Aktivitas yang Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi dan Cara Mengatasinya

Banyak aktivitas sehari-hari yang tanpa disadari dapat menyebabkan terjadinya nyeri sendi. Lokasi timbulnya nyeri sendi yang paling umum yaitu di lutut, pergelangan kaki dan sekitar bahu. Ketahui cara perawatan yang dapat Anda lakukan di rumah.

Nyeri sendi disebabkan karena adanya cedera yang memengaruhi jaringan ligamen dan tendon sekitar sendi. Umumnya, nyeri sendi menyebabkan rasa sakit pada bagian tubuh yang mengalami cidera, tingkat keparahan dan rasa sakit yang ditimbulkan dari nyeri sendi bervariasi mulai dari yang ringan, menengah hingga tingkat yang parah.

Voltaren Article 1 - Aktivitas yang Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi dan Cara Mengatasinya image

Penyebab Nyeri Sendi

Berbagai hal dapat menjadi faktor risiko terjadinya nyeri sendi, dimulai dari asupan nutrisi yang kurang seimbang, berat badan berlebih, penambahan usia, jenis pekerjaan, pengaruh stress, hingga aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari dan terjadinya cedera juga dapat memengaruhi timbulnya keluhan nyeri sendi.

Penyebab dari nyeri sendi sendiri terbilang beragam, namun beberapa aktivitas fisik juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri sendi seperti :

  • Berdiri terlalu lama

Berdiri yang dilakukan terlalu lama dapat menyebabkan nyeri sendi, pasalnya, tumpuan tubuh akan diberikan dalam jangka waktu yang panjang dan memengaruhi ruang-ruang antar sendi, terutama pada sendi-sendi panggul, lutut dan kaki.Jika Anda memiliki pekerjaan yang mengharuskan berdiri hampir sepanjang jam kerja, sesekali cobalah untuk meregangkan lutut Anda dengan menekuk lutut sebentar secara bergantian untuk meminimalisir terjadinya nyeri sendi. Sebaliknya, duduk atau tidur terlalu lama, juga dapat mencetuskan nyeri sendi, akibat ruang antar sendi yang lama tidak digunakan untuk bergerak maupun menopang beban tubuh.

  • Mengangkat beban berat

Kegiatan mengangkat beban yang terlalu berat juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri sendi pada bagian punggung. Selain mengangkat beban yang berat, mengangkat atau memindahkan barang dengan posisi tubuh yang salah juga dapat memicu nyeri sendi pada bagian punggung. Saat memindahkan suatu barang, berhati-hatilah agar cedera punggung dapat terhindarkan.

  • Melompat

Beragam situasi maupun aktivitas, kadang mengharuskan kita untuk melompat untuk mencapai suatu lokasi tujuan, hal yang sering disepelekan ini, ternyata dapat menyebabkan nyeri dan cedera sendi, bila tidak berhati-hati dalam melakukannya.

  • Olahraga yang berlebih

Olahraga memang mampu membangun kekuatan otot dan memelihara kesehatan sendi namun, jika dilakukan secara berlebihan, olahraga juga dapat menyebabkan nyeri sendi. Beberapa olahraga pun juga ditengarai memicu terjadinya nyeri sendi pada bagian tubuh tertentu. Seperti olahraga lari dan basket yang menjadikan lutut sebagai tumpuan saat melompat. Pada ke dua jenis olahraga ini, risiko untuk mengalami nyeri sendi pada bagian lutut dan pergelangan kaki cenderung lebih besar.

  • Cedera

Keseleo yang disebabkan karena cedera saat berolahraga juga dapat menyebabkan nyeri sendi pada bagian tubuh yang mengalami cedera.  Umumnya, olahraga yang menuntut pergerakan otot secara berulang seperti olahraga bulu tangkis, dayung, dan golf lebih berisiko mengalami keseleo. Kegiatan angkat beban dan beragam jenis latihan di sasana olahraga yang umumnya bersifat repetitif juga dapat menjadi penyebab terjadinya cedera dan nyeri sendi.Terutama bila dilakukan dengan cara atau tumpuan yang salah, tidak dilakukan secara bertahap, dan tanpa didahului dengan pemanasan yang cukup.

Mengatasi Nyeri Sendi di Rumah

Sebagai penanganan awal nyeri sendi, dapat Anda lakukan di rumah. Anda dapat mencoba melakukan tindakan yang dikenal sebagai RICE yakni :

  • Rest
    Beristirahat dan menjaga sendi yang terpengaruh, akan memberi waktu pemulihan bagi sendi, dan mengurangi nyeri yang ditimbulkannya.
  • Ice
    Suhu dingin yang dipaparkan melalui es pada area yang mengalami nyeri sendi, akan membantu untuk mengalihkan rasa nyeri maupun mengurangi pembengkakan bila terdapat cedera jaringan sendi. Anda bisa membungkus es dengan kain lembut dan mengompreskannya pada sendi.
  • Compression
    Penekanan pada sendi bisa dilakukan dengan menggunakan perban elastis, untuk membantu membantu mengurangi bengkak dan menjaga posisi sendi. Namun pastikan Anda tidak melilitkan perban terlalu ketat, agar peredaran darah tetap terjaga.
  • Elevation
    Tempatkan bagian yang mengalami nyeri sendi, lebih tinggi daripada tubuh, misalnya dengan mengganjal bantal pada kaki atau lutut yang mengalami nyeri sendi.

Selain itu, Anda juga dapat mandi air hangat, terutama pada pagi hari agar tubuh lebih rileks, dan rasa nyeri yang muncul dapat berkurang.

Selain perawatan sederhana tersebut, Anda juga dapat menggunakan krim atau obat topikal yang dapat dioleskan pada bagian tubuh yang mengalami nyeri sendi. Misalnya, obat topikal yang mengandungan capsaicin. Obat ini dapat mengalihkan nyeri sendi yang dialami, sehingga terasa berkurang. Hanya saja, kandungan capsaicin dapat menyebabkan munculnya rasa tidak nyaman berupa rasa panas pada bagian tubuh yang dioleskan krim tersebut.

Obat topikal lain yang bisa menjadi pilihan adalah yang mengandung natrium diclofenac. Obat ini tergolong obat anti peradangan non steroid (OAINS). Berbeda dengan capsaicin, kandungan natrium diclofenac mampu mengatasi masalah nyeri sendi tanpa menimbulkan rasa panas pada bagian tubuh yang dioleskan.  Obat topikal jenis ini diketahui efektif pada nyeri sendi di berbagai area tubuh, seperti lutut, kaki, pergelangan kaki, siku, pergelangan tangan dan tangan. Selain manfaatnya untuk mengurangi nyeri, sifat anti-inflamasi dari natrium diclofenac, dapat mengurangi reaksi peradangan pada area yang dioleskan.

Untuk menghindari terjadinya nyeri sendi, ada baiknya bila Anda senantiasa lakukan peregangan sendi setiap sebelum dan sesudah maupun di sela-sela aktivitas, rutin berolahraga, hindari memforsir berbagai aktivitas, serta jalani pola hidup yang sehat.

Jika pengobatan di rumah tidak mampu mengatasi nyeri sendi yang dialami, segera berkonsultasi kepada dokter. Apalagi jika disertai dengan gejala lain seperti bengkak, tampak kemerahan dan terasa sakit ketika ditekan atau berlangsung lebih dari dua minggu meski sudah dilakukan pengobatan di rumah.