Analisis Cairan Sinovial Dapat Mencari Penyebab Gangguan Sendi

Ditinjau oleh: dr. Allert Noya

Cairan sinovial atau cairan sendi merupakan cairan kental yang melumasi sendi-sendi tubuh sehingga mudah untuk bergerak.  Analisis cairan sinovial dapat dilakukan pada seseorang yang mengalami gangguan sendi agar dapat diketahui penyebabnya.

Gangguan sendi dapat ditandai dari gejala awal berupa kaku atau nyeri sendi saat bergerak. Semakin bertambah usia seseorang, maka risiko gangguan sendi akan semakin tinggi.

analisis cairan sinovial dapat mencari penyebab gangguan sendi - alodokter

Prosedur Analisis Cairan Sinovial

Analisis cairan sinovial atau cairan sendi dapat direkomendasikan ketika timbul keluhan nyeri sendi, maupun pembengkakan pada sendi yang tidak diketahui penyebabnya. Gejala yang menyertai umumnya berupa kemerahan, atau hambatan gerak pada bagian tubuh tertentu.

Dalam melakukan analisis ini, dokter mungkin akan melakukan anestesi atau pemberian obat bius lokal sebelum melakukan penyuntikan pada daerah sendi yang meradang agar tidak terasa menyakitkan.

Setelah dilakukan anestesi, prosedur pengambilan cairan sinovial akan dimulai. Jarum suntik akan diarahkan untuk mengambil sampel cairan sinovial dari bagian sendi yang meradang untuk diperiksa. Proses ini dapat dilakukan di ruangan dokter dan hanya berlangsung beberapa menit.

Umumnya cairan sinovial cenderung tidak berwarna atau bening layaknya putih telur. Namun jika terjadi peradangan pada sendi, warna cairan sinovial dapat mengalami perubahan menjadi berwarna kuning keruh. Sedangkan bila peradangan dipengaruhi oleh infeksi pada cairan sinovial maka dapat berwarna kuning kehijauan. Ketika cairan sinovial mengalami perubahan warna menjadi kemerahan, umumnya terjadi pula perdarahan pada bagian sendi.

Selain itu, tingkat kekentalan cairan sinovial juga turut diperiksa. Pasalnya, pada penderita artritis, cairan sinovial akan lebih encer karena penurunan produksi asam hialuronat.

Perlu Diperhatikan Sebelum dan Setelah Analisis

Bagi Anda yang akan melakukan analisis cairan sinovial, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Sebelum langkah medis ini diambil, disarankan untuk memberi tahu dokter yang menangani mengenai riwayat alergi obat yang diderita untuk menghindari reaksi alergi yang mungkin terjadi selama analisis cairan sinovial dilakukan.

Beritahu pula kepada dokter mengenai riwayat pengobatan, termasuk obat herbal atau suplemen yang dikonsumsi sebelum analisis cairan sinovial dilakukan. Analisis cairan sinovial tidak dianjurkan bagi pasien yang:

  • Menggunakan obat pengencer darah, seperti warfarin.
  • Menjalani pengobatan yang dapat memperlambat pembekuan darah seperti obat anti inflamasi non-steroid (OAINS).
  • Cairan sinovialnya terlalu sedikit dalam sendi.
  • Baru saja menjalani terapi suntik kortison pada sendi.
  • Mengalami infeksi kulit pada area sekitar sendi yang meradang.

Setelah melakukan analisis cairan sinovial dan penyebab nyeri sendi sudah diketahui, dokter akan merekomendasikan cara penanganan, baik dengan pemberian obat-obatan, fisioterapi, atau operasi.

Pasca analisis cairan sinovial dilakukan, penting untuk menjaga area sendi tetap bersih dan kering agar terhindar dari infeksi. Rasa nyeri dan tidak nyaman pada sendi mungkin akan dirasakan selama beberapa hari pasca analisis cairan sinovial dilakukan.

Untuk mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan pasca tindakan ini, obat pereda nyeri mungkin akan diberikan oleh dokter. Pastikan bahwa Anda hanya mengonsumsi obat pereda nyeri yang dianjurkan dokter karena beberapa obat pereda nyeri seperti aspirin dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Jangan biarkan gangguan sendi berlarut-larut, segeralah periksa ke dokter. Konsultasikan kemungkinan dilakukannya analisis cairan sinovial untuk membantu memastikan penyebab kondisi tersebut.

Sources