Bengkak di Belakang Telinga dan Gejala Lain yang Perlu Diwaspadai

Bengkak di belakang telinga mungkin saja timbul secara tiba-tiba atau tanpa disadari. Tidak perlu panik berlebihan terhadap kondisi tersebut.

Timbulnya benjolan (nodule) atau bengkak di belakang telinga umumnya tidak berbahaya, namun jika terbukti hal itu disebabkan oleh infeksi, maka diperlukan pengobatan lanjutan.

bengkak di belakang telinga dan gejala lain yang perlu diwaspadai - alodokter

Ada beberapa kemungkinan penyebab bengkak di belakang telinga. Sebagian bengkak di belakang telinga disebabkan oleh virus atau bakteri. Biasanya dapat dipicu oleh sakit tenggorokan. Selain di belakang telinga, bengkak juga bisa timbul di bagian telinga lain atau di sekitar wajah.

Ada pula kemungkinan penyebab bengkak karena abses yang timbul ketika tubuh terinfeksi. Umumnya, lokasi yang membengkak terasa nyeri dan hangat ketika disentuh. Nanah muncul akibat sel darah putih akan berusaha melawan kuman penyebab infeksi.

Bengkak di belakang telinga juga dapat disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening. Selain di belakang telinga, pembengkakan akibat kondisi ini juga dapat terjadi di bawah rahang atau di telinga bagian lainnya. Hal ini umumnya terjadi ketika pilek ataupun terjadi infeksi pada tubuh.

Selain infeksi tersebut di atas, infeksi telinga bagian tengah atau otitis media dapat memicu bengkak di belakang telinga. Infeksi ini bisa saja disebabkan virus atau bakteri, yang umumnya bisa diatasi dengan obat antibiotik.

Jika otitis media tidak diobati dengan tepat, kemungkinan dapat memicu komplikasi seperti mastoiditis, yaitu infeksi yang lebih serius di sekitar tulang belakang telinga. Hal ini disebabkan bakteri yang menyebar dari telinga bagian tengah ke tulang mastoid. Mastoiditis umumnya dapat ditandai dengan bengkak di belakang telinga yang diiringi dengan sakit kepala, demam, gelisah, lelah, keluar cairan dari telinga hingga gangguan pendengaran.

Perhatikan gejala yang Mengiringi

Bengkak di belakang telinga dapat diperiksa sendiri di rumah. Raba dengan tangan untuk mengetahui apakah bengkak di belakang telinga terasa keras atau lunak,  apakah terasa sakit saat disentuh atau tidak. Selain itu, waspadai juga gejala-gejala lain yang mengiringi bengkak di belakang telinga.

Segera konsultasikan ke dokter jika bengkak di belakang telinga diiringi demam, keringat berlebih di malam hari, penurunan berat badan, serta sakit tenggorokan sehingga mempersulit menelan atau pernapasan.

Gejala-gejala lain yang menyertai bengkak di belakang telinga yang harus diwaspadai misalnya sakit kepala, keluar cairan dari telinga, gangguan pendengaran, atau muncul gejala infeksi lainnya.

Konsultasi ke dokter juga diperlukan jika bengkak di belakang telinga menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri yang tidak tertahankan. Dokter kemudian akan memeriksa lokasi di sekitar telinga dan pemeriksaan fisik lainnya.

Umumnya dari pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan apa yang menjadi penyebab bengkak di belakang telinga. Kemudian menentukan tindakan pengobatan yangn tepat untuk mengatasinya, sekaligus mencegah efek jangka panjang yang mungkin terjadi.

Pastikan bengkak di belakang telinga dapat diketahui penyebabnya agar dapat ditangani dengan tepat. Konsultasikan dengan dokter untuk jenis pengobatan yang diperlukan dengan tepat.