Apa yang Membedakan Otak Kiri dan Otak Kanan?

Bagian otak yang berada pada bagian atas disebut otak besar dan terbagi menjadi dua bagian: otak kiri dan otak kanan. Keduanya memiliki peran berbeda.

Otak besar atau cerebrum adalah bagian terbesar dari otak manusia dan terdiri dari bagian kanan dan kiri yang berperan menjalankan aktivitas sehari-hari manusia. Penelitian membuktikan bahwa otak kiri lebih banyak digunakan untuk proses berpikir secara logika dan dalam berbahasa, sementara bagian kanan lebih berperan untuk proses intuitif dan visual. Hal ini menjelaskan kenapa ketika satu sisi otak terserang stroke, maka beberapa fungsi spesifik otak terganggu.

Apa yang Membedakan Otak Kiri dan Otak Kanan-Alodokter

Berikut ini fungsi tubuh yang berhenti berfungsi ketika otak kanan terganggu atau rusak permanen:

  • Lumpuhnya saraf sensori pada bagian kiri.
  • Kelumpuhan pergerakan tubuh bagian kiri.
  • Gangguan penglihatan.
  • Berkurangnya kesadaran akan anggota tubuh.
  • Tidak mampu mengenali anggota tubuh.
  • Kehilangan kemampuan mengenali konsep ruang, seperti arah dan persepsi: ke bawah, atas, belakang, depan; juga kesulitan membaca peta.
  • Gangguan ingatan.
  • Perubahan tingkah laku, seperti depresi, tidak memahami situasi, atau melakukan tindakan yang tidak semestinya.
  • Kesulitan menemukan benda sehari-hari seperti pakaian atau perlengkapan mandi.

Sedangkan ketika otak kiri terserang stroke, berikut ini gangguan yang mungkin dirasakan penderita:

  • Gangguan dalam memahami bahasa dan bicara.
  • Kelumpuhan pada bagian kanan tubuh.
  • Kelumpuhan saraf sensori bagian kanan.
  • Perubahan perilaku, seperti kekhawatiran, depresi, keragu-raguan.
  • Gangguan penglihatan.
  • Tidak mampu membaca, mempelajari hal baru, dan menulis.
  • Kehilangan kemampuan menganalisis, berhitung, dan mengelola informasi.
  • Gangguan ingatan.

Dari perbedaan fungsi otak kanan dan kiri, terdapat teori yang menyatakan bahwa seseorang bisa didominasi otak kiri atau otak kanan dan hal ini kemudian berdampak pada pribadi dan kemampuannya. Benarkah demikian?

Apakah Tiap Manusia Memiliki Sisi Otak yang Lebih Dominan?

Banyak seminar dan buku yang menyebut tentang teori otak kanan dan otak kiri dan pengaruhnya terhadap bidang pekerjaan manusia. Teori tersebut menyatakan bahwa tiap bagian otak mengontrol cara berpikir yang berbeda-beda dan bagaimana tiap bagian dapat menentukan karakteristik, bahkan jenis pekerjaan yang tepat untuk tiap orang. Orang yang dominan otak kiri sering diidentikkan kepada watak yang analitis, objektif, berorientasi detail, dan logis. Sementara orang dengan dominan otak kanan disebut lebih subjektif, pemikir, mengikuti intuisi, dan kreatif. Namun apakah teori tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah?

Hasil pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) ternyata tidak mengindikasikan bahwa salah satu bagian otak lebih mendominasi atau memengaruhi kepribadian seseorang. Ahli saraf di Universitas Utah melakukan penelitian yang bertujuan mengidentifikasi apakah orang-orang lebih cenderung menggunakan otak kanan atau otak kiri dalam berpikir dan beraktivitas. Upaya ini melibatkan tes terhadap lebih dari 1.000 orang yang berusia 7-29 tahun. Hasil penelitian tidak menemukan bukti-bukti yang mendukung teori dominan otak kanan atau otak kiri. Kedua sisi otak saling terhubung dan berkomunikasi. Orang yang otak kirinya lebih aktif memiliki jumlah jaringan saraf yang sama pada bagian kanan dan sebaliknya.

Penelitian tersebut membenarkan bahwa tiap bagian otak memiliki fungsinya masing-masing. Misalnya otak bagian kanan bertugas untuk fokus mengikuti arahan, sedangkan otak bagian kiri berperan menjalankan fungsi berbahasa. Memang benar ada bagian otak yang lebih sering digunakan dibandingkan yang lain, tapi ini bukan berarti salah satu sisi otak lebih dominan daripada sisi satunya. Dengan demikian tidak ada hubungan antara dominan otak kanan versus otak kiri terhadap tipe kepribadian manusia.

Akan lebih baik untuk memaksimalisasi fungsi kedua bagian otak karena baik otak kanan maupun otak kiri sama-sama berperan aktif bagi manusia dalam menjalani aktivitasnya.