Ini Bahayanya Dehidrasi Selama Kehamilan

Bagi seorang ibu hamil, kebutuhan air menjadi lebih besar dibandingkan sebelum hamil karena saat ini bukan hanya Bunda yang membutuhkan cairan, tetapi janin juga. Cairan di kantong ketuban dan kelancaran produksi ASI juga berkat asupan cairan Bunda yang optimal. Selain itu, air digunakan untuk membentuk plasenta yang berfungsi mengantarkan gizi kepada janin agar bisa tumbuh sehat dan memperoleh sel darah yang ideal.

Bila cairan yang keluar dari tubuh melalui urine, keringat, dan feses tidak diganti dengan asupan air yang cukup, maka tubuh kita bisa mengalami dehidrasi. Kondisi ini dapat mengundang sejumlah risiko kesehatan, terutama bagi ibu hamil. Dehidrasi selama kehamilan dapat mengakibatkan komplikasi serius, bahkan kasus yang terparah adalah kematian.

Ini Bahayanya Dehidrasi Selama Kehamilan - Alodokter

Berikut adalah beberapa bahaya dehidrasi selama kehamilan.

  • Air ketuban terlalu sedikit. Bisa mencerminkan kondisi kesehatan janin yang tidak baik. Air ketuban diperlukan untuk memberi ruang gerak serta bantalan untuk melindungi janin selama di dalam kandungan. Air ketuban yang sedikit dapat memengaruhi pertumbuhan janin di dalam kandungan bahkan keguguran atau kematian janin dalam rahim.
  • Persalinan prematur. Dehidrasi selama kehamilan dapat memicu kontraksi Braxton-Hicks, yaitu kontraksi rahim yang biasanya berlangsung selama 1-2 menit. Kontraksi semacam ini umumnya terjadi pada trimester ketiga, namun bisa juga pada trimester kedua. Bila Bunda mengalami kontraksi semacam ini secara berulang-ulang, artinya terdapat kemungkinan dehidrasi. Bunda perlu lebih memerhatikan konsumsi air secara lebih optimal karena dehidrasi pada trimester ketiga dapat menyebabkan kontraksi yang bisa memicu persalinan prematur.
  • Komplikasi yang sangat serius. Selain kondisi di atas, komplikasi kehamilan yang bisa terjadi bila Bunda mengalami dehidrasi adalah produksi ASI yang sedikit, bayi mengalami cacat lahir, atau bayi mengalami cacat pada sistem saraf.
  • Kematian pada bayi atau ibu. Bila dehidrasi yang dialami sudah tergolong berat.

Mencari Tahu Tanda-tanda Dehidrasi

Untuk mengurangi risiko di atas, penuhi kebutuhan air dan waspadai tanda-tanda dehidrasi. Cara paling baik untuk mengecek apakah Bunda mengalami defisiensi cairan atau tidak adalah dengan memerhatikan warna urine. Bila warnanya kuning gelap berarti Bunda selama ini tidak cukup minum. Sebaliknya, makin jernih warna urine berarti pasokan cairan tubuh makin optimal.

Di samping itu, ibu hamil yang cenderung merasa kepanasan bisa dianggap sebagai tanda-tanda umum dehidrasi. Ini dikarenakan tubuh kesulitan mengatur suhu tubuh bila kurang minum air. Sebagai efeknya, tubuh Bunda rentan mengalami kepanasan. Selain itu, kenali-kenali tanda dehidrasi ringan dan berat. Pada kondisi dehidrasi tingkat ringan hingga menengah, Bunda masih bisa tangani sendiri di rumah dengan cara memenuhi kebutuhan air minum dan istirahat cukup. Bunda juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tentang apa yang sedang dirasakan. Pada kasus dehidrasi berat, pasien membutuhkan pertolongan medis. Segera periksakan ke dokter bila ibu hamil mengalami dehidrasi berat.

  • Dehidrasi ringan hingga menengah dapat terlihat dari gejala-gejala seperti:
  • Mulut terasa kering dan lengket
  • Kepala terasa sakit
  • Pusing
  • Merasa haus
  • Mengantuk
  • Berkurangnya frekuensi buang air kecil
  • Konstipasi
  • Dehidrasi berat dapat terlihat dari gejala-gejala seperti:
  • Buang air kecil hanya sedikit atau tidak sama sekali
  • Urine berwarna kuning pekat
  • Mata cekung
  • Jantung berdegup kencang dan bernapas cepat
  • Tekanan darah rendah
  • Merasa sangat haus pada tingkat ekstrem
  • Mulut sangat kering
  • Mudah marah dan kebingungan
  • Kulit sangat kering, bisa juga keriput dan kurang elastis. Ketika ditekan, permukaan kulit tidak kembali rata seperti semula.

Bagaimana Agar Ibu Hamil Tetap Terhidrasi?

Mencegah dehidrasi semudah minum air putih secukupnya tiap hari. Ibu hamil perlu minum air putih sekitar tiga liter per hari atau setara dengan 8-12 gelas. Namun bila kamu melakukan aktivitas lebih, seperti olahraga ringan, tambahkan takaran minum harian sebanyak satu gelas dari yang biasanya diminum. Terlebih lagi ketika cuaca panas, tambahkan lagi takaran minum harian untuk mengganti cairan yang hilang akibat berkeringat. Agar Bunda tetap terhidrasi dengan baik, cobalah mengikuti beberapa langkah berikut.

  • Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda. Minuman jenis ini tidak bisa dianggap sebagai pengganti cairan tubuh. Sebaliknya, minuman ini justru bersifat diuretik alias menjadikan seseorang lebih banyak buang air kecil sehingga menambah risiko kehilangan cairan.
  • Kenakan pakaian berwarna terang dan longgar bila sedang berada di luar ruangan pada siang hari.
  • Hindari terpapar sinar matahari terik secara langsung.
  • Bila tidak suka minum air putih, tambahkan buah-buahan beku, seperti jeruk atau kiwi ke dalam minuman agar terasa lebih nikmat sekaligus sehat. Kamu tidak dianjurkan mengonsumsi es batu yang tidak jelas kebersihan dan kematangan airnya.
  • Bila kamu mengalami gejala morning sickness alias mual dan muntah selama kehamilan, minumlah saat kamu sedang tidak mual.

Dengan meminum air secara teratur, diharapkan sebagian besar ibu hamil bisa terbantu dalam menghilangkan gejala-gejala morning sickness. Demikian juga dengan asam lambung dan nyeri ulu hati, serta gangguan pencernaan. Terhidrasinya tubuh dengan baik turut membantu menjaga suhu tubuh tetap sejuk, terutama saat cuaca panas dan lembap.

Namun, manfaat tercukupinya kebutuhan air bagi tubuh tidak berhenti di situ saja. Air juga dapat membantu mencegah infeksi saluran kemih yang sering terjadi selama kehamilan. Selain itu, pasokan cairan yang ideal bisa melancarkan sembelit, wasir, dan retensi air atau pembengkakan (edema). Uniknya lagi, berkat menjaga tubuh tetap terhidrasi justru akan membantu tubuhmu terhindar dari retensi cairan.