Bayi Tengkurap Menggemaskan, Namun Bisa Fatal Saat Tertidur

Bayi tengkurap saat sedang bermain tentu membuat orang tua dan keluarga menjadi gemas dan girang. Gemas karena gayanya kian memukau dan girang karena tengkurap merupakan capaian baru Si Kecil. Namun ketika hal ini dilakukan saat mereka tertidur, maka risiko membahayakan akan mengintai.

Bayi tengkurap sendiri memiliki keuntungan yang bagus terutama saat mereka terjaga. Kemampuan ini akan membantu bayi memperkuat punggung dan bahu mereka. Selain itu, kemampuan tengkurap memberi kesempatan pada bayi untuk menggerakkan tangan dan kaki mereka dengan cara yang berbeda.

bayi tengkurap menggemaskan namun bisa fatal saat tertidur – alodokter

Kemampuan tengkurap juga penting untuk mengembangkan keterampilan motorik pada bayi. Kemampuan ini berguna bagi bayi untuk berguling dan kembali pada posisi semula, misalnya bayi yang sedang telentang akan berguling menuju posisi tengkurap dan sebaliknya. Seiring bertambahnya usia bayi dan tubuhnya makin besar, tengkurap akan menjadi kemampuan dasar untuk merangkak.

Posisi tengkurap juga akan memberi kesempatan kepada bayi untuk memperkuat leher. Hal ini penting untuk mengasah kemampuan dalam mengendalikan kepala secara menyeluruh. Berkat posisi ini pula, bayi memiliki kemampuan untuk melihat ke atas dan ke sekeliling dirinya. Kemampuan melihat sekeliling ini penting untuk mengembangkan kemampuan koordinasi dan mengikuti sesuatu dengan matanya..

Kemampuan melakukan tengkurap juga dianggap penting agar kepala bayi tidak datar di satu sisi. Hal ini biasanya terjadi ketika bayi hanya bisa tidur telentang. Posisi bayi tengkurap juga mengurangi tekanan pada bagian belakang Si Kecil. Karena tekanan berkurang, maka bentuk kepala bayi berpotensi jauh lebih bulat dibandingkan dengan bayi yang hanya tidur telentang.

Meski memberi banyak keuntungan, posisi bayi tengkurap juga dianggap berisiko terutama ketika hal ini dilakukan saat tertidur. Bayi yang tertidur sambil tengkurap memiliki risiko tinggi mengalami SIDS. SIDS merupakan kependekan dari Sudden Infant Death Syndrome atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Untuk itulah, kenapa lebih disarankan menidurkan bayi dengan posisi telentang. Posisi tidur telentang dianggap sebagai posisi yang paling tidak berisiko terhadap terjadinya SIDS.

Risiko Bayi Tengkurap Saat Tidur

Timbul pertanyaan kenapa bayi tengkurap saat tidur lebih berisiko mengalami sindrom kematian bayi mendadak? Sebuah penelitian mencoba mencari jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Penelitian ini mencoba menjelaskan bagaimana refleks kimia (kemorefleks) pada laring mungkin menjadi penyebabnya. Laring sendiri merupakan bagian dari saluran tenggorokan yang juga berfungsi membantu proses bernapas dan bicara pada manusia. Ketika mulut dan lambung menghasilkan cairan, maka hal ini akan merangsang reseptor di mukosa laring untuk menghasilkan refleks tidak bernapas sementara (apnea). Refleks inilah yang disebut dengan kemorefleks pada laring. Hal ini dilakukan untuk mencegah cairan tadi masuk ke dalam saluran pernapasan.

Rangsangan kemorefleks pada laring sendiri bisa dicegah ketika bayi memiliki kemampuan menelan dan berada dalam keadaan tidak tidur. Untuk itulah pada penelitian ini dilakukan pengujian untuk mengetahui refleks dan respons pernapasan pada bayi yang baru lahir. Reaksi bayi baru lahir kemudian diteliti ketika diberikan infus air melalui faring. Pemberian infus ini dilakukan pada posisi tidur telentang dan tengkurap.

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa jalan pernapasan mengalami gangguan ketika bayi tidur tengkurap. Bahkan, bayi terkena volume cairan dari faring hanya sebanyak 0,4 ml tiap menit. Hal ini terjadi karena frekuensi menelan berkurang secara drastis. Menurunnya refleks pada saluran napas pada saat tidur inilah yang diduga dapat meningkatkan risiko bayi mengalami SIDS.

Risiko sindrom kematian bayi mendadak sendiri umumnya terjadi pada kisaran usia 0-6 bulan. Bayi yang lahir prematur dan dengan berat badan rendah saat lahir juga lebih rentan terkena SIDS. Untuk mencegahnya, para orang tua disarankan menidurkan bayi tidak dalam posisi tengkurap, melainkan telentang.

Karena posisi tengkurap memiliki keuntungan dan kerugian bagi Si Kecil, maka orang tua harus senantiasa mengawasi tiap gerakan bayi. Yang pasti, tidak semua kegiatan bayi yang baik untuk perkembangan dan pertumbuhannya bisa dilakukan dengan telentang atau tengkurap saja.