Mau Kurus dengan Teh Pelangsing Harus Tahu Risikonya Dulu

Teh pelangsing makin populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang mencari cara instan mendapatkan berat tubuh ideal. Berbagai macam produk teh dapat dijumpai di pasaran maupun bisa dibeli via daring.

Tapi apakah produk-produk pelangsing ini telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)? Selain itu, apa saja kandungan dalam teh pelangsing, adakah yang justru mengancam kesehatan?

Mau Kurus dengan Teh Pelangsing Harus Tahu Risikonya Dulu - Alodokter

Teh pelangsing yang terbuat dari bahan herba digembar-gemborkan dapat membantu menguruskan badan, namun sering kali produk teh tersebut mengandung berbagai bahan kimia yang tidak tepat dengan dosis yang tidak tepat pula, seperti sibutramine, fluoxetine, serta kafein. Berikut beberapa bahaya produk pelangsing yang mengandung zat-zat tersebut.

Sibutramine

Zat ini digunakan untuk menekan nafsu makan guna menurunkan berat badan. Namun, pada tahun 2011 obat ini ditarik dari pasaran karena penelitian menunjukkan adanya peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Hal tersebut menyebabkan sibutramine mengundang risiko yang signifikan bila dikonsumsi oleh seseorang dengan kondisi medis tertentu, seperti yang memiliki riwayat penyakit arteri koroner, gagal jantung kongestif, stroke, atau detak jantung yang tidak normal (aritmia).

Zat ini juga bisa menimbulkan interaksi yang membahayakan nyawa bila pengonsumsinya juga sedang menjalani atau mengonsumsi obat-obatan lain.

Fluoxetine

Zat ini merupakan obat yang tergolong ke dalam kategori penghambat pelepasan selektif serotonin (SSRI). Penggunaannya bukanlah untuk diet, melainkan untuk menangani kondisi depresi, gangguan panik, serta gangguan disforia pramenstruasi yang berat atau premenstrual dysphoric disorder (PMDD) yang gejalanya berupa sindrom pramenstruasi, namun lebih sakit dan berkepanjangan. Selain itu, fluoxetine juga digunakan untuk pasien bulimia dan gangguan obsesif kompulsif (obsessive-compulsive disorder/OCD).

Penggunaan fluoxetine secara tidak tepat justru mengundang berbagai efek samping yang serius, seperti perdarahan yang tidak normal dan kejang, serta kecenderungan untuk bunuh diri. Selain itu, fluoxetine juga bisa menyebabkan kematian akibat ventricular arrhythmia, yaitu ritme jantung tidak normal yang berasal dari bilik jantung, terutama bila dikonsumsi oleh orang-orang yang mengonsumsi obat-obatan ibuprofen, aspirin, atau obat-obatan untuk mengatasi depresi, kecemasan, bipolar, kemoterapi, penyakit jantung, psikosis, serta pembekuan darah.

Kafein

Zat ini tergolong diuretik dan dapat memicu kehilangan cairan. Kafein umumnya terkandung di dalam kopi, teh, soda, cokelat, minuman berenergi, hingga obat-obatan. Penggunaan kafein hanya berpengaruh sedikit kepada penurunan berat badan untuk sesaat. Kafein dapat menurunkan nafsu makan untuk beberapa waktu. Namun, belum ada bukti bahwa meningkatkan konsumsi kafein dapat berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan berat badan secara permanen. Asupan kafein harian secara keseluruhan untuk orang dewasa maksimal adalah 400 miligram. Sementara untuk remaja, maksimal adalah 100 miligram.

Konsumsi kafein yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti meningkatnya tekanan darah, mual, insomnia, gugup, serta masalah lainnya.

Oleh karena itu, tempuhlah cara yang aman dan sehat untuk mendapat bobot tubuh yang sesuai dengan indeks masa tubuh ideal (body mass index/BMI). Angka ideal BMI untuk populasi Asia berkisar di antara 18,5-22,9. Angka itu didapat dari perhitungan berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m)2. Wujud nyata dari cara-cara tersebut bisa dengan mengonsumsi makanan sehat secara seimbang dan mengurangi takaran saji makanan Anda, terutama yang mengandung lemak tidak baik. Di samping itu, upayakan untuk rutin berolahraga.

Selain itu, bila Anda berniat mengonsumsi produk pelangsing dalam bentuk apa pun, termasuk teh, periksalah apakah telah terdaftar di dalam BPOM dan apa saja kandungan produknya. Hindari produk pelangsing yang terutama mengandung sibutramine dan fluoxetine, serta kafein.