Alasan Kenapa Mendaki Gunung Butuh Persiapan yang Memadai

Mendaki gunung telah menjadi kegiatan yang populer di antara anak-anak dan remaja. Namun karena medan yang ditempuh tidaklah mudah, maka masalah kesehatan dan kondisi fisik harus diperhatikan dengan saksama.

Salah satu hal yang membuat olahraga mendaki gunung kian digemari adalah pengalaman seru yang didapatkan. Pemandangan indah selama perjalanan dan saat tiba di puncak merupakan garansi kepuasan yang akan membuat segala perjuangan saat mendaki menjadi terasa sepadan.

alasan kenapa mendaki gunung butuh persiapan yang memadai - alodokter

Pastikan Memperhatikan Faktor Keamanan

Agar mendaki gunung bisa dilakukan dengan baik, seorang pendaki harus membawa peralatan yang tepat. Selain untuk mempermudah , peralatan yang tepat juga berguna untuk menjaga keamanan. Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan antara lain:

  • Pakaian juga ikut menentukan

Pakaian yang dikenakan merupakan salah satu faktor kunci bagi keamanan dan kenyamanan dalam melakukan pendakian. Dengan pakaian yang tepat, gerakan dan manuver saat mendaki akan lebih mudah dilakukan. Karena medan yang ditempuh nantinya melibatkan ketinggian, usahakan pakaian yang digunakan mampu melindungi diri dari keadaan cuaca yang ada di sana. Kondisi cuaca yang mudah berubah juga harus diantisipasi.

  • Alas kaki dan tongkat yang tepat

Memakai sepatu yang tepat bisa menjadi kunci untuk menaklukkan medan pendakian. Sepatu yang pas di kaki akan memberikan kenyamanan pada pergelangan kaki, stabilitas, dan pijakan. Jika pendakian dilakukan di daerah yang berbatu, gunakan satu atau dua tongkat untuk membantu menjaga keseimbangan di bagian yang tidak rata dan untuk membantu mengurangi efek benturan pada lutut, pinggul, pergelangan kaki, dan pinggang belakang.

  • Bawa makanan dan air secukupnya

Karena puncak gunung cenderung jauh dari peradaban, maka pastikan untuk membawa makanan dan minuman secukupnya. Usahakan ransel yang digunakan tepat dan cocok untuk membawa perlengkapan tersebut.

Masalah Kesehatan yang Mungkin Muncul

Salah satu masalah kesehatan yang berpotensi dialami oleh para pendaki adalah altitude sickness atau penyakit akibat ketinggian. Penyakit ini biasa mendera ketika seseorang tidak mendapatkan cukup oksigen di ketinggian. Gejala yang muncul dari gangguan ini adalah sakit kepala, hilang nafsu makan, dan susah tidur.

Gejala lain yang mungkin muncul antara lain lemah, lelah, sakit perut, muntah, dan pusing. Munculnya penyakit ini biasa diakibatkan oleh terlalu cepatnya perpindahan dari dataran rendah menuju dataran dengan ketinggian 2.400 meter atau lebih.

Jika kondisi ini berkembang menjadi lebih parah, maka penyakit ketinggian kemudian akan berkembang menjadi dua macam, penyakit ketinggian edema paru atau penyakit ketinggian edema serebral. Yang pertama diakibatkan oleh terlalu banyaknya cairan di paru-paru, sedangkan jenis kedua akibat cairan terlalu banyak menumpuk di otak.

Gejala-gejala yang kemungkinan muncul jika penyakit ketinggian berkembang ke arah yang parah, antara lain:

  • Mengalami sesak napas.
  • Kulit dan kuku berwarna biru yang merupakan tanda-tanda kekurangan oksigen.
  • Sering mengalami batuk sebagai tanda paru-paru terdapat cairan berlebih.
  • Keluar dahak. Dahak mungkin berbusa dan berwarna merah muda yang menandakan adanya darah yang berasal dari jaringan paru-paru yang rusak.
  • Jantung berdebar kencang.
  • Tidak mampu duduk atau berjalan dengan benar.
  • Sering berperilaku tidak masuk akal, seperti tidak mau mengakui adanya gejala.

Cara Mencegah dan Menangani Penyakit Ketinggian

Untuk mencegah penyakit ketinggian yang mungkin terjadi saat mendaki gunung, para pendaki sebaiknya melakukan tindakan pencegahan. Tindakan yang paling efektif adalah dengan cara naik secara perlahan-lahan saat hendak mencapai puncak atau ketinggian tertentu. Selain itu, pendaki juga sebaiknya membatasi aktivitas selama awal-awal pendakian untuk meminimalkan risiko munculnya penyakit ini.

Jika terkena penyakit ketinggian akut saat mendaki gunung, usahakan untuk tetap tenang dan tidak panik. Kondisi ini bukanlah kondisi serius dan bisa pulih sendiri dengan cukup beristirahat. Jika perlu, konsumsilah obat analgesik untuk meminimalkan rasa sakit. Penyakit ketinggian akut juga bisa dikurangi gejalanya dengan cara mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

Jika kondisi sudah kian parah dan cara meminimalkan gejala masih belum berhasil, sebaiknya pendaki turun ke tempat yang lebih rendah. Memberikan obat diuretik juga dianjurkan untuk mengurangi penumpukan cairan di dalam tubuh. Tindakan lain yang bisa membantu adalah dengan memberikan oksigen dari tabung oksigen portabel.

Memburuknya kondisi kesehatan bisa terjadi saat sedang mendaki gunung, membuat para pendaki sudah selayaknya mempersiapkan peralatan secukupnya untuk mengantisipasi hal-hal semacam ini. Persiapan yang tidak kalah pentingnya yang harus dilakukan sebelum melakukan pendakian adalah persiapan kondisi fisik dan mental. Tanpa kesiapan fisik, mental, dan peralatan yang baik, maka kegiatan yang seharusnya menyenangkan ini bisa berubah menjadi bencana.