Bayi Jarang Menangis Belum Tentu Akibat Masalah Kesehatan

Bayi Anda terlihat jarang menangis? Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, apalagi jika melihat bayi-bayi lain pada seusianya sering menangis. Tidak perlu cemas, kenali dahulu temperamen bayi Anda sebelum mencurigai adanya kelainan atau penyakit yang sedang dideritanya.

Tangisan adalah cara bayi untuk berkomunikasi kepada Anda. Alasan bayi menangis biasanya untuk memberi tahu bahwa dia merasa lapar, merasa kedinginan atau kepanasan, kelelahan atau sekadar ingin dipeluk saja. Di sinilah peran Anda sebagai orangtua dibutuhkan, karena Andalah yang mereka harapkan untuk dapat mengartikan tangisan mereka. Namun, memang ada juga sebagian bayi yang jarang menangis dan terkesan tidak rewel. Hal ini bisa karena setiap anak memiliki sifat dan temperamen yang unik dan berbeda.

Bayi Jarang Menangis Belum Tentu Akibat Masalah Kesehatan

Mencari tahu sifat dasar anak menjadi bagian yang paling menyenangkan dari kehadiran bayi baru di dalam kehidupan kita. Sifat dasar bayi sudah mulai terbentuk sejak minggu-minggu awal di kehidupannya. Amati dengan baik, mulai dari perilaku tidurnya hingga seberapa sering dia menangis. Makin teliti Anda memerhatikan tanda-tanda tersebut, Anda pun bisa mengetahui cara merespons sikap uniknya.

Mengenali Temperamen Bayi Jarang Menangis

Temperamen merupakan suatu bentuk reaksi bayi terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Kebanyakan bayi akan terkejut dan menangis di dalam banyak situasi yang baru dialaminya, namun sebagian bayi lainnya bisa bersikap lebih. Jadi wajar saja jika ada bayi yang lebih sulit ditangani dibandingkan yang lain karena kepribadian dan temperamen tiap bayi berbeda-beda. Tapi bagaimana pun temperamen bayi, Anda akan merasa lebih nyaman jika bisa mengikuti gaya bayi dibandingkan memaksakan bayi untuk mengikuti kehendak Anda.

Ada beberapa poin yang dapat Anda gunakan untuk mempelajari temperamen bayi, yaitu:

  • Tingkat aktivitas. Apakah bayi Anda pada umumnya gelisah dan aktif atau lebih cenderung tenang dan santai?
  • Keteraturan. Apakah bayi Anda makan dan tidur dalam waktu yang kurang lebih sama, ataukah berbeda-beda setiap harinya?
  • Adaptasi. Bagaimana respons bayi saat berada di situasi baru atau menemui orang-orang baru? Apakah dia lebih senang saat melihat sesuatu yang baru atau tidak? Jika bayi Anda marah, apakah dia cepat pulih kembali?
  • Ambang sensitivitas. Seberapa sensitif bayi Anda terhadap paparan cahaya terang, suara keras, atau baju baru yang bahannya berbeda dari biasa?
  • Mood. Apakah sehari-harinya bayi Anda tampak senang atau lebih sering murung dan mudah marah?
  • Intensitas. Seberapa kencang tangisan atau teriakan bayi Anda ketika dia sedang senang ataupun marah? Apakah bayi Anda tampak mudah bergaul dengan orang baru atau lebih pemalu.
  • Pengalihan perhatian. Apabila bayi Anda sedang lapar, misalnya, dapatkah Anda menghentikan tangisannya sementara dengan memberikan dot atau berbicara secara lembut padanya?
  • Ketekunan. Apakah bayi Anda cenderung bermain dengan sejenis mainan dalam waktu yang lama, ataukah dia lebih suka berganti-ganti mainan?
Poin-poin di atas dapat memberi petunjuk bagi Anda untuk lebih memahami temperamen dan sifat bayi yang mungkin selama ini membuat Anda frustasi. Misalnya saja, bila ambang sensitivitas bayi rendah, bayi akan rewel dan menangis saat lampu dinyalakan atau saat radio berbunyi. Bayi bisa jadi tidak suka digendong karena dia sensitif terhadap sentuhan. Temperamen jugalah yang membuat beberapa bayi tidak suka ditimang-timang saat tidur, karena hal ini dianggap mengganggu baginya.

Sebagian karakter khas ini terbangun sejak bayi lahir, namun bisa terlambat pada bayi prematur. Bayi prematur tidak mengekspresikan kebutuhan mereka, seperti rasa lapar, lelah, atau tidak nyaman sejelas bayi yang dilahirkan normal. Mereka sangat sensitif terhadap cahaya, suara, dan sentuhan selama beberapa bulan awal. Bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg menjadi kurang responsif jika dibandingkan bayi lain juga. Jika ini terjadi, sebaiknya orang tua menunggu hingga bayi lebih siap menerima perhatian. Pada akhirnya, reaksi awal ini akan mereda.

Jadi, orang tua tidak perlu terlalu cemas saat mendapati bayi jarang menangis, karena ini mungkin memang sudah menjadi sifat dasar bayi Anda. Namun, bila Anda mendapati perubahan temperamen bayi yang lain dari biasanya, Anda dapat memeriksakan bayi ke dokter guna memastikan apakah gejala bayi jarang menangis disebabkan oleh adanya kelainan atau hanya merupakan sifat unik dari bayi Anda.