Siapkan Tubuhmu Untuk Hamil Dengan 6 Langkah Ini

Bagi pasangan muda, normal saja bila belum dikarunia momongan pada setahun pertama pernikahan. Bila terus berusaha dan menerapkan langkah persiapan kehamilan, bukan tidak mungkin kamu bisa hamil di tahun berikutnya. Bagi kamu yang baru saja berhenti menggunakan alat kontrasepsi, kamu pun bisa segera memulai program hamil. Tentu saja mempersiapkan kehamilan menjadi penting agar bayi yang kamu kandung senantiasa sehat.

Memang ada sebagian wanita yang tidak langsung hamil saat baru menikah atau setelah belum lama menghentikan penggunaan alat kontrasepsi. Jangan khawatir karena hal-hal semacam itu biasa terjadi. Sering kali tubuhmu membutuhkan waktu beberapa bulan untuk bisa melakukan proses ovulasi normal kembali setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi.

Siapkan Tubuhmu Untuk Hamil Dengan 6 Langkah Ini - Alodokter

Bagi yang ingin hamil paska lepas kontrasepsi, kamu tidak perlu menunda untuk berhubungan seksual dengan pasangan. Hal ini aman dilakukan dan kamu berpeluang untuk melahirkan bayi sehat sama seperti wanita yang memberikan jeda untuk berhubungan intim setelah berhenti memakai alat kontrasepsi.

Mempersiapkan kehamilan dengan cermat merupakan aspek penting untuk proses kehamilan yang sehat, baik kamu sebagai ibu maupun bayimu. Sebagai langkah nyata, lakukan langkah-langkah berikut untuk mempersiapkan tubuhmu menghadapi kehamilan.

Menjaga kesehatan gigi

Ketika Anda sedang mempersiapkan kehamilan, jangan lupakan kesehatan gigi dan mulut. Gigi dan mulut yang sehat akan menjagamu dari terkena penyakit gusi selama kehamilan nantinya. Ini karena saat hamil, perubahan hormon dapat membuatmu lebih rentan terhadap penyakit gusi. Kadar hormon progesteron dan estrogen yang lebih tinggi dapat menyebabkan gusi untuk bereaksi secara berbeda terhadap bakteri pada plak. Akibatnya, gusi bisa bengkak, merah, nyeri, serta berdarah saat kamu menyikat gigi.

Namun, bila kamu senantiasa menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak sebelum hamil, maka risiko untuk mengalami komplikasi gusi selama kehamilan dapat berkurang.

Melakukan vaksinasi

Kamu disarankan untuk sudah memperbaharui imunisasi atau vaksinasi sebulan sebelum memulai program hamil. Ini karena infeksi seperti cacar (varicella) dan campak Jerman (rubella) bisa berbahaya bagi bayi yang belum lahir. Jika imunisasi kamu tidak lengkap atau kamu tidak yakin memiliki daya tahan tubuh terhadap infeksi tertentu, kamu bisa melakukan tes darah untuk memeriksa tingkat imunitas dirimu.

Menjaga berat tubuh tetap ideal

Bila kamu memiliki berat tubuh yang sehat, peluangmu untuk hamil bisa makin besar. Berat tubuh yang normal dihitung dengan kalkulasi indeks massa tubuh (body mass index-BMI). Caranya mudah saja, yaitu berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m)2. Hasil perhitungan BMI yang normal untuk orang asia berkisar antara 18,5-22,9.

Misalnya berat badanmu adalah 60 kg dan tinggi badanmu adalah 170 sentimeter (1,7 meter). Maka BMI diperoleh dengan penghitungan: 60 / (1,7)² = 20,7. Maka kamu masih termasuk orang dengan massa tubuh yang normal.

Bila angka BMI kamu di atas normal, dianjurkan untuk menurunkan berat badan sebelum memulai program hamil. Ini karena wanita dengan angka BMI tinggi lebih cenderung memiliki komplikasi selama kehamilan maupun persalinan. Penurunan berat badan juga berguna untuk mengurangi risiko masalah kesehatan tertentu pada janinmu nantinya.

Sebaliknya, bila angka BMI kamu di bawah normal, maka kamu perlu meningkatkannya dengan menerapkan pola makan sehat. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk membantumu menaikkan berat badan secara sehat. Bila berat badanmu tidak ditingkatkan, mungkin kamu bisa menjadi kesulitan untuk hamil. Selain itu, kalaupun bisa hamil, kamu lebih cenderung melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah pula, suatu kondisi yang berarti tidak baik, bukan?

Perhatikan apa saja yang masuk ke perutmu

Pastikan kamu mengonsumsi makanan bergizi yang higienis agar kamu memiliki cukup nutrisi untuk memiliki kehamilan yang sehat. Singkirkan makanan tidak bergizi dari lemari makanmu dan gantikan dengan yang sehat serta bergizi.

Kamu dianjurkan untuk mengonsumsi 350 gram ikan per minggu. Meski begitu, pastikan ikan tersebut rendah merkuri atau tidak mengandung merkuri sama sekali karena berbahaya untuk kesehatan. Ikan yang baik untuk dikonsumsi contohnya ikan tuna dan salmon. Daging ikan kaya akan kandungan asam lemak omega-3 yang sangat penting bagi perkembangan otak dan kesehatan mata janinmu nanti. Selain itu, ikan juga kaya akan protein, vitamin D, dan nutrisi-nutrisi lainnya.

Selain ikan, kamu perlu mengonsumsi setidaknya dua cangkir buah dan 2,5 cangkir sayuran tiap hari. Utamakan pula makanan yang tinggi kalsium, seperti susu dan yoghurt. Variasikan makananmu dengan berbagai sumber protein, seperti kacang-kacangan, biji-bijian utuh, produk kedelai, unggas, dan daging. Upaya ini dapat membantu tercukupinya nutrisi yang dibutuhkan calon ibu.

Bila niatmu untuk hamil sudah bulat, teguhkan dirimu dari godaan kopi, teh, cokelat, dan segala bentuk makanan atau minuman berkafein secara berlebihan. Para ahli sepakat bahwa wanita hamil dan wanita yang berencana hamil harus menghindari kafein dalam jumlah besar. Sebagai batasan maksimal adalah 200 mg kafein atau sejumlah satu cangkir kopi per hari, jangan lebih dari itu.

Stop merokok dan minuman beralkohol

Merokok dan minuman beralkohol dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi keberlangsungan janin. Kamu juga bisa menghadapi meningkatnya risiko keguguran. Tidak ada cara untuk mengetahui berapa banyak zat alkohol yang aman dikonsumsi selama masa kehamilan. Sebagai langkah aman, lebih baik hentikan konsumsi minuman beralkohol sejak kamu memulai program hamil. Makin banyak konsumsi minuman beralkohol, maka risiko bayi mengalami masalah kesehatan jangka panjang pun meningkat.

Jangan sungkan untuk mencari dukungan dan bantuan dari keluarga maupun dokter agar kamu bisa menghentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Ikuti program latihan kebugaran

Lakukan olahraga ringan, paling tidak selama 30 menit per hari. Kamu bisa mencoba yoga, berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan lain yang kamu sukai. Bila kamu belum terbiasa, cobalah lakukan latihan selama sepuluh menit, lalu keesokan harinya bisa menambahkan durasi menjadi 15 menit, 20 menit, kemudian nantinya menjadi 30 menit.

Jangan merasa terbebani untuk segera memiliki momongan. Jalani dengan rileks dan didasari kebahagiaan pada tiap prosesnya agar kamu tidak stres. Dengan melakukan langkah-langkah di atas, semoga tubuhmu bisa bekerjasama dengan rencanamu untuk segera memiliki keturunan yang sehat. Ingatlah untuk jangan pernah ragu berkonsultasi dengan dokter tentang perencanaan kehamilanmu.