Amankah Menggunakan Produk Kecantikan untuk Ibu Hamil?

Walaupun sedang hamil, tidak ada larangan lho buat ibu hamil tetap tampil cantik. Namun, saat menggunakan produk kecantikan harus lebih berhati-hati dan memperhatikan bahan yang terkandung di dalamnya. Ada beberapa bahan yang perlu dihindari saat kehamilan agar tidak membahayakan kondisi janin dalam kandungan

Saat kamu hamil, apa saja yang masuk ke dalam tubuhmu dapat mempengaruhi janin yang sedang tumbuh. Begitu juga dengan penggunaan produk kecantikan yang kamu gunakan. Setiap produk kecantikan yang dioles pada kulitmu mempunyai potensi untuk diserap ke dalam aliran darah dan mungkin juga bisa melewati plasenta.

Penting ibu hamil perlu mengetahui produk kecantikan mana yang perlu dihindari saat kehamilan. Yuk, kita cari tahu apakah produk kecantikan yang kamu gunakan sudah aman atau belum.

Pemutih Gigi

Peroksida adalah bahan aktif yang terkandung pada pemutih gigi. Walaupun aman digunakan, namun belum diketahui apakah zat tersebut dalam mempengaruhi janin saat kehamilan. Untuk itu, selama kehamilan, disarankan untuk menghindari tindakan pemutihan gigi. Kamu bisa memilih pasta gigi dengan pemutih sebagai alternatif yang lebih aman. Yang paling penting tetap menyikat gigi dan memeriksakan gigi secara teratur ke dokter gigi.

Tabir Surya

Walaupun sedang hamil, kamu perlu mendapatkan perlindungan dari sinar UV dengan menggunakan tabir surya yang memiliki SPF minimal 30. Sayangnya tidak semua tabir surya aman digunakan oleh ibu hamil. Karena zat yang terkandung di dalamnya dapat masuk ke dalam aliran darah dan mempengaruhi kondisi janin.

Produk tabir surya yang perlu dihindari antara lain yang mempunyai kandungan oksibenzon, sebab kemungkinan mempengaruhi berat badan bayi yang rendah. Selain itu, bahan-bahan lain seperti octocrylene, homosalate, 4-methylbenzylidene camphor dan para-aminobenzoic acid (PABA), yang dapat memicu iritasi serta alergi, terutama pada kulit sensitif.

Agar lebih aman, kamu dapat menggunakan topi saat berada di bawah sinar matahari dan batasi terpapar sinar matahari di antara jam 10 pagi hingga jam 4 sore, karena sinar ultraviolet sangat tinggi pada rentang waktu tersebut.

Produk Perawatan Jerawat

Kebanyakan ibu hamil mengalami tumbuh jerawat pada trimester pertama kehamilannya, karena adanya perubahan kadar estrogen atau fluktuasi hormon. Hindari penggunaan produk untuk jerawat yang mengandung isotretinoin, tretinoin dan tetrasiklin, karena berbahaya selama kehamilan dan dapat menyebabkan cacat lahir.

Retinoid atau juga dikenal dengan tretinoin biasanya juga ditemukan pada beberapa pelembab antiaging dan beragam perawatan jerawat. Ini merupakan senyawa turunan vitamin A untuk mempercepat regenerasi kulit dan mencegah rusaknya kolagen pada kulit.

Untuk membantu mengurangi jerawat, gunakan produk pembersih wajah yang mengandung asam salisilat tidak lebih dari 2%. Kandungan sebesar ini masih dianggap aman untuk ibu hamil. Namun, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda, sebelum menggunakan pengobatan apapun, agar tidak membahayakan kehamilan dan janin.

Parfum

Kendati penggunaan parfum tergolong aman selama kehamilan, tapi ada beberapa hal yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Sebaiknya hindari parfum yang mengandung phthalate. Meski belum memiliki bukti klinis yang jelas, namun bahan yang membantu menjaga wangi bisa bertahan lebih lama itu, diketahui mungkin bisa mengganggu janin dalam kandungan.

Penggunaan parfum sebaiknya dibatasi saat hamil. Selain itu, parfum juga memiliki kemungkinan memicu sensitivitas penciuman, sakit kepala, mual dan muntah. Sebagai alternatif, ibu hamil dapat memanfaatkan beberapa tetes minyak esensial untuk meningkatkan mood.

Sampo

Sodium lauryl sulfate (SLS), merupakan salah satu bahan yang banyak terkandung pada sampo dan sering dikaitkan dengan cacat lahir jika digunakan oleh ibu hamil. Bahan lain yang biasa terkandung seperti paraben, wewangian sintetis, phthalate dan pengawet methylisothiazolinone, kemungkinan dapat mempengaruhi janin dalam kandungan. Sayangnya, hampir semua sampo mengandung zat-zat kimia tersebut.

Disarankan ibu hamil tidak terlalu sering keramas. Cukup lakukan seminggu sekali saja. Bila menggunakan kondisioner, oleskan saja pada ujung rambut jangan hingga ke akar rambut. Atau, kamu juga bisa menggunakan masker rambut alami yang terbuat dari yoghurt dan telur.

Make up

Untuk kamu yang terbiasa menggunakan makeup, harus mulai memperhatikan bahan yang terkandung didalamnya saat hamil. Sama halnya pada produk perawatan jerawat, kamu harus menghindari make up atau tata rias dengan kandungan asam retinoat atau salisilat.

Jika, memerlukan make up selama kehamilan pilihlah yang mempunyai label noncomedogenic atau nonacnegenic yaitu bahan yang bebas minyak dan tidak menyumbat pori-pori. Produk ini dianggap aman untuk janin kamu. Untuk lebih aman, kamu bisa menggunakan make up dengan bahan dasar mineral.

Lipstik

Berbagai merek lipstik mengandung bahan logam seperti kadmium, aluminium, kobalt, titanium, mangan, kromium, tembaga, dan nikel. Ketika lipstik digunakan di bibir, bahan-bahan yang terkandung didalamnya berisiko terserap ke dalam kulit, bahkan tertelan saat sedang makan dan minum.

Timbal pada lipstik yang digunakan ibu hamil dapat menyebabkan keracunan pada janin dan meningkatkan risiko keguguran. Risiko ini meningkat seiring semakin seringnya terpapar oleh bahan tersebut, yang dikhawatirkan dapat membahayakan perkembangan otak, ginjal, dan sistem saraf bayi

Sebaiknya ibu hamil memilih lipstik dengan membaca kandungannya terlebih dahulu. Selain itu, batasi penggunaan lipstik secara berlebihan saat hamil.

Kutek dan Hairspray

Risiko pewarna kuku atau kutek bersama dengan hairspray, yaitu mengandung phthalate. Bahan ini kemungkinan menyebabkan cacat lahir pada bayi. Meskipun masih harus dilakukan penelitian mengenai hal tersebut.

Sebaiknya gunakan kutek tanpa kandungan phthalate dan hindari ruang tertutup saat menggunakan kutek. Lalu sebagai alternatif penggunaan hairspray, kamu dapat kamu memakai mousse atau gel rambut.

Untuk ibu hamil, sebelum menggunakan produk kecantikan sebaiknya kamu selalu membaca labelnya untuk mengetahui bahan yang terkandung di dalamnya. Jika saat ini kamu menggunakan produk yang mengandung bahan berbahaya, jangan panik ya.

Kebanyakan dari bahan kosmetik mengandung bahan-bahan diatas tidak dalam jumlah besar, hingga menimbulkan banyak masalah, namun mengingat potensinya, alangkah lebih baik bila dihindari. Untuk sementara waktu, hentikan dulu pemakaian produknya dan ganti dengan produk yang aman. Jangan ragu juga untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memilih produk kecantikan.