Setidaknya ada 4 Bahaya Bila Bayi Dicium

Orang tua yang memiliki bayi sepatutnya menjaga buah hati dari bahaya serangan kuman. Pasalnya, infeksi pada bayi bisa menjadi hal serius yang tidak boleh disepelekan karena sistem kekebalan tubuh alaminya yang belum sempurna. Selain itu, ketika si Kecil sakit orang tua juga bisa ikut menderita, termasuk kerepotan yang terjadi selama menjaga bayi yang sakit ditambah bila ada orang rumah yang ikut sakit juga.

Namun, menjaga bayi dari bahaya kuman bukan perkara mudah. Bayi mungil kerap dikelilingi orang-orang yang ingin mendekati dan gemas untuk menciumnya, padahal tanpa disadari mereka membawa kuman!

Setidaknya ada 4 Bahaya Bila Bayi Dicium - Alodokter

Bila kamu membiarkan bayimu dicium, terutama oleh orang yang tidak kamu ketahui tentang bagaimana riwayat kesehatannya, berarti sama saja kamu menempatkan si Kecil dalam risiko! Berikut adalah beberapa bahaya yang bisa menimpa buah hati bila dia dicium.

Virus Herpes Simpleks (HSV) Tipe 1

Biasanya seseorang mengalami herpes pertama kalinya pada masa kanak-kanak. HSV tipe 1 ini umumnya menular melalui kontak dengan kulit orang lain yang menderita penyakit tersebut, misalnya setelah dicium oleh kerabat yang sudah terkena herpes. Perlu diingat bahwa virus ini sangat menular, terutama melalui air ludah penderita herpes. Oleh karena itu, Bunda dianjurkan untuk jangan membiarkan bayi sembarang dicium. Apalagi, seseorang yang memiliki virus herpes bisa juga tidak memiliki luka khas herpes yang kasat mata.

HSV menyebabkan luka atau lecet seperti melepuh. HSV tipe 1 kebanyakan menyerang area wajah, berbeda dengan HSV tipe 2 yang biasanya menyerang area genital dan didapat dari hubungan seksual. Bahayanya, virus herpes juga dapat menyerang otak dan selaput otak sehingga bisa menyebabkan ensefalitis dan meningitis. Terlebih lagi, HSV yang menyerang bayi baru lahir bisa menyebabkan infeksi parah, termasuk pada mata dan kulitnya, paru-paru, hati, serta otak. Infeksi herpes yang serius pada bayi baru lahir ataupun pada otak membutuhkan penanganan medis yang intensif di rumah sakit.

Sekali bayimu terinfeksi virus herpes, maka virus akan berdiam di dalam tubuhnya, sehingga ada kemungkinan herpes kambuh di kemudian hari. Namun pada sebagian orang, virus yang telah masuk ke tubuh bisa tidak menimbulkan efek kambuh lagi.

Periksakan bayimu ke dokter bila dia mengalami gejala herpes, seperti gusi membengkak dan mulutnya terasa sakit. Setelah beberapa hari mungkin akan terlihat lepuhan-lepuhan kecil di dekat bibirnya yang dapat berubah menjadi luka dangkal. Gejala ini juga mungkin diiringi demam dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Setelah itu, luka-luka tadi akan mengering menjadi kerak (krusta) lalu kemudian menghilang.

Kemungkinan bayimu juga bisa mengalami herpes di dalam mulutnya, pada gusinya, di sisi dalam pipi, langit-langit mulut, atau di permukaan lidahnya.

Kissing Disease (Mononukleosis)

Infeksi mononukleosis atau disingkat ‘mono’ umumnya disebut kissing disease. Disebut demikian karena virus ditularkan melalui air liur, seperti ketika dicium, batuk atau bersin, maupun menggunakan peralatan makan atau minum yang sama dengan orang yang terinfeksi mono. Namun, penyebaran virus mono ini tidak secepat penularan pilek. Kebanyakan jenis virus penyebab penyakit ini adalah virus Epstein-Barr.

Pada anak-anak, tanda dan gejala kissing disease sering kali tidak mudah dikenali karena cenderung menyerupai gejala-gejala infeksi pada umumnya. Gejalanya antara lain seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Ruam kulit
  • Radang tenggorokan
  • Kelelahan
  • Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan ketiak
  • Amandel membengkak

Jangan abaikan infeksi mono karena dapat menyebabkan komplikasi, seperti pembesaran organ limpa. Bila mengalami gejala di atas, lakukan penanganan secepatnya. Penanganan yang dimaksud adalah dengan mencukupi kebutuhan cairan dan istirahat cukup, mengonsumsi asupan nutrisi yang ideal, serta periksakan anak ke dokter.

Sariawan oleh jamur kandida (thrush)

Walaupun jamur kandida yang dapat menyebabkan sariawan pada mulut tidak menyebar secepat flu atau pilek, namun tetap bisa menular pada beberapa kondisi. Misalnya, sariawan di mulut dapat menular melalui ciuman. Namun, hal itu tergantung pada daya tahan tubuh seseorang. Sebagai langkah pengamanan, lebih baik hindari bayimu dicium oleh seseorang yang sedang sariawan oleh karena terinfeksi jamur kandida. Selain itu, orang tua dan orang terdekat bayi perlu memelihara kebersihan mulut dan gigi, serta periksakan kesehatan mulut ke dokter gigi secara rutin.

Meningitis Bakteri

Meningitis yang diakibatkan oleh infeksi bakteri atau disebut meningitis bakteri merupakan kondisi serius dan bisa mengakibatkan kematian setelah beberapa jam terinfeksi. Sebagian besar orang dengan meningitis bakteri dapat pulih, namun berisiko meninggalkan kecacatan permanen, misalnya kehilangan fungsi pendengaran, ketidakmampuan belajar, maupun kerusakan otak.

Bayi memiliki peningkatan risiko terkena meningitis bakteri dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Bakteri yang dapat menyebabkan meningitis pada bayi adalah streptokokus grup B, Streptococcus pneumoniae, dan Neisseria meningitidis.

Kuman penyebab meningitis bakteri menyebar dari orang ke orang. Beberapa bakteri dapat menyebar melalui saliva atau air ludah, berdekatan dengan seseorang yang memiliki kuman penyebab meningitis bakteri kemudian terpapar oleh batuk penderita atau penderita mencium bayi. Kuman juga bisa menyebar melalui kontak dengan orang-orang yang tinggal serumah dengan bayi.

Gejala-gejala meningitis pada bayi bisa terlihat jelas, mulai dari bayi yang tidak aktif bergerak atau berinteraksi, muntah atau tidak mau makan, serta mudah marah atau menangis. Dokter juga mungkin melihat titik lunak di kepala bayi atau refleks abnormal. Bila kamu melihat bayimu menunjukkan tanda-tanda kepada meningitis, segera periksakan ke dokter.

Lindungilah bayi yang tidak berdaya dengan menjaga kebersihan dan kesehatannya. Pastikan Bunda maupun orang lainnya sudah mencuci tangan hingga bersih sebelum memegang dan menggendong bayi, upayakan selalu membawa pembersih tangan (hand sanitizer) di mana pun Bunda berada, serta ikuti jadwal vaksinasi untuk bayi. Selain itu, jangan sungkan untuk membatasi kontak orang lain dengan bayi tercinta, terutama jangan biarkan mereka mencium wajah bayi. Bila mereka benar-benar ingin mencium, area tubuh bayi yang diizinkan untuk dicium adalah kakinya.