Benjolan di Leher Sebelah Kanan, Ini Penyebabnya

Benjolan di leher di sebelah kanan umumnya disebabkan oleh terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening, yang juga bisa berarti banyak hal. Ketahui penyebab pembengkakan kelenjar getah bening dan gangguan kesehatan apa saja yang memicu munculnya benjolan di leher sebelah kanan.

Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem getah bening yang merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh Anda. Inilah sebabnya jika terdapat gangguan di dalam tubuh, maka kelenjar getah bening yang terdekat akan membesar, misalnya akibat infeksi bakteri, virus, jamur, atau jika terjadi inflamasi.

Lump on the right neck - alodokter

Pembengkakan kelenjar getah bening umumnya disebabkan oleh infeksi telinga, infeksi sinus, tonsillitis, infeksi rongga mulut, TB kelenjar, dan infeksi bakteri pada kulit kepala. Walau umumnya bersifat jinak dan tidak membahayakan, pembesaran kelenjar getah bening bisa jadi pertanda adanya infeksi atau gangguan kesehatan yang lebih serius, misalnya kanker yang menyebar melalui sistem getah bening seperti limfoma, kanker nasofaring, atau penyebaran sel kanker dari organ primer yang melewati aliran getah bening di leher. Tumor kelenjar ludah juga dapat menyebabkan benjolan di dekat leher.

Penyebab Munculnya Benjolan di Leher Sebelah Kanan

Selain kelenjar getah bening, banyaknya jaringan, otot dan organ yang ada di leher bisa menyebabkan benjolan muncul di area ini, antara lain pada kelenjar tiroid, paratiroid, saraf laring, dan pembuluh darah. Benjolan pun tidak hanya bisa muncul di leher bagian kanan namun juga bisa muncul di sebelah kiri atau di kedua sisi leher. Beberapa kondisi dan gangguan kesehatan yang umumnya mendasari munculnya benjolan di leher sebelah kanan, antara lain:

Infeksi. Berbagai infeksi dapat mencetuskan benjolan di leher namun yang paling sering adalah infeksi virus dan bakteri termasuk TB kelenjar, sifilis sekunder, Staphylococcus aureus, dan Beta hemolytic streptococcus. Infeksi yang berasal dari tenggorokan, rongga sinus, dan telinga juga dapat menimbulkan benjolan di leher. Infeksi virus seperti virus Epstein-Barr (EBV), campak, HIV, herpes simpleks, cacar air, gondongan, atau cytomegalovirus juga dapat menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening.

TB kelenjar disebabkan oleh Infeksi kuman TB di kulit atau paru-paru yang kadang menyebar ke kelenjar getah bening. Tanda-tanda infeksi TB kelenjar yaitu terdapat benjolan padat di leher, benjolan dapat teraba lunak di awal namun lama kelamaan menjadi semakin keras, berat badan menurun, sering merasa lelah, dan sering demam atau menggigil. TB kelenjar perlu dicurigai pada daerah di mana angka kejadian infeksi TB masih tinggi, riwayat pengobatan TB, atau pada orang yang sering terpapar dengan penderita TB.

Gondok, yaitu pembesaran abnormal pada kelenjar tiroid yang ada di leher. Pembesaran kelenjar tiroid dapat berada di tengah leher, kanan, ataupun kiri. Gondok disertai gejala seperti sering merasa berdebar, gelisah, tidak tahan dengan suhu dingin atau panas, gangguan suasana perasaan, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas adalah kondisi yang perlu diperiksakan ke dokter.

Tumor parafaring atau abses parafaring, gejala kondisi ini bisa tidak terdeteksi selama pemeriksaan fisik, namun tumor bisa tiba-tiba sudah berukuran sekitar 2 cm ketika benjolan di leher sebelah kanan atau bagian lain terasa. Tumor atau abses di ruang sekitar tenggorokan ini dapat menyebabkan nyeri, kesulitan makan, bicara, atau bernapas jika sudah membesar dan menghambat jalan napas. Jika terdapat gejala-gejala di atas maka Anda perlu segera ke dokter untuk mendapat penanganan segera.

Kanker tenggorokan (orofaringeal) yang meliputi tonsil, dasar lidah, area belakang rongga mulut dan dinding tenggorokan. Gejalanya bisa berupa nyeri tenggorokan menetap, nyeri atau kesulitan menelan, perubahan suara, nyeri di telinga, terasa mengganjal di tenggorokan atau leher, dan terdapat penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini perlu segera mendapat penanganan sebelum kanker menyebar ke organ lain seperti otak atau menimbulkan hambatan jalan napas yang dapat mengancam nyawa.

Limfoma, adalah kanker pada sistem limfatik atau sistem imunitas tubuh. Terdapat dua jenis limfoma yaitu limfoma Hodgkin, dan bentuk yang lebih sering ditemukan yaitu limfoma non-Hodgkin. Keganasan terjadi pada sel limfosit dalam darah. Untuk menentukan diagnosis pasti perlu dilakukan pemeriksaan biopsi pada benjolan. Gejalanya bisa berupa benjolan kelenjar getah bening di bagian tubuh manapun termasuk leher, penurunan berat badan, demam, dan sering berkeringat dingin di malam hari. Jika ditemukan tanda-tanda di atas segeralah ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Kista, yaitu benjolan berisi cairan yang dapat hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan atau penanganan tertentu. Kista pada leher biasanya teraba lunak dan tidak nyeri.

Peradangan atau adanya pertumbuhan jaringan parut. Kondisi ini sering muncul pada riwayat luka di kulit dan orang yang memiliki keluarga yang mudah terkena keloid.

Penyakit Autoimun. Misalnya pada rheumatoid arthritis, yaitu peradangan kronis pada sendi, atau lupus, yaitu peradangan kronis yang bisa menyerang area tubuh manapun. Lupus merupakan kondisi autoimun yang lebih sering diderita kaum hawa dengan tanda-tanda khasnya yaitu ruam di kulit, dan wajah yang simetris dan tampak seperti kupu-kupu (malar rash), nyeri sendi atau otot, gangguan organ dan demam. Keluhan benjolan kelenjar getah bening tidak selalu ditemukan pada penyakit ini, dan untuk mendiagnosisnya dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang seperti darah lengkap, antibodi ANA, fungsi ginjal dan hati atau pemeriksaan lain jika diperlukan.

Sindrom kelelahan kronis, yaitu gangguan yang menyebabkan penderitanya menjadi sangat lemah serta lelah, dan penanganan dilakukan hanya untuk meredakan gejala-gejalanya. Kondisi ini adalah kondisi yang belum diketahui dengan jelas penyebabnya namun diduga dipengaruhi oleh infeksi virus tertentu, gangguan kekebalan tubuh, dan kelainan hormonal.

Efek samping obat tertentu, seperti phenytoin.

Benjolan di leher dapat menjadi penanda berbagai kemungkinan penyakit, mulai dari penyakit yang tidak berbahaya hingga keganasan atau infeksi yang dapat mengancam nyawa jika tidak diobati. Untuk menentukan penyebab pastinya, dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik dan menelusuri riwayat penyakit dengan teliti. Pemeriksaan penunjang juga seringkali diperlukan untuk membantu menegakkan diagnosis. Pemeriksaan yang biasanya dilakukan yaitu pemeriksaan darah lengkap, foto Rontgen dada dan sinus, USG leher, dan CT-scan atau MRI serta biopsi pada benjolan.

Untuk dapat memahami penyebab yang mendasari munculnya benjolan di leher sebelah kanan, buatlah catatan lengkap mengenai gejala-gejala yang Anda rasakan sebelum berkonsultasi dengan dokter. Sertakan juga informasi mengenai sejarah kesehatan pribadi maupun keluarga agar dokter dapat melakukan pemeriksaan, menentukan diagnosis, dan langkah pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda. Pada benjolan yang disebabkan oleh kanker atau tumor tindakan bedah dan kemoterapi adalah pengobatan yang umum dilakukan.

Pengobatan pada benjolan disesuaikan dengan penyakit penyebab dan penyakit penyerta. Tanda-tanda benjolan yang perlu mendapat perhatian serius yaitu apabila benjolan di leher teraba nyeri, kemerahan, terdapat darah pada air liur, batuk darah, terdapat nanah, menghambat jalan napas sehingga menimbulkan keluhan sesak, sulit atau tidak bisa menelan, sulit berbicara, suara berubah, demam tinggi, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Jika terdapat gejala-gejala tersebut segeralah berkonsultasi dengan dokter.