Beberapa Penyebab Benjolan di Kepala

Timbulnya benjolan pada bagian tubuh kerap kali memicu kekhawatiran. Benjolan di kepala merupakan salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian. Apa saja kemungkinan penyebabnya?

Trauma kepala merupakan salah satu penyebab timbulnya benjolan di kepala, yang umumnya akan menghilang dalam satu atau dua hari. Tetapi ada benjolan di kepala yang muncul tanpa adanya trauma. Hal ini menyebabkan seseorang bertanya-tanya apa penyebab benjolan tersebut.

beberapa penyebab benjolan di kepala - alodokter

Berikut beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan benjolan di kepala, yaitu:

  • Cedera kepala

Kepala terbentur merupakan salah satu cedera yang sering dialami. Jika benturan menyebabkan benjolan yang tidak disertai gejala lain, umumnya akan menghilang setelah dua hari. Meski demikian, benturan yang menyebabkan benjolan di kepala selalu harus perlu diwaspadai mengenai kemungkinan mengenai otak, seperti gegar otak atau hematoma (perdarahan di dalam otak). Kenali gejala bila otak sudah terkena dampak cedera, antara lain pusing, mual, lebam atau tampak kebingungan.

  • Tumor tulang kepala

Tumor jenis ini terjadi akibat pembelahan sel tulang yang tidak terkendali sehingga membentuk massa, tampak sebagai benjolan di kepala. Tumor tulang umumnya tidak ganas dan tidak menyebar, namun yang perlu diwaspadai adalah dapat menyebabkan gangguan pada tengkorak kepala ataupun retak. Jenis tumor tulang tersering adalah osteokondroma, berasal dari sel tulang rawan, biasanya terjadi pada  usia 10-20 tahun.

  • Kanker pada kepala

Pada kepala, dapat terjadi benjolan yang ganas. Kanker di kepala dapat terbentuk dari sel-sel ganas yang membelah tidak terkendali. Sel-sel tersebut bisa berasal dari sel tulang , sel tulang rawan , sel darah putih tertentu, dan sel-sel lainnya yang berubah menjadi ganas. Gejala kanker di kepala bermacam-macam tergantung dari lokasi dan jenis sel ganas. Pada beberapa jenis kanker di kepala, benjolan tumbuh cepat dan terasa nyeri. Namun, jenis lainnya bisa tidak menimbulkan nyeri.

Berbeda dengan tumor tulang yang umumnya tidak ganas dan tidak menyebar, kanker di kepala dapat tumbuh dan merusak saraf-saraf di kepala.

  • Kista

Kista adalah kantung tertutup yang berada di bawah kulit. Kista yang dapat ditemukan di kulit kepala antara lain kista dermoid dan kista sebasea. Isi dari kista dermoid dapat berupa kumpulan rambut, kelenjar kulit, bahkan gigi. Sedang kista sebasea timbul dari kelenjar minyak kulit yang tersumbat.

  • Lipoma

Tampak seperti benjolan yang lembut, menyerupai tekstur karet. Lipoma adalah tumor yang terdiri atas dari kumpulan sel-sel lemak. Lipoma termasuk tumor yang tidak berbahaya dan berkembang dengan lambat. Terdapat kemungkinan terasa sakit jika lipoma menekan saraf. Tumor jenis ini dapat tumbuh di bagian tubuh manapun, secara tunggal ataupun terdiri dari beberapa benjolan, biasanya berukuran tidak lebih dari 5 cm.

  • Folikulitis

Peradangan pada folikel atau akar rambut yang dapat menyebabkan timbulnya benjolan-benjolan kecil di kulit kepala. Selain itu, dapat juga terjadi di sekitar wajah. Kemungkinan disebabkan oleh infeksi pada folikel rambut ataupun iritasi bahan kimia. Lebih cenderung dialami oleh para penderita diabetes, obesitas, ataupun yang mengalami gangguan sistem imunitas.

  • Kalsifikasi tulang

Tulang dan gigi menyerap kalsium paling banyak pada tubuh, kemungkinan sisanya akan masuk ke aliran darah dan keluar dari urine. Hanya saja, pada sebagian orang, kalsium dapat menumpuk dalam jaringan tubuh. Kalsium yang terakumulasi selama beberapa waktu dapat menyebabkan benjolan, termasuk di kepala. Kalsifikasi tulang dapat terjadi karena mekanisme normal di dalam tubuh namun juga dapat menjadi tanda penyakit yang serius.

Waspadai Gejala Lanjutan

Benjolan di kepala atau bagian tubuh lain, sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter untuk mencari tahu penyebabnya. Benjolan yang harus segera diperiksakan, antara lain jika tampak terus membesar, terasa sakit, keras ketika dipegang dan benjolan yang tumbuh kembali setelah sebelumnya diangkat.

Kemungkinan dokter Anda akan melakukan beberapa tindakan pemeriksaan tambahan, seperti penggunaan ultrasound, CT scan atau biopsi.