Benarkah Ibu Hamil Dilarang Berendam di Air Hangat?

Air panas dan kehamilan adalah kombinasi yang mutlak harus dihindari karena risiko yang ditimbulkannya akan membahayakan janin. Tapi jangan keliru, mandi air hangat masih dianggap aman untuk Bunda dan bayi.

Bunda bisa mendapatkan berbagai kebaikan berkat mandi air hangat, antara lain membantu meringankan pegal-pegal atau nyeri pada kaki dan lengan akibat bengkak. Mandi air hangat bisa memberikan sensasi menenangkan juga, cocok bagi Bunda yang sedang ingin bersantai.

Benarkah Ibu Hamil Dilarang Berendam di Air Hangat - Alodokter

Apa saja yang perlu diperhatikan ibu hamil untuk melepas penat di dalam bak air hangat dengan aman?

Suhu hangat suam-suam kuku adalah kondisi air yang ideal untuk berendam. Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, waspadailah bahwa berendam di dalam air panas selama 10 menit dapat meningkatkan suhu tubuh menjadi 38,9°C (pemicu hipertermia) yang dapat  meningkatkan risiko bayi cacat lahir atau keguguran. Selain itu, masih ada beberapa bahaya lainnya sebagai akibat dari berendam air panas lebih dari 10 menit antara lain:

  • Peningkatan risiko cacat tabung saraf pada bayi, yaitu kelainan serius pada otak atau sumsum tulang belakang. Hal ini dapat terjadi pada ibu hamil yang terpapar suhu tinggi di 4-6 minggu pertama kehamilan.
  • Ibu hamil mengalami pusing dan lemas.
  • Ibu hamil mengalami penurunan tekanan darah sehingga berakibat kepada defisiensi oksigen dan nutrisi kepada janin. Hal-hal tadi pada akhirnya berisiko meningkatkan risiko keguguran.
Itu sebabnya sauna, kolam air panas, mandi uap, dan berendam di dalam air panas sebaiknya dihindari selama masa kehamilan. Sementara itu, mandi air hangat masih diperbolehkan asalkan tidak terlalu lama.

Tetap Perhatikan Keamanan Pribadi saat Mandi Air Hangat

Mandi merupakan satu cara yang menyenangkan untuk mengurangi sakit otot, sekaligus relaksasi selama kehamilan. Agar aman, ikuti beberapa panduan berikut.
  • Pastikan suhu air tidak lebih dari 36,6°C. Periksa suhu air dengan termometer. Bila terlalu panas, diamkan beberapa menit atau tambahkan air dingin langsung secukupnya.
  • Hati-hati saat melangkah masuk dan keluar dari bak mandi, jangan sampai tergelincir. Kalau bisa, mintalah bantuan pasangan, ibu, atau saudara untuk membantu Bunda masuk dan keluar dari bak.
  • Pastikan lantai kamar mandi tidak licin, gunakan karpet karet atau plastik khusus dengan tekstur mencengkeram yang tidak bergesar dari lantai.
  • Kamu bisa menambahkan beberapa sendok garam epsom dan seperempat cangkir cuka apel ke dalam bak.
  • Bila kamu suka berendam di dalam air berbusa, batasi maksimal dua kali sebulan karena dapat memicu iritasi pada vagina.
  • Jangan berlama-lama di dalam bak, pastikan untuk berendam tidak lebih dari satu jam.
Sebagian calon ibu merasa khawatir bahwa air saat berendam bisa masuk ke rahim dan membahayakan janin. Bunda tenang saja karena hal semacam itu tidak akan terjadi karena bayi telah terlindungi di dalam kantong ketuban. Jadi, silakan menikmati waktu bersantai sejenak dengan berendam di dalam air hangat!