Berat Badan Turun Drastis Justru Berbahaya

Berat badan naik memang jadi momok yang menakutkan bagi mereka yang sedang menjaga pola makan, tapi berat badan turun drastis justru berisiko dan lebih berbahaya.

Setiap orang pasti ingin memiliki bentuk badan yang ideal, sehat, dan sesuai dengan indeks massa tubuh. Bagi mereka yang memiliki masalah dengan obesitas, menjaga pola makan dan berolahraga sering kali dijadikan jalan keluar untuk menurunkan berat badan. Banyak yang yang berharap agar berat badan mereka bisa turun banyak dalam waktu yang singkat, misalnya 15 kg dalam satu bulan. Padahal berat badan turun drastis justru tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Berat Badan Turun Drastis Justru Berbahaya - alodokter

Akibat Berat Badan Turun Drastis

Agar berat badan turun drastis dan cepat, ada saja orang yang memilih cara tidak aman, misalnya dengan diet super ketat. Akibatnya, tubuh menjadi kelaparan dan tidak mendapatkan asupan beberapa nutrisi penting. Padahal, berat badan turun drastis bukan berarti lemak dalam tubuh juga hilang banyak. Lemak  justru sulit dibakar dalam waktu singkat. Alih-alih kalori, yang hilang dari tubuh kemungkinan adalah air atau bahkan jaringan. Sudah lapar dan kekurangan gizi, tapi lemak dalam tubuh malah masih menempel.

Berat badan turun drastis juga sering kali dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Apabila timbangan badan turun sebanyak lebih dari 0,9 kg atau 1,4 kg per minggu, hal tersebut dapat memicu gangguan seperti ketidakseimbangan elektrolit yang mampu mengancam jiwa. Penelitian bahkan mengungkapkan jika turun dengan drastis, berat badan justru bisa naik kembali dengan cepat. Istilahnya, turun cepat naik juga cepat.

Rambut rontok, menstruasi tidak teratur, sembelit atau susah buang air besar, pusing, kelelahan, mudah marah, sakit kepala, dehidrasi, malnutrisi, hingga batu empedu merupakan efek samping lainnya jika berat badan turun drastis dan cepat.

Turun Berat Badan yang Aman

Amannya, menurunkan berat badan hanya sekitar 0,5 kg dan 1 kg per minggu. Banyak ahli yang menyarankan untuk memangkas 500 sampai 1.000 kalori dari asupan harian Anda. Caranya adalah dengan menghitung kalori, mengurangi porsi makanan, perbanyak konsumsi sayuran dan buah, olahraga selama 150 menit (atau lebih) per minggu, hindari camilan serta makanan manis, dan kurangi asupan lemak hingga kurang dari 30 persen.

Tapi ingat, sebelum memulai diet, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna menentukan pola makan apa dan bagaimana yang cocok dengan Anda.

Konsultasikan juga dengan dokter apabila Anda tidak sedang diet, tapi berat badan turun drastis justru terjadi. Bisa-bisa, ada masalah kesehatan lain yang Anda alami seperti penyakit Coeliac, infeksi gastrointestinal, gangguan karsinoid, diabetes mellitus, leukemia, gagal jantung, gagal hati, sakit ginjal, TB, HIV, malnutrisi, stres, atau depresi.