Cara Mengonsumsi Vitamin dengan Benar

Vitamin di dalam suplemen tidak dapat menjadi pengganti semua nutrisi yang Anda butuhkan. Untuk itu, Anda dianjurkan memperoleh asupan vitamin dari kandungan makanan segar seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Dan pastikan konsumsi vitamin sesuai dengan anjuran dan rekomendasi kebutuhan harian yang Anda perlukan.

Vitamin dan mineral merupakan nutrisi esensial, artinya tubuh tidak dapat menghasilkan zat tersebut secara alami. Oleh karena itu, tubuh membutuhkan kedua asupan nutrisi tersebut dalam jumlah tertentu dari makanan agar dapat menunjang kesehatan yang optimal.

Agar Tidak Boros Mengonsumsi Suplemen-Alodokter

Suplemen vitamin tambahan mungkin tidak lagi dibutuhkan apabila Anda telah mengonsumsi beragam makanan sehat secara teratur. Jenis-jenis makanan sehat ini dapat berupa aneka buah, sayur, daging, ikan, dan sumber karbohidrat. Namun, suplemen bisa dikonsumsi ketika kebutuhan meningkat atau terjadi kekurangan asupan. Misalnya ketika sakit, bagi wanita hamil atau menyusui, orang-orang lanjut usia, atau dalam masa pemulihan setelah sakit.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan manfaat suplemen vitamin secara maksimal dan menghindari risikonya.

Periksa Sebelum Mengonsumsi

Jika dokter memberi Anda resep suplemen vitamin atau Anda berinisiatif membelinya sendiri, setidaknya ada dua hal yang perlu Anda tanyakan, baik kepada dokter maupun kepada diri sendiri.

Apakah saya benar-benar membutuhkan suplemen ini? Apa manfaat dan risiko dari mengonsumsi vitamin ini?

Jika Anda benar-benar membutuhkan atau memutuskan untuk mengonsumsi suplemen tersebut, coba perhatikan beberapa hal sebelum membelinya.

  • Disarankan bertanya terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi suatu suplemen vitamin tambahan. Hal ini berlaku terutama bagi mereka yang berusia di bawah 19 tahun, menderita penyakit tertentu, dan bagi ibu hamil atau menyusui.
  • Membaca label pada kemasan. Mulai dari dosis pemakaian, bahan-bahan yang terkandung dalam suplemen vitamin, takaran sekali konsumsi, manfaat, efek samping, dan tanggal kadaluarsa.
  • Pilih suplemen multivitamin dan mineral yang memenuhi 100 persen kebutuhan harian (daily value/DV) dibandingkan yang mengandung hanya 10 persen DV satu jenis vitamin dan 300 persen DV jenis vitamin lain.
  • Periksa apakah suplemen tersebut akan menimbulkan efek tertentu jika dikonsumsi bersama obat atau makanan lain. Untuk itu, Anda dapat mencatat semua suplemen yang pernah atau sedang Anda konsumsi untuk ditanyakan kepada dokter. Sebaliknya, beberapa suplemen vitamin justru perlu dicampurkan ke dalam minuman atau makanan. Pastikan Anda tidak kelebihan nutrisi dan tidak berisiko mengalami efek samping tertentu.
  • Waspadai suplemen yang dipromosikan beserta istilah-istilah yang terlalu menarik seperti "garansi uang kembali", "100 persen alami", mengklaim dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, atau melangsingkan dengan cepat. Suplemen vitamin yang baik seharusnya ditujukan untuk menangani masalah spesifik dan tidak menjanjikan hasil secara berlebihan.
  • Cek apakah produk tersebut telah terdaftar di dalam data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Obat, suplemen vitamin, atau produk yang tidak terdaftar dalam data BPOM merupakan obat yang tidak mendapat izin layak jual atau konsumsi.

Suatu suplemen dapat tersedia dalam berbagai bentuk: tablet, kapsul, bubuk, atau cairan. Perbedaan bentuk ini menentukan berapa kadar vitamin yang dapat diserap tubuh, dan seberapa cepat efek kerja suplemen vitamin tersebut. Selain itu, perbedaan ini juga tergantung kepada jenis vitamin yang dikonsumsi. Beberapa suplemen vitamin hanya tersedia dalam bentuk pil karena jika tidak, dapat membahayakan dan berpengaruh pada asam lambung. Tetapi beberapa suplemen dalam bentuk cairan akan lebih cepat diserap tubuh dibandingkan pil.  Tanyakan kepada dokter tentang jenis suplemen yang tepat untuk Anda.

Panduan Mengonsumsi Vitamin

Tabel berikut dapat menjadi panduan dalam mengonsumsi suplemen vitamin. Tabel ini berlaku bagi Anda yang berusia 19 tahun ke atas, tetapi tidak berlaku bagi anak-anak wanita hamil, dan wanita menyusui yang memiliki takaran kebutuhan vitamin tersendiri.

Nama vitamin atau mineral

Kadar yang direkomendasikan per hari Kadar aman tertinggi yang dapat dikonsumsi per hari  Manfaat

Vitamin A

 

 

Pria: 3.000 IU (International Units)

Wanita: 2.310 IU

Anak-anak :

1-3 tahun :1.000 IU

4-8 tahun : 1.300 IU

9-13 tahun : 2.000 IU

10.000 IU

 

Menjaga kesehatan mata, tulang, dan kulit.

Menguatkan sistem imunitas tubuh.

Mencegah komplikasi campak terutama pada anak.

 

Vitamin B1

Pria usia 19 tahun ke atas: 1,2 mg

Wanita usia 19 tahun ke atas: 1,1 mg

-

Menjaga kesehatan otak, rambut, kulit, dan otot.

Vitamin B3

Pria: 16 mg

Wanita: 14 mg

35 mg

 

Menjaga kesehatan sel-sel darah, otak, sistem saraf, dan kulit.

Vitamin B6

Pria usia 19-50: 1,3 mg

Pria usia 51 ke atas: 1,7 mg

Wanita usia 19-50: 1,3 mg

Wanita usia 51 ke atas: 1,5 mg

100 mg

Berperan penting dalam mengatur nafsu makan, mood, dan aktivitas tidur.

Asam Folat (Vitamin B9)

Segala usia: 400 mcg (microgram)

Ibu hamil atau sedang merencanakan kehamilan: 800 mcg

Ibu menyusui: 600 mcg

1.000 mg

Berlaku hanya untuk asam folat sintetis yang terdapat di suplemen atau fortifikasi pangan. Namun, tidak ada kadar tertinggi untuk asam folat yang diperoleh dari sumber alami

Suplemen vitamin wajib yang penting bagi Ibu hamil untuk mencegah kecacatan pada janin seperti : spina bifida dan anencephaly.

Mencegah preeklampsia pada ibu hamil.

Vitamin B12

Pria dan wanita usia 14 tahun ke atas: 2,4 mcg

-

Melindungi sel saraf. Menghasilkan sel darah merah. Melancarkan pertumbuhan.

Vitamin B kompleks

Usia 70 ke atas: 1.800 mg

Wanita: 425 mg

3.500 mg

Berperan penting dalam membentuk otot-otot tubuh

Vitamin C

Pria: 90 mg

Wanita: 75 mg

Perokok membutuhkan dosis tambahan 35 mg

2.000 mg

Menjaga kesehatan mulut dan gusi.

Mengurangi risiko kanker. Sebagai antioksidan.

Vitamin D

Usia 1-70: 600 IU

Usia 70 ke atas:  800 IU

4.000 IU

Membantu penyerapan kalsium dalam tubuh untuk kesehatan tulang dan gigi.

Vitamin E

Semua usia dan jenis kelamin: 22 IU 1.500 IU dari makanan

2.200 IU untuk vitamin E sintetik

Membantu pembentukan sel darah merah.

Memperkuat daya tahan tubuh.

Vitamin K

Pria dan wanita berusia 14-18 tahun: 75 mcg

Pria dan wanita usia 19 tahun ke atas: 90 mcg

-

Membantu proses pembekuan darah.

Menjaga kesehatan tulang pada lansia.

Tubuh manusia memang membutuhkan asupan vitamin, tapi jika dikonsumsi dalam kadar terlalu tinggi justru dapat mengganggu metabolisme keseluruhan. Hindari konsumsi suplemen vitamin terutama vitamin A, D, E, dan K dalam dosis tinggi. Vitamin A,D,E, dan K merupakan vitamin larut lemak yang jika dikonsumsi berlebihan akan dapat menumpuk di dalam jaringan tubuh sehingga menjadi racun di dalam tubuh. Kondisi ini disebut hipervitaminosis.

Kebutuhan vitamin dan asupan gizi masing-masing orang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, kehamilan, dan penyakit atau pengobatan tertentu. Dengan bijak mengonsumsi suplemen vitamin sesuai anjuran dokter, Anda bisa mendapatkan manfaat terbaik dan hidup lebih sehat.