Apakah Aman Menjadi Vegetarian saat Hamil?

Ibu hamil harus mendapatkan berbagai asupan kaya nutrisi demi menjaga kesehatan diri serta buah hati dalam kandungannya. Namun, bagaimana jika kamu termasuk kalangan vegetarian yang tidak bisa mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu, di mana justru direkomendasikan untuk ibu hamil?

Jawabannya adalah kamu tetap bisa menjalani pola makan vegetarian selama hamil, asalkan, kamu mengonsumsi asupan yang benar-benar terencana.

Apakah Aman Menjadi Vegetarian saat Hamil

Ada beberapa nutrisi yang sangat penting bagi ibu hamil yaitu zat besi dan vitamin B12. Zat besi dibutuhkan sebagai pembentuk sel-sel darah merah pembawa oksigen ke seluruh tubuhmu dan juga bayi. Jika kekurangan zat ini, kamu bisa merasa pusing, lemah, lelah, dan pucat. Bayi kamu juga berisiko lahir prematur dan memiliki berat badan rendah serta menderita anemia akibat defisensi zat besi.

Vitamin B12 juga berperan penting dalam proses pembentukan sel darah merah, sekaligus memelihara sistem saraf tetap sehat dan mengubah makanan menjadi energi yang dibutuhkan ibu hamil. Kekurangan vitamin ini saat hamil bisa meningkatkan risiko kamu melahirkan bayi cacat.

Sayangnya, kedua nutrisi ini lebih banyak ditemukan pada makanan hewani seperti ikan dan daging. Meski begitu, kamu tidak perlu khawatir karena hal tersebut bisa disiasati, kok.

Lalu, kamu juga membutuhkan asam folat yang bisa mencegah bayi lahir cacat, membantu produksi sel darah merah, bisa menurunkan risiko kamu mengalami keguguran serta melahirkan bayi prematur, atau bayi lahir dengan berat badan rendah.

Vitamin D dan kalsium juga wajib ada di piring kamu. Kedua asupan ini penting untuk menunjang pertumbuhan tulang bayi.

Lantas, darimana para vegetarian bisa mencukupi kebutuhan nutrisi tersebut?

Zat besi. Kamu bisa mengonsumsi sayuran berwarna hijau, buah-buahan kering, kacang-kacangan, roti gandum utuh, sereal yang difortifikasi zat besi, atau telur (jika kamu tipe vegetarian yang masih mengonsumsinya).

Vitamin B12. Jika kamu masih memperbolehkan produk sampingan hewani seperti susu, keju dan telur, kamu dapat menyertakan asupan ini dalam diet kamu. Selain itu, kamu juga bisa mengonsumsi sereal dan minuman kedelai yang difortifikasi oleh vitamin B12. Mengingat variasi makanan vitamin B12 untuk vegetarian sedikit, kamu bisa mengonsumsi suplemen tambahan yang mengandung vitamin ini.

Asam folat. Ada beberapa jenis makanan tinggi asam folat yang bisa kamu konsumsi seperti kacang tanah, bayam, asparagus, jeruk, atau sereal yang difortifikasi asam folat.

Vitamin D dan kalsium. Vitamin D dapat kamu temukan pada keju, kuning telur, serta produk makanan yang difortifikasi vitamin ini seperti sereal, jus jeruk, atau susu kedelai. Vitamin D juga bisa kamu peroleh dari paparan sinar matahari langsung pada kulit. Untuk memperoleh kalsium, kamu bisa mengonsumsi susu, keju, yogurt, bayam, sawi, susu kedelai, tahu, tempe, dan kacang merah.

Nutrisi di atas merupakan asupan terpenting yang harus ada dalam diet kamu yang sedang berbadan dua. Jadi, pastikan tiap harinya kamu mengonsumsi nutrisi tersebut. Oia, hindari menyeruput kopi dan teh karena minuman ini bisa menghambat tubuh menyerap zat besi yang terdapat pada sayuran.

Kalangan vegetarian yang sedang hamil juga disarankan untuk menjalani beberapa tes darah selama kehamilan guna mengetahui kadar zat besi pada tubuh. Jika kadar zat besi pada tubuhmu rendah, dokter mungkin merekomendasikan kamu untuk mengonsumsi suplemen zat besi.