Memilih Alat Bantu Dengar Yang Sesuai

Alat bantu dengar merupakan salah satu solusi bagi mereka yang mengalami gangguan pendengaran. Indera pendengaran merupakan salah satu pendukung aktifitas sosial, sehingga gangguan pendengaran bisa berdampak buruk kepada relasi sosial, komunikasi, pengendalian emosi, serta kinerja pribadi secara umum.

Alat bantu dengar memang tidak mengembalikan pendengaran Anda menjadi normal, namun alat ini dapat memperkuat penerimaan suara yang kurang jelas dan mengurangi suara latar yang keras. Berkat alat ini, Anda bisa mendengar dengan lebih baik. Terdapat beragam jenis alat bantu dengar, tapi manakah yang sesuai untuk Anda?

Memilih Alat Bantu Dengar Yang Sesuai - Alodokter

Alat bantu dengar, seperti namanya, merupakan perangkat elektronik yang memungkinkan seseorang dengan gangguan pendengaran dapat mendengar dan berkomunikasi dengan lebih baik. Alat ini terdiri dari sebuah microphone, amplifier, dan speaker.

Suara akan masuk melalui microphone yang kemudian mengubahnya menjadi sinyal elektrik dan mengirimnya ke amplifier. Selanjutnya, amplifier bertugas meningkatkan kekuatan sinyal dan mengirim suara ke telinga melalui speaker.

Cara Kerja Alat Bantu Dengar

Secara umum, terdapat dua cara kerja alat bantu dengar, yaitu secara digital dan analog. Perbedaannya terletak pada sinyal yang dihasilkan.
  • Alat bantu dengar digital mengubah suara menjadi kode numerik seperti yang terdapat pada komputer sehingga dapat diprogram secara khusus untuk memperkuat frekuensi tertentu. Alat ini juga dapat lebih mudah diatur dan disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan pengguna. Harganya lebih mahal dari tipe analog.
  • Alat bantu dengar analog mengubah suara menjadi sinyal elektrik yang diperkuat. Alat ini akan dibuat berdasarkan pesanan yang direkomendasikan audiolog atau dokter Anda.

Jenis Alat Bantu Dengar

Alat ini akan menemani kegiatan Anda sehari-hari, sehingga audiolog atau dokter Anda akan merekomendasikan jenisnya sesuai dengan usia, serta tingkat gangguan pendengaran yang dialami.

Berikut adalah beberapa jenis alat bantu dengar yang beredar umum di pasaran.

  • Alat di dalam telinga (In the ear/ITE)

ITE sesuai untuk gangguan pendengaran tingkat ringan hingga berat. Biasanya ada dua model ITE, yaitu alat yang dipasang di seluruh cuping telinga luar atau sebagian saja. Jenis ini tidak dianjurkan untuk anak-anak karena mereka sedang dalam tahap pertumbuhan, sehingga ukuran cuping telinganya terus berubah. Berikut adalah gambaran tentang ITE.

  • Secara umum mudah dipasang.
  • Menggunakan baterai yang lebih besar sehingga mudah dipegang dan lebih tahan lama.
  • ITE lebih terlihat dibandingkan dengan alat jenis lain yang lebih kecil.
  • Memiliki fitur berupa kontrol volume dan directional microphones yang lebih mudah untuk disesuaikan.
  • Rentan terhadap penyumbatan kotoran telinga.
  • Menangkap suara angin lebih banyak dibandingkan jenis yang lebih kecil.
  • Alat di belakang telinga (behind the ear/BTE)

BTE dipakai dengan cara dikaitkan pada bagian atas cuping telinga dan bagian belakang telinga. Terdapat sebuah tabung kecil sebagai penghubung penerima suara di dalam liang telinga atau disebut earmod. BTE cocok untuk berbagai tingkat gangguan pendengaran pada semua umur. Berikut adalah gambaran tentang BTE.

  • Suara dapat lebih dikeraskan.
  • Menangkap lebih banyak suara angin dibandingkan jenis lain.
  • Bentuk modifikasinya kini lebih kecil daripada generasi terdahulunya yang merupakan jenis alat bantu dengar paling besar.
  • Speaker/Receiver di dalam telinga atau liang telinga (receiver in canal/RIC dan receiver in the ear/RITE)

Jenis ini bentuknya hampir sama dengan BTE. Bedanya, BTE menggunakan tabung kecil sedangkan alat jenis ini menggunakan kabel kecil. Berikut gambaran tentang alat jenis ini.

  • Dibandingkan dengan BTE, lebih tidak terlihat mencolok.
  • Rentan terhadap penyumbatan kotoran telinga.
  • Alat di dalam liang telinga (in the canal/ITC)

Jenis ini sesuai untuk gangguan pendengaran tingkat ringan sampai sedang pada orang dewasa. ITC dapat dibuat berdasarkan pesanan. Bentuknya akan memenuhi sebagian liang telinga. Berikut gambaran tentang ITC.

  • Karena bentuknya yang kecil, pengaturan atau penyesuaiannya menjadi lebih sulit. Namun terdapat fitur yang tidak tersedia pada jenis CIC (completely in the canal), yaitu directional microphone dan kontrol volume.
  • Tidak terlalu terlihat mencolok di telinga.
  • Rentan terhadap penyumbatan kotoran telinga.
  • Alat sepenuhnya di dalam liang telinga (completely in the canal/CIC)

CIC dibentuk agar dapat dimasukkan ke liang telinga. Penggunaannya ditujukan untuk gangguan pendengaran tingkat ringan hingga menengah pada orang dewasa. Berikut gambaran CIC.

  • Tidak terlalu menangkap suara angin.
  • Merupakan jenis yang bentuknya paling kecil dan tidak terlihat mencolok.
  • Karena menggunakan baterai yang lebih kecil, daya tahannya lebih singkat dan lebih sulit dipegang.
  • Rentan terhadap penyumbatan kotoran telinga.
  • Tidak mengandung fitur tambahan seperti pada ITC.
Biasanya, pengguna pemula akan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk beradaptasi dengan alat bantu dengar. Setelah terbiasa, pengguna dapat mengatur alat sendiri hingga volume suara pas dan nyaman.

Bila Anda baru pertama kali menggunakan alat bantu dengar, sebaiknya Anda mencobanya terlebih dahulu di ruangan yang tenang. Hal ini dikarenakan suara dapat terdengar berbeda pada ruangan yang berbeda pula, misalnya ruangan yang terbuka atau tertutup, besar atau kecil, berisik atau tidak.

Jika Anda mengalami masalah dengan penggunaan alat atau ingin menyesuaikan alat, Anda dapat kembali mengunjungi tempat membelinya. Biasanya penyedia memberikan garansi.