8 Pilihan Finger Food untuk Bayi

Seiring bertambahnya usia, bayi sudah mulai bisa menjangkau sesuatu dengan tangannya, salah satunya adalah makanan. Nah, jika kamu telah melihat Si Kecil mencoba untuk meraih sendok saat kamu menyuapinya atau meraih makanan yang ada di piringmu, segera siapkan finger food untuknya.

Bayi sudah mulai membutuhkan asupan lain selain ASI atau susu formula saat usianya 6 bulan ke atas. Sekitar usia 8 bulan, biasanya, bayi sudah mulai siap makan dengan tangannya sendiri. Dengan memberikan finger food, kamu telah melatihnya untuk bisa makan tanpa disuapi, sekaligus menunjang tonggak tumbuh-kembangnya dalam hal keterampilan motorik halus, menggigit, serta mengunyah makanan.

8 Pilihan Finger Food untuk Bayi - alodokter

Finger food adalah makanan yang mudah dimakan oleh bayi, baik mudah digigit, mudah dihaluskan saat dikunyah maupun dipegang oleh tangannya sendiri. Momen ini bisa jadi hal yang menyenangkan bagi Si Kecil. Meski begitu, kamu harus tetap memperhatikan jenis makanan yang akan kamu pilih untuk menjadi finger food-nya. Makanan tersebut harus disesuaikan dengan usia bayi kamu, selain itu perhatikan pula kandungan gizi dan nutrisinya.

Bingung dengan pilihan makanannya? Yuk, lihat contekan beberapa jenis asupan yang bisa kamu jadikan finger food seperti di bawah ini:

  • Sayuran. Sebagai permulaan, kamu bisa memberikannya sayuran rebus seperti kentang, wortel, kembang kol, brokoli, atau ubi manis.
  • Buah. Kamu bisa mengiris pisang, alpukat, mangga, pir atau semangka. Pastikan buah yang kamu pilih telah matang.
  • Pasta. Si Kecil bisa diberi pasta yang telah direbus hingga matang. Jenis pasta yang bisa kamu berikan padanya yaitu fusili atau pasta yang telah dipotong-potong kecil.
  • Sereal. Kamu bisa memberikannya sereal yang mudah dipegang olehnya. Pilih sereal yang rendah gula dan tanpa tambahan zat pewarna.
  • Roti panggang. Potong roti seperti jari, agar bisa kamu jadikan menu finger food-nya saat usianya sudah mulai besar.
  • Telur. Saat memberikan telur pada bayi, pastikan kamu memasaknya dengan matang agar bayi tidak terkontaminasi bakteri salmonella yang tersembunyi dalam telur setengah matang. Kamu bisa memotong telur rebus atau membuatnya jadi telur orak-arik.
  • Keju. Pilih keju yang empuk, misalnya keju lembaran yang dipotong kecil-kecil.
  • Daging. Kamu bisa memberikannya daging ayam atau daging sapi yang direbus dengan sangat empuk dan disuwir agar mudah dimakan olehnya.

Pastikan semua makanan dipotong dalam ukuran sangat kecil agar mudah dimakan dan menghindari bayi tersedak. Pada usia tersebut bayi belum memiliki banyak gigi, jadi pastikan juga kamu memasaknya hingga empuk.

Sebelum memberikannya kepada Si Kecil, kamu bisa menyicipi finger food tersebut untuk memastikan apakah jenis makanan yang kamu pilih mudah digigit, potongannya pas, lembut, empuk, dan lumer di mulut.

Hindari memberinya makanan yang terlalu manis guna menggugah selera makannya. Makanan yang mengandung banyak gula tidak baik bagi kesehatan giginya, seperti biskuit, cokelat, keik, atau makanan manis lainnya. Makanan dengan kadar lemak tinggi dan tinggi garam seperti keripik kentang juga sebaiknya dihindari.

Ada beberapa jenis makanan yang disarankan untuk tidak diberikan pada Si Kecil yang baru mulai mengonsumsi finger food karena bahaya tersedak. Makanan tersebut adalah buah anggur atau ceri utuh, buah-buahan kering (misalnya kismis), kacang, sayuran mentah, buah yang keras, atau permen.