Antibiotik Bisa Memicu Kekebalan Bakteri

Sejak ditemukan antibiotik oleh Alexander Flemming pada tahun 1920-an, penggunaan antibiotik kini sudah menyebar ke seluruh dunia. Namun kecenderungan yang terjadi, penggunaan antibiotik secara berlebihan justru menimbulkan kerugian. Tidak hanya bagi orang yang mengonsumsi antibiotik, pada sisi lain akan berdampak lebih luas.

Ada berbagai antibiotik yang tersedia dengan beragam merek. Biasanya antibiotik dikelompokkan berdasarkan bagaimana cara kerjanya. Tiap jenis antibiotik hanya bekerja melawan bakteri atau parasit jenis tertentu. Itulah alasan antibiotik yang berbeda digunakan untuk mengobati jenis-jenis infeksi yang berbeda pula.

antibiotik bisa memicu kekebalan bakteri - alodokter

Pemilihan Antibiotik

Pilihan antibiotik tergantung pada beberapa hal, antara lain:

  • Jenis bakteri yang dituju.
  • Bagian mana dari bakteri yang dituju.
  • Tujuan penggunaan untuk membunuh seluruh bakteri atau terbatas menghentikan perkembangannya.
  • Seberapa lama antibiotik akan digunakan.
  • Bagaimana antibiotik itu akan digunakan.
Faktor-faktor lain yang memengaruhi pilihan sebuah antibiotik, termasuk seberapa parah infeksi yang terjadi, bagaimana kondisi ginjal dan hati, jadwal konsumsi serta obat lain yang menyertai, kemungkinan efek samping, dan catatan alergi pasien terhadap antibiotik. Atau, jika Anda sedang hamil atau menyusui, ada sejumlah antibiotik yang dianggap tidak aman. Dokter terkadang memilih antibiotik khusus jika mengetahui adanya pola infeksi tertentu dalam komunitas Anda.

Penelitian yang dilakukan University of Utah terhadap dokter di Amerika Serikat menyimpulkan, sekitar 60 persen dari resep antibiotik yang diberikan tergolong jenis antibiotik yang paling kuat. Antibiotik tersebut tergolong memiliki spektrum yang luas dengan kemampuan membunuh berbagai jenis bakteri. Sayangnya, lebih dari 25 persen dari kasus yang diteliti, resep tersebut tidak berguna karena infeksi berasal dari virus, kondisi yang dapat diobati tanpa antibiotik.

Pada kenyataannya, penggunaan antibiotik secara tidak tepat akan menempatkan pasien pada potensi risiko yang tidak perlu terjadi. Lebih jauh lagi, terlalu banyak menggunakan antibiotik dapat memicu resistensi bakteri terhadap antibiotik.

Potensi Resistensi

Bagaimana jika suatu hari antibiotik tidak lagi efektif melawan bakteri? Hal itu sungguh mengkhawatirkan, mengingat selama ini antibiotik merupakan obat yang menjadi andalan dalam mengobati berbagai jenis penyakit yang disebabkan bakteri, mulai dari infeksi kulit dan telinga hingga infeksi darah yang mengancam jiwa.

Bakteri mampu berkembang dengan sangat cepat. Bakteri juga mampu beradaptasi dan bertahan terhadap efek antibiotik. Ini yang disebut dengan resistensi antibiotik, yaitu ketika antibiotik tidak mampu memusnahkan bakteri yang sebelumnya dapat ditangani.

Penggunaan antibiotik berlebihan dan secara tidak tepat merupakan masalah yang dapat mendorong resistensi, sekaligus berpotensi menimbulkan efek samping dan reaksi alergi.

Resistensi antibiotik kini disebut sebagai masalah kesehatan global. Tidak seperti obat lain, penggunaan antibiotik memiliki konsekuensi yang lebih luas. Ketika seseorang menyalahgunakan antibiotik, berarti membantu menciptakan mikroorganisme yang resisten, dengan kemungkinan menyebabkan infeksi baru dan sulit diobati pada diri sendiri dan orang di sekitarnya. Bijaklah dalam mengonsumsi antibiotik demi melindungi kesehatan pribadi, keluarga, tetangga, dan komunitas di sekitar.

Cara Mengonsumsi Secara Tepat Guna

Antibiotik dapat menjadi penyelamat jika digunakan secara tepat, tapi juga bisa membahayakan kesehatan jika tidak mengikuti aturan penggunaan yang dianjurkan dokter. Cobalah perhatikan langkah-langkah yang benar dalam mengonsumsi antibiotik.
  • Konsumsi antibiotik sebagaimana diresepkan sesuai dengan anjuran. Jangan menghentikan konsumsi obat hanya karena Anda merasa lebih baik.
  • Konsultasikan dengan dokter kapan saat yang tepat untuk menggunakan antibiotik. Jangan memaksa dokter untuk memberikan antibiotik terhadap penyakit akibat virus. Ingat, antibiotik hanya efektif melawan infeksi bakteri, bukan infeksi virus.
Mulailah bertanggung jawab dalam mengonsumsi antibiotik. Berbeda dengan obat-obatan pada umumnya, langkah Anda dalam menggunakan antibiotik memiliki implikasi yang jauh lebih berat pada diri sendiri.