Mari Kita Nikmati Manfaat Rumput Laut!

Manfaat rumput laut sudah populer sejak zaman dahulu kala. Sejak 300 tahun sebelum Masehi, rumput laut telah digunakan di dalam kebudayaan Tiongkok dan Jepang untuk mengobati penyakit gondok dan masalah pada kelenjar lainnya. Sementara kebudayaan Romawi memanfaatkan rumput laut untuk mengobati luka, luka bakar, dan ruam kulit.

Selama berabad-abad, rumput laut menjadi primadona untuk bahan obat-obatan, farmasi, dan botani karena kandungan gizinya. Hingga kini memang uji klinis untuk rekomendasi terapi menggunakan rumput laut masih sedikit, namun rumput laut telah dianggap oleh masyarakat sebagai sumber mineral penting.

Mari Kita Nikmati Manfaat Rumput Laut - Alodokter

Rumput laut merupakan bagian dari keluarga ganggang multi sel yang mencakup ganggang hijau, ganggang merah, serta ganggang cokelat. Biasanya, rumput laut dibudidayakan untuk diambil ekstrak alginat, agar, dan karagenan yang terdapat di dalamnya. Pada umumnya, alginat digunakan untuk membuat cetakan gigi. Rumput laut juga digunakan untuk bahan pembuatan pasta gigi, kosmetik, dan cat. Di samping itu, rumput laut juga memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh.

Rumput laut, khususnya jenis kelp atau rumput laut yang berwarna cokelat, merupakan sumber terbaik untuk iodium. Zat ini merupakan komponen esensial yang dibutuhkan untuk produksi hormon tiroid. Kekurangan zat iodium dapat mengundang gangguan metabolisme maupun pembengkakan kelenjar tiroid yang dikenal sebagai penyakit gondok. Bentuk, warna, rasa, serta kandungan nutrisi kelp berbeda dengan rumput laut yang kita kenal untuk kulit sushi.

Berikut adalah beberapa kemungkinan manfaat rumput laut cokelat atau kelp untuk kesehatan.

  • Mengandung antioksidan yang melimpah, mencakup karotenoid, flavonoid, dan alkoid. Antioksidan bertugas untuk menetralkan radikal bebas. Selain membantu melawan stres oksidatif, antioksidan seperti vitamin C dan mineral seperti mangan dan zinc dalam rumput laut jenis kelp ini juga bermanfaat untuk kesehatan jantung.
  • Kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin A, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C, zat besi, mangan, magnesium, zinc, fiboflavin, niacin, tiamin, serta kalsium. Semua vitamin dan mineral ini dibutuhkan oleh tubuh.
  • Menurunkan berat badan. Belakangan ini, para peneliti mulai melihat potensi yang dimiliki kelp dalam memblokir penyerapan lemak dalam saluran cerna hingga 75 persen. Hal ini karena kelp memiliki serat alami yang disebut alginat. Selain itu, kelp juga rendah kalori.

Senyawa dalam kloroplas pada kelp diketahui dapat membantu menurunkan berat badan bila dikonsumsi dengan campuran minyak delima.

  • Membantu mengendalikan gula darah. Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa kelp dapat memengaruhi kontrol glikemik dan menurunkan kadar gula darah. Hal ini bermanfaat untuk orang dengan diabetes tipe 2.

Kelp digunakan secara luas untuk pengental makanan, termasuk es krim dan saus salad. Kelp juga bisa dimakan mentah dalam bentuk suplemen atau dimasak. Namun, jangan terlalu banyak juga mengonsumsi rumput laut yang kaya iodium ini. Kelebihan iodium dapat mendatangkan masalah kesehatan.

Sebenarnya, bila kita mengonsumsi kelp secara langsung, kecil kemungkinannya kita dapat kelebihan iodium. Kemungkinan menjadi besar bila kita mengonsumsinya dalam bentuk suplemen. Oleh karena itu, perhatikan asupan suplemen yang dikonsumsi. Uji klinis pada dosis asupan rumput laut berkisar antara 4-12 gram per hari hingga dua bulan.