Bagi yang Ingin Tahu soal Terapi Urine, Baca di Sini

Terapi urine sudah dikenal dan dipraktikkan sejak lama untuk tujuan  pengobatan dan kosmetik. Orang-orang percaya bahwa terapi ini memiliki manfaat sehingga dijadikan sebagai pengobatan alternatif.

Tindakan ini memiliki nama lain urotheraphy atau urinotherapy. Terapi dilakukan dengan cara meminum atau mengolesi kulit dengan urine miliki sendiri. Konon, urine yang dikonsumsi atau dioleskan berguna untuk mengencangkan kulit dan memperbaiki kesehatan gusi. Terapi ini juga dianggap baik untuk membersihkan gigi dan melawan infeksi.

bagi yang ingin tahu soal terapi urine baca di sini - alodokter

Beberapa Klaim Terkait Manfaat Terapi Urine

Meski kalangan medis menilai bahwa terapi urine belum terbukti memberikan manfaat bagi para pelakunya, namun tidak sedikit yang melakukan hal tersebut. Berikut beberapa contoh tujuan seseorang melakukan terapi urine.

  • Melawan kanker

Terapi urine untuk kanker sudah dikenal di Jerman sejak zaman Renaisans atau disebut pula zaman pencerahan. Urine yang digunakan untuk pengobatan kanker adalah yang berasal dari orang-orang yang rajin mengonsumsi kubis. Di Jepang, penggunaan terapi urine, selain untuk melawan kanker, juga dipercaya untuk pengobatan asma, diabetes, hipertensi, dan bahkan AIDS juga.

Pelaksanaan terapi urine didasarkan kepada fakta bahwa protein pemicu tumor tertentu biasanya terdeteksi dari urine mereka yang menderita kanker. Ada yang beranggapan bahwa mengaplikasikan urine dan meminumnya akan membuat tubuh memproduksi antigen untuk melawan protein pemicu kanker tersebut.

Mereka beranggapan jika tubuh mampu memproduksi antigen protein tumor tersebut, maka otomatis tubuh akan mampu memerangi sel-sel kanker. Hasilnya tentu saja kesembuhan bagi penderita kanker itu sendiri.

  • Merawat kulit

Terapi urine juga populer digunakan dalam perawatan kulit kaum hawa. Terapi ini ternyata sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu. Selain dioleskan ke kulit, beberapa pihak juga mempromosikan meminum urine secara langsung.

Karena urine dianggap mengandung komponen-komponen penting bagi yang berguna bagi tubuh. Salah satunya dianggap berguna untuk mengatasi jerawat vulgaris. Salah satu komponen yang dianggap penting adalah urea. Bahan ini mampu mengikat air di lapisan atas epidermis dan bisa berguna sebagai antimikroba. Urea juga dinilai mampu memperbaiki psoriasis, iktiosis, dan dermatofitosis.

Pandangan Dunia Medis Terhadap Terapi Urine

Untuk pemakaian bagi penderita kanker, belum ada bukti yang sahih dan terpercaya mengenai efektivitasnya. Tidak peduli bagaimana terapi urine dilakukan kepada penderita kanker, hasilnya tetap sama, yaitu belum ada bukti medis yang mendukungnya.

Sementara untuk perawatan kulit, banyak yang sudah mengaplikasikannya, namun dalam bentuk berbeda. Sebagaimana kita tahu bahwa komposisi terbesar dari urine adalah air dan urea. Urea adalah bahan yang sudah sering digunakan dalam krim dan pelembap untuk kulit. Salah satu kegunaan dari urea adalah diprediksi mampu membersihkan noda dan mencerahkan kulit.

Urea mampu membantu meningkatkan kelembapan kulit dengan cara melembutkan lapisan atas kulit. Cara yang ditempuh urea dalam melakukan hal ini dengan cara menyingkirkan sel-sel kulit mati yang kering atau kasar. Karena kemampuan tersebut, urea biasa disebut sebagai zat keratolitik.

Memakai komponen urea dibandingkan mengaplikasikan keseluruhan urine tentu saja berbeda. Meski banyak yang mempraktikkan dan mengklaim keberhasilan terapi urine, bukti medis masih sangat minim. Melakukan terapi urine tanpa pengawasan juga bisa berakibat buruk bagi pelakunya. Bahaya juga bisa muncul dari proses penyimpanan urine yang tidak benar atau produksi urea sintesis yang tidak sesuai prosedur. Jika digunakan dengan cara dioleskan, hal tersebut rentan menimbulkan infeksi baik di daerah yang dioles urine maupun dalam tubuh. Infeksi yang terjadi bisa juga membuat kulit mudah terluka.

Selain kedua hal di atas, pemakaian terapi urine yang sudah dipraktikan sejak lama adalah untuk menghilangkan racun sengatan ubur-ubur. Sayangnya, mengobati sengatan ubur-ubur dengan metode ini juga tanpa dukungan medis yang kredibel. Alih-alih menyembuhkan, penerapan terapi urine pada kasus ini kemungkinan malah dapat memperburuk keadaan.

Jadi, Anda masih tertarik melakukan terapi urine setelah tahu sederet fakta di atas?