8 Mitos Pemutihan Kulit

Krim pemutih menjadi primadona di industri kecantikan saat ini. Bagaimana tidak, banyak orang, terutama kaum hawa, yang ingin kulitnya putih agar terlihat lebih cantik.

Namun di samping itu, beredar pula mitos-mitos yang salah tentang pemutihan kulit. Berikut ini adalah mitos-mitos yang perlu Anda ketahui.

8 mitos pemutihan kulit - alodokter

Mitos 1: Aman memakai krim pemutih di bawah sinar matahari.

Fakta: Tidak benar. Ketika menjalani perawatan dengan krim pemutih, kulit akan menjadi sensitif, terutama jika terkena paparan sinar matahari. Jadi sebisa mungkin hindari terkena sinar matahari secara langsung. Gunakan tabir surya atau pelindung lainnya seperti topi bertepi lebar, kacamata, payung, atau pakaian yang menutupi kulit.

Mitos 2: Tidak perlu memakai tabir surya saat cuaca mendung.

Fakta: Mungkin selama ini Anda berpikir faktor yang membuat kulit menghitam adalah teriknya sinar matahari. Sehingga dengan mudahnya Anda meninggalkan tabir surya ketika ke luar rumah saat cuaca mendung, padahal itu masih siang hari. Kenyataannya, radiasi sinar matahari masih bisa menembus cuaca mendung dan mengenai kulit Anda. Akibatnya kulit menjadi lebih gelap.

Beberapa produsen juga kerap menambahkan sun protection factor (SPF) pada kosmetiknya, seperti bedak dan alas bedak. Namun SPF pada kosmetik bisa benar-benar bereaksi ketika pengaplikasian pada wajah dilakukan sebanyak 15 kali olesan. Jika hanya satu olesan seperti riasan normal yang Anda lakukan sehari-hari, tidak akan berpengaruh dalam melindungi kulit.

Jadi selalu kenakan tabir surya, terutama pada pukul 10.00 hingga 14.00, baik pada saat cuaca panas atau mendung. Ulangi penggunaannya tiap dua jam sekali dan ketika Anda berkeringat.

Mitos 3: Produk mahal pasti lebih bagus.

Fakta: Tidak juga. Pada dasarnya kandungan yang terdapat pada setiap krim pemutih hampir sama. Krim pemutih yang dijual di supermarket bisa jadi lebih efektif daripada krim pemutih yang dijual di toko-toko ternama. Ada orang yang memakai produk murah, tapi hasilnya memuaskan karena kulitnya cocok dengan produk tersebut.

Namun bukan berarti pula bahwa produk mahal tidak bagus. Keduanya sama bagusnya. Semua tergantung kepada pilihan Anda. Jika Anda mampu membeli produk mahal, kenapa tidak? Pastikan Anda tahu apa kandungan krim pemutih yang Anda pakai dan krim tersebut cocok untuk jenis kulit Anda.

Mitos 4: Jika cocok pada kulit teman, maka efektif juga pada kulit kita.

Fakta: Anda mungkin pernah memiliki teman yang berhasil memutihkan kulit dengan krim pemutih tertentu. Lalu Anda tergiur untuk mencobanya karena telah menganggap krim tersebut manjur untuk memutihkan kulit. Pemikiran semacam itu salah karena jenis kulit Anda belum tentu sama dengan jenis kulit teman Anda. Kondisi dan permasalahan kulit kalian juga belum tentu sama. Jadi sesuaikan kondisi kulit terlebih dahulu sebelum memakai krim pemutih.

Mitos 5: Untuk memutihkan kulit harus memakai krim malam.

Fakta: Produsen produk kosmetik kerap mengatakan Anda butuh perawatan ekstra saat malam hari karena saat itu kulit beregenerasi. Maka dari itu hadirlah produk krim malam.

Menurut sebagian dokter kulit, penggunaan krim malam sebenarnya tidak diperlukan. Jika Anda memiliki krim siang yang cocok, Anda bisa menggunakan krim itu pada malam harinya. Hal ini juga bisa menghemat pengeluaran Anda.

Mitos 6: Hidrokinon aman jika kadarnya tidak lebih dari 2 persen.

Fakta: Krim pemutih tanpa hidrokinon bagaikan sayur tanpa garam. Dalam ilmu medis, hidrokinon merupakan zat aktif yang bisa menghambat produksi melanin. Penggunaan hidrokinon dengan kadar 2 persen pada krim pemutih merupakan hal biasa dan legal, contohnya di Amerika Serikat. Dengan kadar tersebut, krim bisa langsung dipakai tanpa perlu pengawasan dokter.

Namun pada nyatanya, penggunaan hidrokinon dalam jangka panjang berpotensi berdampak buruk pada kesehatan. Jika dipakai dalam jangka panjang, bisa menyebabkan kanker kulit. Oleh karena itu, di berbagai negara, termasuk Indonesia, penggunaan hidrokinon pada krim pemutih telah dilarang.

Mitos 7: Setelah mendapatkan kulit putih, kita bisa berhenti menggunakan krim pemutih.

Fakta: Sangat salah. Ketika Anda menggunakan krim pemutih, maka selamanya Anda harus terus memakainya. Cara kerja krim pemutih adalah menghambat produksi melanin, yaitu pigmen penentu warna kulit.  Ketika Anda berhenti menggunakannya, pigmen tersebut bisa kembali bertambah dan membuat kulit menggelap, apalagi jika Anda terpapar sinar matahari. Jadi dengan kata lain, krim pemutih menyerupai candu.

Mitos 8: Kulit putih identik dengan wanita cantik.

Fakta: Selama ini banyak yang menganggap bahwa wanita cantik adalah mereka yang memiliki kulit putih. Hal itu didukung pula oleh beberapa iklan krim pemutih. Ketahuilah bahwa kecantikan seseorang tidak dilihat dari warna kulitnya. Percaya dirilah dengan apa yang Anda miliki. Dengan begitu, kecantikan akan terpancar dengan sendirinya.