Agar Kedinginan saat Liburan Tidak Sampai Bikin Sakit

Kedinginan saat berada di gunung, musim hujan ekstrem, ataupun musim salju bisa jadi berbahaya jika tanpa persiapan. Situasi ini tidak jarang terjadi saat Anda berlibur ke negara empat musim atau pegunungan.

Tiap hari terbiasa berada di lingkungan tropis membuat sebagian orang merasa tidak nyaman dengan kedinginan di tempat-tempat dan waktu tertentu, seperti musim dingin. Tidak hanya terasa tidak menyenangkan, kedinginan tanpa persiapan yang tepat dapat berujung kepada kondisi-kondisi penyebab gangguan kesehatan, bahkan kematian.

hawa dingin-alodokter

Kenali beberapa kondisi yang diakibatkan oleh kedinginan, seperti di bawah ini:

  • Radang dingin (frostbite): terjadi ketika suhu di bawah nol sehingga menyebabkan kulit dan jaringan di bawah kulit membeku. Akibatnya kulit menjadi kaku, dingin, mati rasa.
  • Frostnip menyebabkan kulit berwarna pucat kebiru-biruan dan mati rasa selama beberapa saat. Biasanya terjadi pada kulit di ujung jari, telinga atau wajah.
  • Sakit mata akibat pajanan dingin dapat dialami ketika seseorang memaksa membiarkan matanya terpajan angin kencang di cuaca dingin. Saat cuaca bersalju, refleksi sinar matahari pada salju dapat menyebabkan cedera pada kornea, mata terasa kering, dan kelopak mata bengkak.
  • Luka dingin: kulit yang melepuh dan pucat setelah kulit dihangatkan. Kondisi ini disebabkan karena terlalu banyak menghabiskan waktu di udara yang dingin tapi tidak di bawah titik beku (0 derajat).
  • Tekanan darah umumnya meninggi saat kedinginan karena suhu rendah menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini lebih sering dialami oleh kelompok manusia lansia di atas usia 65 tahun.

Sementara risiko terburuk yang bisa timbul adalah hipotermia, yaitu kondisi gawat darurat akibat hilangnya panas tubuh dalam waktu lama yang dengan cepat dapat menyebabkan pingsan, bahkan kematian.

Mengenali dan Menghindari Risiko

Tiap orang dapat bereaksi secara berbeda-beda terhadap hawa dingin. Sebagian orang lebih berisiko mengalami cedera karena kedinginan dibandingkan orang lain. Berikut beberapa kondisi yang membuat seseorang menjadi lebih berisiko.

  • Terbiasa mengonsumsi minuman keras. Zat alkohol dapat berdampak kepada kemampuan tubuh dalam mengelola suhu tubuh, mengganggu pembuluh darah dan sistem saraf.
  • Sedang mengalami dehidrasi.
  • Berada di luar ruangan yang diliputi hawa dingin (seperti di pegunungan), berada di tengah cuaca berangin, terkena hujan, atau ketika berenang di air dingin.
  • Mengalami gangguan kesehatan tertentu, seperti hipotiroidisme ataupun fenomena Raynaud's.
  • Tidak memiliki cukup lemak pada tubuh yang idealnya dapat menjaga tubuh tetap hangat, misalnya pada bayi dan lansia. Dua kelompok usia ini lebih berisiko terserang hipotermia.
  • Suka mengonsumsi kopi dan berkebiasaan merokok. Konsumsi kafein dan nikotin berlebihan berisiko menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga menyebabkan hambatan aliran darah ke kaki dan tangan yang akhirnya mengakibatkan kedinginan.
  • Stres dan kelelahan menyebabkan sistem saraf melepaskan adrenalin yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah ke kaki dan tangan.

Persiapkan diri dengan baik, terutama jika Anda termasuk golongan yang lebih berisiko mengalami gangguan akibat kedinginan seperti kondisi-kondisi di atas. Beberapa kondisi dapat dihindari untuk meminimalkan risiko. Oleh karenanya, sebisa mungkin lakukan persiapan untuk mencegah gangguan kesehatan akibat kedinginan.

Tindakan apa saja yang bisa dijadikan sebagai upaya antisipasi? Mari kita simak beberapa panduannya di bawah ini.

  • Pantau perkiraan cuaca pada keesokan harinya melalui informasi dari media cetak, radio atau TV.
  • Sebisa mungkin tetaplah berada di dalam ruangan hangat. Upayakan untuk tetap aktif selama di dalam ruangan.
  • Konsumsi minuman dan makanan hangat untuk menjaga persediaan energi pada tubuh. Tetapi sebaiknya jangan sampai berkeringat karena keluarnya keringat berarti melepaskan panas tubuh sehingga membuat tubuh menjadi dingin.
  • Kenakan beberapa lapis pakaian hangat, kaos kaki, dan alas kaki hangat, terutama saat harus pergi ke luar rumah atau beraktivitas di luar ruangan.
  • Lansia berusia 65 tahun ke atas atau yang memiliki risiko penyakit tertentu, seperti sakit jantung, sebaiknya panaskan ruangan hingga setidaknya suhu mencapai 18°C.
  • Kenakan sepatu bot atau sepatu gunung yang aman dikenakan di permukaan jalan yang licin akibat hujan, es, ataupun salju.
  • Hindari menyentuh benda dari logam yang terpajan hawa dingin dalam jangka waktu lama karena dapat menyebabkan radang dingin (frostbite).
  • Konsumsi cukup air minum.
  • Kenakan kacamata untuk melindungi mata dari hawa dingin.
  • Selalu sediakan pakaian dan selimut ekstra di rumah maupun di dalam kendaraan.

Tidak ada salahnya bagi seseorang yang memiliki gangguan kesehatan tertentu untuk memeriksakan diri terlebih dulu ke dokter. Konsultasikan juga kepada dokter jika Anda ingin membuat perubahan konsumsi obat-obatan tertentu saat akan berlibur di cuaca dingin.