Apakah Aman Melakukan 5 Hal Ini saat Hamil?

Sudah sewajarnya saat kamu sedang hamil akan merasa takut atau parno jika ingin melakukan apa pun. Alasannya sederhana saja, kamu mengkhawatirkan dampaknya kepada janin di rahimmu. Apalagi, perubahan fisik yang terjadi di masa-masa kehamilan nyatanya bisa membatasi ruang gerakmu. Namun, tidak semua hal dinilai berbahaya untuk dilakukan saat hamil, lho!

Setidaknya ada lima hal yang bisa membuat ibu hamil bertanya-tanya mengenai tingkat keamanan tidur tengkurap, menggunakan ponsel, melewati sensor pendeteksi logam, memakai komputer, bahkan hingga kerja di waktu malam.

Apakah Aman Melakukan 5 Hal Ini saat Hamil

Untuk mengetahui tingkat keamanan dari lima aktivitas tersebut, yuk, mari baca penjelasannya di bawah ini.

Tidur tengkurap. Tidur dengan posisi perut di bawah sebenarnya aman dilakukan hanya pada awal masa kehamilan karena di masa ini rahimmu masih berada di belakang tulang kemaluan sehingga benar-benar terlindungi dengan baik. Meski dianggap aman, posisi tidur tengkurap bisa membuat payudaramu menjadi nyeri akibat tertekan tubuh dan mungkin membuatmu tidak nyaman saat tidur.

Selanjutnya, kamu disarankan untuk menghindari posisi tidur tengkurap saat kondisi perut sudah membesar. Selain tidak nyaman, posisi ini bisa menyakiti janin di dalam kandungan. Sementara itu, tidur telentang juga tidak disarankan ketika kehamilanmu sudah berusia empat bulan karena posisi ini bisa menghambat peredaran darah dari tubuh bagian bawah ke jantung. Posisi terbaik saat perut sudah membesar adalah tidur dengan bertumpu pada sisi kiri tubuh.

Menggunakan ponsel. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa tidak ada risiko serius yang disebabkan penggunaan ponsel kepada kesehatan bayi. Sebuah penelitian menyatakan bayi yang terpapar dengan ponsel sebelum dan sesudah dilahirkan cenderung memiliki gangguan tingkah laku. Akan tetapi, studi ini memiliki banyak kekurangan sehingga hasilnya dipertanyakan. Untuk saat ini, wanita hamil bisa merasa aman dalam menggunakan ponsel. Walau demikian, kamu disarankan untuk tetap berhati-hati dalam menggunakannya. Cara yang bisa kamu lakukan adalah memakai hands-free saat menelepon dan membatasi waktu penggunaan ponsel.

Berjalan melewati sensor pendeteksi logam. Ketika sedang hamil, kamu tidak perlu takut memasuki tempat-tempat umum yang di pintu masuknya berdiri kokoh mesin pendeteksi logam. Mesin ini memang dapat mengeluarkan gelombang elektromagnetik guna mendeteksi benda-benda logam, namun frekuensi yang dikeluarkan tetap rendah dan aman dilalui oleh semua orang, termasuk ibu hamil. Perlu diketahui bahwa sistem pendeteksi logam hanya akan menembus pakaian tapi tidak kulit manusia.

Berkutat dengan komputer atau laptop sepanjang hari. Memakai komputer saat hamil terbilang aman karena alat elektronik ini mengeluarkan radiasi non ionisasi yang kadarnya tidak membahayakan janin. Yang jadi permasalahan bukan terletak pada radiasi dari komputer, melainkan fakta bahwa ibu hamil yang duduk dalam waktu lama saat berkutat dengan alat ini.

Duduk terlalu lama, baik bagi ibu hamil maupun semua orang, bisa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Jadi, kamu disarankan untuk beranjak dari kursi dan berjalan-jalan tiap beberapa jam sekali.

Jika kamu memakai laptop, jangan menaruhnya di atas perutmu karena aliran panas yang keluar dari alat ini dikhawatirkan bisa meningkatkan suhu tubuh. Disarankan untuk menempatkan laptop di paha atau di meja.

Kerja jam malam. Hingga saat ini, masih belum ada kepastian apakah kerja pada jam malam khususnya akan berefek pada kesehatan. Akan tetapi, sebuah penelitian menyebutkan bahwa ada risiko yang mungkin menimpa ibu hamil jika kerap bekerja di malam hari. Risiko tersebut berupa, ibu hamil berisiko memiliki bayi terlahir prematur atau bayi terlahir dengan berat badan rendah. Selain itu, ibu hamil bisa mengalami gangguan tidur, preeklamsia, hipertensi gestasional, atau bahkan keguguran. Risiko kekurangan vitamin D juga mungkin dialami ibu hamil yang jarang terkena sinar matahari akibat kebiasaan bekerja di malam hari. Walau demikian, risiko yang disebutkan sangatlah kecil, tetapi tidak ada salahnya bagi ibu hamil untuk berhati-hati. Bicarakan dengan atasan mengenai kesulitan bekerja di malam hari atau penggantian jadwal kerja, terutama jika ibu mengalami gejala stres psikologis.

Di sepanjang masa-masa kehamilan, kamu tetap bisa menjalani sejumlah aktivitas, meski tetap tidak boleh melupakan batasan-batasan yang ada. Agar ibu merasa aman dan tenang dalam beraktivitas, tidak ada salahnya untuk mengonsultasikan segala kekhawatiranmu kepada dokter kandungan.