Atasi Stres Kerja dengan Kecerdasan Emosional

Makin meningkatnya tuntutan kerja dapat membuat siapa pun menjadi stres. Tapi dengan melatih kecerdasan emosional untuk diterapkan di tempat kerja, stres dapat diredam.

Printer atau mesin fotokopi yang tidak berfungsi, koneksi internet yang lambat, atau konflik dengan bos atau rekan kerja bisa memicu stres di tempat kerja. Belum lagi dengan adanya beban kerja yang kian menumpuk dengan disertai hasil kerja yang tidak memuaskan.

atasi stres kerja dengan kecerdasan emosional - alodokter

Ketika stres di tempat kerja melanda, Anda bisa menjadi kurang produktif dan efektif. Pekerjaan yang Anda lakukan pun tampak tidak memuaskan. Selain mengganggu kinerja dan pekerjaan, stres juga dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan emosional yang lebih besar jika dibiarkan terus berlanjut.

Stres kerja dapat diatasi dengan kecerdasan emosional. Tapi sebelum kita membahasnya, ada baiknya kita mengetahui apa saja gejala-gejala stres di tempat kerja dan apa itu kecerdasan emosional.

Gejala dan Faktor Stres Kerja

Tanda dan gejala stres meliputi rasa cemas, tidak nafsu makan atau makan terlalu banyak, mudah gelisah, frustrasi, murung, rendah diri, mudah marah, tertekan, apatis (tidak peduli), pesimis, kehilangan minat dalam pekerjaan, ganggua tidur, kelelahan, sulit berkonsentrasi, sakit kepala, otot tegang, gangguan pada perut (sembelit, mual, diare), nyeri dada, detak jantung cepat, menarik dari dari pergaulan, gairah seks hilang, gugup, gemetar, sulit menelan, lupa, disorganisasi, hingga mengonsumsi minuman beralkohol atau obat-obatan.

Stres kerja dapat disebabkan oleh beberapa faktor:

  • Tanggung jawab bertambah, terlalu banyak pekerjaan, tidak bisa mengatakan tidak ketika diberi pekerjaan baru.
  • Kepuasan kerja dan kinerja, khawatir tentang pekerjaan atau prestasi kerja.
  • Komunikasi yang buruk dengan rekan kerja atau atasan, tidak mampu membicarakan kebutuhan, kekhawatiran, dan rasa frustrasi yang dialami.
  • Kurangnya dukungan dari atasan atau rekan kerja.
  • Ketidakpastian tentang pekerjaan.
  • Merasa seolah-olah tidak memiliki kuasa atas pekerjaan atau tugas.
  • Kondisi kerja yang buruk (ruang kerja sesak, berisik).
  • Takut dipecat.
  • Waktu lembur yang terlalu
  • Tekanan untuk melakukan pekerjaan sesuai harapan.
  • Tekanan untuk bekerja optimal sepanjang waktu.

Kecerdasan Emosional

Stres di tempat kerja dapat dikurangi atau diatasi dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan meningkatkan dan mengolah kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional (EQ atau EI) adalah kemampuan untuk memahami, memanfaatkan, dan mengelola emosi secara positif dan membangun.

Kecerdasan ini membantu dalam menjalin hubungan atau komunikasi yang kuat dengan orang lain, membuat keputusan yang baik, mengatasi perbedaan, dan menangani situasi sulit.

Stres Kerja dan Kecerdasan Emosional

Ada lima kunci yang harus dilakukan dan dikuasai dalam meningkatkan kecerdasan emosional guna mengatasi stres di kantor, yaitu:

  • Sadari jika Anda sedang stres. Oleh karena itu, temukan hal-hal yang membuat Anda tenang dengan melibatkan berbagai indra yang Anda punya.
  • Jangan mengabaikan emosi. Jika diabaikan, Anda tidak akan dapat memahami keinginan sendiri atau bahkan berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Kondisi emosi dapat memberi dampak kepada jalan pikiran dan tindakan, jadi perhatikan apa yang Anda rasakan agar dapat dicegah atau
  • Mengenali dan menggunakan isyarat nonverbal dan bahasa tubuh (kontak mata, ekspresi wajah, nada suara, postur dan gerakan tubuh, sentuhan) secara efektif. Komunikasi non verbal kadang kala lebih efektif dalam membangun hubungan kerja yang baik. Selain itu, cobalah membaca situasi nonverbal dari orang lain di tempat kerja.
  • Tidak ada penghilang stres yang lebih baik dan lebih cepat daripada tertawa lebar dan saling berbagi humor.
  • Menyelesaikan konflik secara positif. Abaikan kebencian atau sakit hati dan perhatikan perkataan dan isyarat nonverbal yang digunakan. Jika konflik tidak dapat diselesaikan, akhiri argument saat itu juga.

Kemunculan stres adalah normal untuk terjadi dan bisa dialami oleh siapa pun. Meski begitu, terlalu banyak atau terlalu lama mengalami stres akan memberi efek yang tidak baik. Hal itu dikarenakan stres dapat memicu penyakit jantung, tekanan darah tinggi, masalah punggung, atau depresi serta memperburuk kondisi penyakit kronis. Selain mengelola kecerdasan emosi, stres juga dapat diatasi dengan berkonsultasi pada psikolog.