan hari pertama tubuhmu sudah mengandung. Namun, dokter kerap memakai hari pertama menstruasimu yang terakhir untuk menentukan usia kehamilanmu. Tanggal tersebut juga bisa dipakai untuk memprediksi tanggal kelahiran bayimu.

Jadi, ketika kamu sedang merencanakan kehamilan, jangan lupa untuk mencatat tanggal masa menstruasimu (hari pertama) tiap bulannya.

Pemeriksaan kehamilan. Kamu disarankan untuk memeriksakan kandunganmu sebulan sekali selama enam bulan pertama kehamilan. Setelah itu, intensitas bertambah menjadi tiap dua minggu sekali pada usia kehamilan tujuh dan delapan bulan dan seminggu sekali saat berusia sembilan bulan. Intensitas tersebut berlaku jika kamu menjalani kehamilan dengan normal dan sehat.

Namun, kamu disarankan untuk lebih sering memeriksakan kandungan jika hamil di atas usia 35 tahun, memiliki riwayat penyakit tertentu (asma, tekanan darah tinggi, diabetes, anemia atau obesitas), mengalami komplikasi kehamilan atau berisiko melahirkan bayi secara prematur.

Rutin menjalani pemeriksaan kehamilan bisa membantu dokter memantau kondisimu dan kandungan, seperti mengetahui jika kehamilanmu bermasalah, sehingga bisa segera ditangani sebelum keadaan memburuk atau mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada kandunganmu.

Jadi, jangan malas untuk kontrol ke dokter, yah.

Atasi morning sickness. Kondisi mual dan muntah ini kerap terjadi saat trimester pertama kehamilan. Namun ada juga yang mengalaminya selama menjalani kehamilan. Pada dasarnya, ketidaknyamanan ini tidak membutuhkan penanganan medis khusus. Kamu cukup melakukan cara-cara mudah untuk mengatasinya seperti:

  • Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan protein, mudah dicerna serta rendah lemak. Mengonsumsi minuman jahe hangat juga mungkin bisa membantu.
  • Minum dan makan lebih sering namun dengan takaran sedikit.
  • Sebelum beranjak dari tempat tidur tiap bangun pagi, kamu disarankan untuk mengonsumsi camilan seperti biskuit tawar.
  • Hindari makanan yang berbau tajam.
  • Banyak istirahat.
Jika kamu masih mengalami morning sickness setelah melakukan hal di atas, kamu mungkin butuh pertolongan dokter.

Makanan yang harus dihindari. Kamu penggemar berat sushi, daging steak, atau telur setengah matang? Wah, saat hamil kamu disarankan puasa dulu, deh, mengonsumsi makanan yang belum matang atau bahkan masih mentah. Makanan tersebut bisa berdampak buruk bagi kehamilanmu.

Hindari juga mengonsumsi buah atau sayuran yang belum dicuci, makanan dan minuman yang belum dipasteurisasi, serta makanan laut yang mengandung banyak merkuri seperti ikan makarel.

Amankah berhubungan seks? Jika kamu menjalani kehamilan dengan normal, berhubungan seksual tidak akan berdampak buruk bagi kondisimu dan janin. Segala posisi juga bisa dipraktikkan asal kamu merasa nyaman.

Namun, kamu akan diberitahu oleh dokter atau petugas medis lainnya untuk tidak melakukan hubungan seks, yaitu jika hamil anak kembar, mengalami perdarahan tanpa penyebab yang jelas, cairan ketuban bocor, serviks terbuka lebih awal, placenta previa (posisi plasenta rendah yang bisa sebagian atau seluruhnya menutupi jalan lahir), atau pernah melahirkan bayi secara prematur.

Tidur nyaman dengan perut berisi janin. Saat kehamilan sudah menginjak usia lima bulan, kamu sudah tidak disarankan lagi untuk tidur telentang, apalagi tengkurap. Posisi tidur terbaik yang bisa kamu lakukan yaitu tidur menghadap ke kiri. Selain membuatmu nyaman, tidur dengan posisi ini bisa melancarkan sirkulasi serta membuat aliran nutrisi untuk bayimu juga berjalan lancar.

Untuk membantumu tidur dengan posisi menyamping, kamu bisa meletakkan bantal di belakang punggung dan di bawah perutmu.           `

Tanda-tanda bahaya kehamilan. Jika kamu mengalami hal-hal di bawah ini, segera periksakan diri ke dokter:

  • Mual dan muntah secara berlebihan.
  • Sakit saat buang air kecil.
  • Janin tidak aktif bergerak.
  • Perdarahan vagina parah.
  • Gangguan penglihatan, sakit kepala dan nyeri perut yang terjadi terus-menerus dan parah.
  • Pembengkakan hanya pada satu bagian tubuh atau terjadi secara tiba-tiba.
Kehamilan merupakan salah satu momen spesial bagi seorang wanita. Jadi, kamu sebagai calon ibu, persiapkanlah dirimu baik-baik. Informasi di atas juga bisa dijadikan panduan bagi kamu yang sudah dinyatakan positif hamil agar bisa menjalani kehamilan dengan sehat.