Air Tanah dan Keamanannya Bagi Tubuh

Mendengar kata air tanah, mungkin seseorang akan membayangkan air yang segar, jernih, dan layak digunakan. Tapi sayangnya di beberapa wilayah, khususnya kota-kota besar, eksploitasi air tanah menimbulkan krisis cekungan air tanah yang kemudian menyebabkan air terkontaminasi.

Jika Anda berpikir, bahwa memasak air tanah sudah cukup menjadi solusi untuk menghilangkan kontaminasi, maka bisa jadi Anda keliru. Kontaminasi tidak akan hilang hanya dengan memasak air tanah. Memasak hanya akan menghilangkan bakteri dan bukan kandungan kontaminan di dalamnya. Bahkan, jika Anda memasaknya hingga mendidih, pestisida, nitrat, dan timah yang terkandung di dalamnya akan tetap ada. Justru pada saat air dimasak, volume air akan berkurang dan membuat kontaminan akan lebih dominan.

air tanah dan keamanannya bagi tubuh - alodokter

Bagaimana Jika Air yang Terkontaminasi Masuk ke Dalam Tubuh?

Jelas sekali air adalah bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari setengah tubuh manusia terdiri dari air. Maka tubuh perlu mengonsumsi cukup cairan untuk membuang kotoran atau limbah dari dalam tubuh melalui keringat, urine, dan bahkan air yang keluar pada saat kita bernapas. Air yang kita minum juga berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang. Tidak hanya itu, air juga penting untuk kegiatan dapur, untuk mandi, dan masih banyak lagi.

Namun jika air tanah sudah terkontaminasi oleh beberapa hal seperti air laut, parasit, bakteri, bahan kimia, nitrat, merkuri, timah, ataupun feses, maka dapat menimbulkan beragam masalah kesehatan berikut ini jika masuk ke dalam tubuh.

  • Kandungan timah yang terdapat di dalam air tanah jika dikonsumsi secara terus menerus selama beberapa tahun dapat menyebabkan masalah perkembangan mental pada anak-anak dan bayi. Bahkan dapat menimbulkan tekanan darah tinggi dan gangguan pada ginjal.
  • Kandungan parasit cryptosporidium di dalam air tanah merupakan patogen yang dapat menimbulkan gangguan pencernaan yang mematikan.
  • Kandungan nitrat di dalam air tanah jika masuk ke dalam tubuh bahkan hingga ke usus, dapat berubah menjadi nitrit. Akibatnya, darah akan mengalami kesulitan untuk menyalurkan oksigen ke dalam organ tubuh. Air yang terkontaminasi dengan nitrat bisa menjadi ancaman dalam pertumbuhan mental dan fisik bagi bayi.
  • Kandungan bakteri Cyanobacteria di dalam air dapat menimbulkan beragam masalah kesehatan jika bersentuhan dengan kulit atau dikonsumsi. Seperti muntah, diare, demam, mual, pusing, sakit tenggorokan, perut keram, mulut melepuh, kerusakan organ hati, sakit sendi, otot, iritasi kulit, mata, asma, ruam, dan masih banyak lagi.
Beberapa jenis air tanah yang terkontaminasi mungkin masih dalam taraf aman, tapi bagaimanapun taraf keamanan air tanah di wilayah Anda, dianjurkan menghindari penggunaan air tanah bagi kerabat yang sedang hamil, bayi, anak-anak, pasien kemoterapi, pasien transplantasi, dan pengidap HIV.

Jika Anda merasa bahwa air tanah di wilayah Anda tergolong aman atau bersih dan hanya mengalami masalah dengan rasa dari air tersebut, cobalah untuk meletakkan air di dalam kulkas, dengan begitu klorin yang terdapat di dalamnya akan menghilang. Selain cara ini, Anda juga bisa membeli alat penyaring air khusus. Klorin adalah disinfektan atau pembasmi kuman yang biasanya digunakan untuk mengatasi masalah air yang mengalami kontaminasi.

Begitu pentingnya air dalam kehidupan sehari-hari, maka perlu diperhatikan keamanannya. Air tanah yang dikonsumsi begitu saja bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Cobalah untuk menanyakan beberapa pihak yang bertanggung jawab atas kelayakan air di wilayah Anda, hal ini untuk memastikan apakah air tanah masih dalam taraf aman atau tidak. Dan segeralah periksakan diri Anda ke dokter jika Anda atau kerabat mengalami gejala seperti mual atau pusing setelah mengonsumsi air tanah