Beberapa Penyebab Hipopigmentasi dan Pengobatannya

Ditinjau oleh: dr. Allert Noya

Warna kulit lebih terang atau putih yang tidak normal di bagian tubuh tertentu atau seluruh tubuh, kemungkinan menandakan hipopigmentasi. Hipopigmentasi merupakan suatu kondisi di mana kulit tampak lebih terang atau putih karena kekurangan pigmen melanin yaitu zat alami pemberi warna kulit.

Sebagian besar kasus hipopigmentasi tidak tergolong serius dan dapat diberikan pengobatan. Hanya saja pada kulit yang gelap, hipopigmentasi dapat memicu rasa malu, terutama jika terjadi di bagian kulit yang terbuka.

Mengenali Penyebab Hipopigmentasi

Penyebab umum dari hipopigmentasi adalah adanya kerusakan pada jaringan kulit, seperti mengalami infeksi kulit, lecet, luka bakar, atau trauma lain pada kulit Anda. Sedangkan sebagian hipopigmentasi lainnya disebabkan oleh kelainan genetik dalam tubuh. Anda mungkin mengalami kehilangan pigmen di area kulit yang terkena.

Hilangnya pigmen yang menyebabkan timbulnya bercak putih ini dapat bersifat permanen atau sementara, ada yang tidak bisa diobati secara utuh dan ada yang membutuhkan waktu lebih lama untuk proses pigmentasi ulang. Terdapat juga beberapa kondisi lainnya yang memerlukan upaya pengobatan khusus.

Beberapa penyebab hipopigmentasi, yaitu:

  • Vitiligo
    Vitiligo adalah kelainan autoimun, di mana sel penghasil pigmen rusak. Vitiligo tampak berupa kelainan bercak putih halus pada kulit. Pada sebagian orang, bercak ini bisa muncul di seluruh tubuh.
  • Albinisme
    Albinisme adalah kelainan bawaan langka yang disebabkan oleh tidak adanya enzim yang menghasilkan melanin. Hal ini menyebabkan kurangnya pigmentasi pada kulit, rambut dan mata. Seorang albino (penderita albinisme) memiliki gen abnormal yang membatasi tubuh dalam memproduksi melanin. Kelainan ini paling sering terjadi pada orang kulit putih.
  • Pytiriasis Alba
    Meski diketahui bukan tergolong penyakit menular, namun hingga kini belum diketahui secara jelas apa penyebab pasti dari pytiriasis alba. Kondisi ini dapat berkaitan dengan riwayat eksim, peradangan kulit, dan alergi. Salah satu gejala khas yang dimilikinya adalah bercak berwarna pucat pada permukaan kulit di bagian tubuh tertentu, seperti wajah, leher, dada, punggung dan lengan atas.
  • Infeksi
    Keluhan hipopigmentasi dapat pula diakibatkan oleh proses infeksi. Diantaranya adalah pytiriasis versicolor atau sering dikenal dengan panu, dan lepra yang juga diketahui sebagai kusta. Panu disebabkan oleh infeksi jamur yang tumbuh pada permukaan kulit dan menimbulkan bercak hipopigmentasi. Sedangkan kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae, yang pada fase awal menimbulkan keluhan hipopigmentasi pada sebagian permukaan kulit.
  • Hipopigmentasi pasca inflamasi
    Kondisi ini terjadi berkaitan dengan proses peradangan yang dialami oleh kulit, baik akibat riwayat penyakit kulit maupun bekas luka terutama luka bakar, seperti terkena knalpot, tersiram air panas, atau iritasi paparan bahan kimia.

Mengobati Hipopigmentasi dengan Tepat

Dokter dapat mendiagnosis hipopigmentasi berdasarkan pada penampilan kelainan pada kulit, mulai dari bentuk, ukuran, lokasi, dan sifat lesi. Kemungkinan dokter juga akan menganjurkan untuk dilakukan uji kerokan kulit atau pemindaian laser, sebagai pemeriksaan penunjang yang dapat membantu mendiagnosa gangguan hipopigmentasi.

Penanganan hipopigmentasi pada dasarnya disesuaikan dengan penyebab utamanya. Dokter dapat memberi rekomendasi penanganan berupa penggunaan obat oles, chemical peeling atau terapi laser. Selain itu, dengan bantuan paparan sinar matahari, kemungkinan area yang minim pigmen akan kembali ke warna kulit yang normal.

Pengobatan untuk vitiligo disesuaikan degan tingkat keparahan dan penyebarannya. Beberapa jenis terapi yang biasa digunakan, di antaranya adalah terapi dengan psoralen yang dapat menyerap sinar ultraviolet, kortikosteroid, atau dengan pembedahan untuk mencangkok kulit.

Untuk kondisi hipopigmentasi yang dialami oleh penderita albinisme, hingga kini belum terdapat pengobatan untuk mengatasinya. Orang dengan albinisme harus menggunakan tabir surya setiap saat karena mereka lebih rentan mengalami kerusakan kulit dan kanker kulit akibat paparan sinar matahari.

Pemeriksaan oleh dokter kulit secara cermat, akan sangat membantu upaya penanganan perubahan warna kulit hipopigmentasi, sesuai dengan penyebab serta kondisi yang dialami saat ini. Disarankan agar tidak melakukan penanganan hipopigmentasi tanpa anjuran atau pengawasan dokter, untuk menghindari kondisi tidak semakin membusuk karena penanganan yang tidak sesuai.

 

Referensi