Kamu Bisa Melahirkan Di Rumah Bila Sudah Penuhi 5 Hal Ini

Sebagian masyarakat memilih untuk melahirkan di rumah dengan berbagai alasan, baik pertimbangan faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal misalnya akibat pengaruh norma, budaya, atau agama. Sementara faktor internal adalah keinginan untuk melahirkan di dalam lingkungan yang akrab dengan dikelilingi orang-orang tercinta.

Bila melahirkan di rumah sakit, jumlah dan kriteria orang yang mendampingi proses persalinanmu memang dibatasi untuk menjagamu dari kontaminasi. Salah satu motivasi untuk melahirkan di rumah adalah ibu hamil tidak perlu meninggalkan anak-anak yang lain dan tidak perlu dipisahkan dari pasangan setelah melahirkan. Motivasi lain adalah kebebasan memakai baju sendiri, mandi, makan, minum, dan leluasa bergerak selama persalinan.

Kamu Bisa Melahirkan di Rumah Bila Sudah Penuhi 5 Hal Ini - Alodokter

Sejumlah studi menunjukkan bahwa melahirkan di rumah sama amannya dengan melahirkan di rumah sakit pada perempuan yang memang berisiko rendah mengalami komplikasi persalinan dan ditunjang dengan bidan yang terampil serta dukungan akses rumah sakit untuk keadaan yang tidak dapat ditangani di rumah. Selain itu, penelitian lainnya menunjukkan bahwa para ibu dengan kehamilan risiko rendah yang melahirkan di rumah cenderung lebih sedikit membutuhkan intervensi medis, seperti episiotomy dan operasi caesar, dibandingkan dengan para ibu dengan kehamilan risiko rendah yang melahirkan di rumah sakit.

Namun, ternyata tidak semua ibu hamil aman untuk melahirkan di rumah karena masih ada hal-hal yang perlu dipenuhi, seperti berikut ini.

  • Memiliki Kondisi kesehatan yang baik

Kamu bisa melahirkan di rumah sendiri bila kehamilanmu berjalan normal dan tidak memiliki faktor risiko medis. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk melahirkan di rumah, ada baiknya kamu menjalani pemeriksaan kehamilan. Jangan memaksakan kehendak untuk melahirkan di rumah bila kondisimu tidak memungkinkan dilakukannya persalinan di rumah, seperti:

  • Sudah pernah menjalani operasi caesar pada persalinan sebelumnya.
  • Kelahiran prematur,  yaitu usia janin kurang dari 37 minggu saat akan dilahirkan.
  • Kelahiran postmatur, yaitu janin lahir terlambat atau masih berada di dalam kandungan lebih dari 41 minggu.
  • Posisi bayi sungsang.
  • Mengalami komplikasi kehamilan atau preeklampsia.
  • Hamil bayi kembar.
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti hipertensi kronis, diabetes, gangguan kejang maupun kondisi medis lain yang kronis.

Bila kamu mengalami satu atau lebih banyak dari kondisi di atas, kamu disarankan untuk melahirkan di rumah sakit karena selain lebih aman, tersedia pula dokter spesialis dan sarana medis yang dibutuhkan.

  • Bukan Pertama Kali Melahirkan

Bila ini merupakan kehamilanmu yang pertama kali, melahirkan di rumah bisa sedikit meningkatkan risiko buruk pada bayi, termasuk kematian bayi dan masalah kesehatan yang dapat berdampak kepada kualitas hidup bayi di masa depan.

Namun untuk kehamilan anak kedua dan berikutnya, melahirkan di rumah dengan perencanaan yang baik dapat berjalan aman seperti menjalani persalinan di bidan atau rumah sakit.

  • Dibantu Bidan yang Bersertifikasi

Pastikan persalinanmu di rumah ditangani oleh seorang bidan yang bersertifikasi dengan banyak pengalaman menangani persalinan di rumah. Bila kamu memilih untuk dibantu bidan, pastikan bidan tersebut terhubung dengan dokter berkualitas dan rumah sakit terdekat untuk kondisi darurat. Pada beberapa kasus persalinan di rumah dengan bantuan bidan, konsultasi dari dokter tetap dibutuhkan untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi.

Selama persalinan, bidan akan secara berkala mengecek denyut nadi, suhu tubuh, tekanan darah dan detak jantung bayi. Setelah melahirkan, bidan akan memeriksa apakah bayi perlu dibawa ke rumah sakit atau tidak.

  • Kesiapan sarana yang memadai

Konsultasikan dengan dokter tentang apa yang harus kamu siapkan untuk melahirkan di rumah. Selain itu, diskusikan pula metode persalinan apa yang kamu pilih, misalnya metode konvensional, water birth, atau metode lainnya. Pilihan metode ini akan menentukan peralatan yang diperlukan juga, misalnya apakah kamu membutuhkan kolam air atau kasur.

Selain itu, pastikan bidan membawa peralatan yang diperlukan untuk melakukan tindakan darurat, seperti oksigen, infus, serta persediaan obat-obatan untuk menghentikan perdarahan pasca melahirkan.

  • Tersedia Akses Ke Rumah Sakit Untuk Keadaan Darurat

Pastikan bahwa kamu bisa mengakses rumah sakit yang menyediakan layanan penanganan keadaan darurat. Rumah sakit tersebut harus dilengkapi dengan perawatan bersalin 24 jam. Pastikan pula soal ketersediaan transportasi untuk membawamu dari rumah ke rumah sakit. Selain itu, jarak dan waktu tempuh yang ideal dari rumah ke rumah sakit disarankan tidak lebih dari 15 menit. Makin cepat waktu tempuh, maka makin baik karena perjalananmu ke rumah sakit membuat penanganan tertunda yang bisa mengundang risiko keselamatanmu.

Kondisi ketika kamu maupun bayimu perlu dilarikan ke rumah sakit antara lain bila terjadi:

  • perdarahan vagina yang tidak normal.
  • tahap persalinan tidak maju.
  • prolaps tali pusat atau tali pusat keluar dari rahim sebelum janin.
  • ari-ari tercabut dari dalam dinding rahim sebelum bayi berhasil lahir.
  • setelah melahirkan, plasenta tidak keluar atau keluar dengan tidak utuh.
  • mekonium, atau tinja janin, muncul di dalam air ketuban.
  • bayi menunjukkan tanda-tanda kepada kondisi yang gawat, seperti detak jantung abnormal.
  • bayi mengalami masalah pernapasan atau tanda-tanda kondisi medis.
Perlu kamu ketahui bahwa pilihan untuk melahirkan di rumah telah menjadi perdebatan tersendiri di kalangan para ahli. Dengan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya komplikasi, sebagian ahli berpendapat bahwa rumah sakit merupakan tempat paling ideal untuk melahirkan karena kehadiran dokter dan suster yang disertai adanya bantuan fasilitas kesehatan yang memadai adalah langkah terbaik untuk menjamin proses persalinan yang paling aman.