Baca Ini Dulu Sebelum Mengonsumsi Multivitamin

Diperkirakan bahwa sebagian besar orang dewasa sering mengalami kekurangan vitamin C, D, A, serta mineral kalsium dan magnesium. Mengonsumsi multivitamin dianggap sebagian orang menjadi jalan keluar yang mudah untuk memenuhi kebutuhan tersebut,

Orang yang mengonsumsi multivitamin beranggapan bahwa pola makan yang sehat sekalipun masih belum mencukupi kebutuhan tubuh akan beragam nutrisi. Jika Anda berniat mengonsumsi multivitamin secara teratur, baca dulu fakta-fakta berikut.

Multivitamin-alodokter

Klaim Manfaat Multivitamin

Sebuah lembaga penelitian kesehatan menyarankan untuk rutin mengonsumsi multivitamin dengan vitamin D untuk mencukupi kebutuhan tubuh harian. Jika pola makan Anda tidak kaya akan sumber kalsium dan vitamin D seperti ikan, susu, dan sayuran, maka Anda perlu mengonsumsi suplemen vitamin D dan kalsium tersendiri. Hal ini dikarenakan pada umumnya kedua nutrisi tersebut tidak terkandung di dalam multivitamin.

Penelitian menemukan bahwa pada waktu-waktu tertentu, multivitamin memang dibutuhkan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan tubuh, antara lain:

  • Wanita hamil perlu mengonsumsi multivitamin atau suplemen yang mengandung asam folat untuk menghindari kelainan pada bayi.
  • Lansia mungkin perlu mengonsumsi multivitamin yang mengandung vitamin D dan kalsium untuk mengurangi risiko osteoporosis.

Ada banyak pilihan multivitamin yang diresepkan maupun dijual bebas di pasaran. Tapi bagaimana cara memilih yang tepat? Beberapa langkah berikut bisa menjadi panduan.

Cermati persentase. Pilih multivitamin yang mencantumkan tulisan 100% of the Daily Value (DV) atau yang memenuhi hampir seluruh kebutuhan harian mineral dan vitamin tubuh. Meski demikian magnesium dan kalsium umumnya tidak akan termasuk di dalamnya karena bisa jadi ukuran pilnya akan terlalu besar.

Baca label pada kemasannya dengan saksama. Pastikan multivitamin Anda mengandung vitamin dan mineral dasar, seperti vitamin C, A, E, D, K, B kompleks (thiamin, niacin, asam pantotenik), biotin, potasium, asam folat, iodium, selenium, mangan, dan zat besi.

Formula untuk kelompok tertentu. Pilih multivitamin yang sesuai kebutuhan dan usia Anda, baik sebagai wanita, ibu hamil, wanita menyusui, atau lansia. Tersedia multivitamin untuk wanita berusia 18-50 tahun dan wanita hamil yang memerlukan asam folat dan zat besi lebih. Multivitamin untuk pria umumnya mengandung vitamin dan mineral dalam dosis yang lebih tinggi, kecuali zat besi yang memang tidak banyak dibutuhkan pria. Sementara pada lansia di atas 50 tahun, tersedia multivitamin dengan B12 yang lebih mudah diserap tubuh pada usia ini.

Pilih multivitamin bentuk cair jika Anda kesulitan menelan pil atau kapsul. Multivitamin cair lebih cepat diserap tubuh, sedangkan kapsul lebih lambat diserap tapi lebih aman untuk pencernaan perut. Mengonsumsi pil bersama dengan makanan atau setelah makanan utama membantu penyerapan oleh tubuh.

Selalu cek tanggal kedaluarsa sebelum mengonsumsi multivitamin. Simpan dalam tempat yang kering dan sejuk, jangan di tempat yang lembap dan terkena paparan sinar matahari. Jauhkan dari jangkauan anak-anak untuk menghindari diminum sembarangan.

Namun yang tidak kalah penting, sebelum mengonsumsi multivitamin, penting untuk mengonsultasikannya kepada dokter, terutama jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan atau mengalami penyakit kronis, seperti kanker. Informasikan juga jika Anda sedang hamil, menyusui, atau mengalami alergi terhadap kandungan tertentu.

Hindari Konsumsi Berlebihan

Konsumsi multivitamin mungkin dapat memenuhi kekurangan nutrisi tertentu, tetapi tidak dapat menggantikan pentingnya gaya hidup ideal, termasuk pola makan sehat. Jika Anda mengonsumsi beragam makanan sehat dan menganut pola hidup sehat, maka sebenarnya tubuh tidak memerlukan suplemen multivitamin. Risiko penyakit kronis sebenarnya cukup dicegah dengan menghentikan kebiasaan buruk, seperti merokok dan membiasakan diri untuk berolahraga rutin.

Selama tahun-tahun terakhir, beberapa penelitian lain mengungkapkan tentang tidak adanya bukti yang menguatkan klaim bahwa multivitamin membawa manfaat bagi kesehatan. Selain itu, multivitamin yang dikonsumsi tiap hari tidak mengurangi risiko seseorang dari gangguan jantung dan demensia, serta tidak memperpanjang harapan hidup. Penelitian lain bahkan menemukan bahwa multivitamin dalam dosis tinggi justru dapat membahayakan kesehatan. Pada pengidap kanker atau yang pernah mengidap kanker, suplemen vitamin justru dapat memberikan nutrisi tambahan yang mempercepat pertumbuhan sel kanker. Meski demikian, peneliti lain beranggapan bahwa risiko kekurangan nutrisi lebih tinggi dibandingkan overdosis akibat konsumsi multivitamin.