Sulit Tidur dan Kaki Gelisah. Apa yang Terjadi?

Apakah kenyamanan istirahatmu terganggu karena adanya sensasi tidak nyaman pada kaki? Apalagi membuatmu merasa tidak tahan untuk ingin menggerak-gerakkannya? Kondisi semacam itu dinamakan sindrom kaki gelisah. Sindrom ini dapat mengganggu kualitas hidup Anda.

Sindrom kaki gelisah (Restless Legs Syndrome/RLS) atau Penyakit Willis-Ekbom adalah gangguan saraf yang ditandai dengan sensasi tidak menyenangkan, seperti terasa berdenyut-denyut, nyeri akibat tertarik, atau geli. Sensasi ini kemudian tidak terkendali dan kerap diikuti oleh desakan untuk menggerakkan kaki dengan maksud meringankan ketidaknyamanan. Oleh karena itu, orang dengan RLS kerap menggerakkan kaki seperti berjalan mondar-mandir, menggerak-gerakkan kaki ketika duduk, atau ketika kerap membolak-balikkan tubuh ketika sedang tidur. Gejala biasanya makin parah saat penderita beristirahat.

Sulit Tidur dan Kaki Gelisah Apa yang Terjadi - Alodokter

Sebagian besar orang dengan RLS kesulitan untuk tidur dengan tenang. Biasanya sensasi kaki gelisah terasa memburuk pada sore dan malam hari. Bila tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan keletihan dan kepenatan di siang hari akibat kurang tidur. Banyak orang dengan RLS yang melaporkan bahwa kondisi kurang tidur telah berdampak kuat kepada aktivitas sehari-hari di dalam kehidupan mereka, seperti menghambat pekerjaan dan relasi sosial pribadi. Mereka serang kali sulit berkonsentrasi, memiliki gangguan ingatan, atau gagal menyelesaikan tugas maupun mengalami kesulitan ketika melakukan perjalanan karena depresi.

Kondisi ini bisa dialami baik oleh laki-laki maupun perempuan di segala usia, namun lebih umum dialami oleh perempuan. Makin bertambah usia penderita, biasanya mengalami kondisi yang lebih buruk. Penyebabnya sendiri belum diketahui secara pasti, namun diduga terkait dengan faktor genetik. Sementara itu, faktor lainnya bisa membuat sindrom kaki gelisah memburuk, seperti berikut ini.

Kehamilan

RLS bisa terjadi pada ibu hamil, terutama pada periode trismester ketiga. Namun, gejalanya biasanya hilang dalam sebulan setelah melahirkan.

Penyakit kronis

Gagal ginjal, diabetes, neuropati perifer, atau penyakit parkinson sering kali menimbulkan gejala RLS. Oleh karena itu, dengan menangani penyakit kronis tersebut, terkadang mengurangi gejala RLS.

Obat-obatan antihistamin

Mencakup obat antipsikotik, sebagian obat antidepresan, obat antimual, obat pilek (salesma) dan alergi.

Gaya hidup tidak sehat

Kesukaan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan serta kurang tidur dapat memicu ataupun memperburuk gejala RLS.

Menangani Sindrom Kaki Gelisah

Ingat bahwa sindrom ini bersifat permanen bila tidak ditangani. Berikut adalah beberapa anjuran penanganan RLS yang kamu bisa dilakukan sendiri.
  • Kompres kaki dengan air dingin atau air panas, mana pun yang membuat Anda merasa nyaman. Perubahan suhu dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Selain mengompres, Anda juga bisa mandi atau berendam dengan air hangat.
  • Pijat kaki untuk membuat otot lebih relaks sehingga dapat meringankan gejala RLS.
  • Mengubah gaya hidup, seperti membatasi konsumsi minuman beralkohol dan kafein serta berhenti merokok. Para peneliti meyakini bahwa ada kaitan antara gaya hidup dengan frekuensi terjadinya gejala RLS. Oleh karena itu, mulailah gaya hidup sehat yang mencakup makanan sehat. Selain itu, sebagian obat-obatan juga bisa menyebabkan kesulitan bagi otot untuk berelaksasi atau bisa juga menyebabkan insomnia. Bila Anda mengalaminya setelah mengonsumsi obat, konsultasikan kepada dokter apakah Anda perlu menghentikan atau mengganti obat.
  • Lakukan rutinitas tidur yang teratur dan cukup, misalnya tidur pada jam yang sama tiap hari. Kebiasaan ini dapat membantu Anda untuk bisa tidur dengan lebih baik. Jangan lupa untuk menjauhkan hal-hal yang bisa mengganggu tidurmu. Mematikan sorotan cahaya yang terlalu terang seperti lampu dan cahaya TV, mungkin dapat membantu.
  • Kelola stres dengan baik karena stres sering kali berkontribusi kepada terjadinya RLS. Lakukan teknik relaksasi, seperti meditasi dan teknik pernapasan, serta berusaha berpikir positif. Melakukan yoga juga dapat membantu mengurangi stres. Sebuah penelitian menemukan bahwa penderita RLS yang melakukan yoga mengalami penurunan tingkat stres sekaligus mengurangi gejala RLS.
  • Olahraga rutin merupakan salah satu langkah paling efektif untuk mencegah kembalinya gejala RLS. Cobalah untuk melakukan olahraga ringan, seperti jalan pagi, joging, atau aktivitas lainnya yang berfokus di area kaki. Yayasan RLS di Amerika menyatakan bahwa penderita RLS yang rutin berolahraga selama 30-60 menit per hari berpotensi memiliki kebiasaan tidur yang lebih baik, tingkat kelelahan yang berkurang, serta gejala RLS yang berkurang.
  • Konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter, terutama bila Anda memiliki defisiensi atau kekurangan nutrisi tertentu, seperti vitamin C atau E. Ini karena RLS dikaitkan dengan rendahnya kadar kelompok vitamin tersebut. Jika RLS disebabkan oleh anemia defisiensi besi, dokter akan memberikan suplemen zat besi.
Jika gejala yang dialami cukup berat, dokter mungkin akan memberikan pengobatan untuk mengatur level dopamin, obat antinyeri, obat untuk membantu tidur, ataupun obat levodopa.

Konsultasikan kepada dokter terkait kondisi RLS Anda, terutama sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat-obatan ataupun suplemen apa pun. Sebagai langkah pengamanan, cobalah untuk menjalani tes darah untuk mengidentifikasi apakah tubuh Anda mengalami defisiensi zat besi, vitamin, atau kondisi medis lainnya terkait RLS.