Berbagai Fungsi Kelenjar Pineal dalam Tubuh

Gangguan tidur yang Anda alami, mungkin berhubungan dengan hormon melatonin yang dihasilkan oleh kelenjar pineal. Mari cari tahu mengenai kelenjar pineal dan fungsinya.

Kelenjar pineal atau disebut juga organ pineal adalah organ endokrin berukuran kecil yang terletak pada otak besar di bawah corpus callosum dan menghasilkan hormon melatonin. Hormon ini dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan dipercaya mempunyai peranan penting dalam mengatur pola tidur. Beberapa studi menunjukkan bahwa melatonin memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi. Saat kelenjar pineal tidak menghasilkan jumlah melatonin yang tepat, mungkin Anda akan mengalami gangguan tidur. Melatonin juga diduga berperan dalam beberapa penyakit seperti kanker, depresi, autisme, dan penyakit neurodegeneratif.

Selain mengatur pola tidur, melatonin yang dihasilkan kelenjar pineal juga memiliki berbagai fungsi lain dalam tubuh seperti:

  • Menjaga Kesehatan Kardiovaskular. Melatonin yang dihasilkan oleh kelenjar pineal dapat memberikan pengaruh yang baik pada kesehatan jantung dan tekanan darah. Sehingga dipercaya dapat mengobati penyakit kardiovaskular. Beberapa studi menunjukkan bahwa hormon ini berperan dalam melindungi sistem kardiovaskular dan juga dalam proses pemulihan dari beberapa penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung, hipertensi, gangguan aliran darah jantung, dan dislipidemia. Namun studi yang menunjukkan efek terapi melatonin pada penyakit-penyakit tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut.
  • Mencegah gangguan hormon dan siklus menstruasi pada wanita. Siklus menstruasi melibatkan interaksi antara aksis hipotalamus - hipofisis pada otak dan ovarium. Kadar melatonin abnormal yang dihasilkan oleh kelanjar pineal dapat memengaruhi aksis hipotalamus-hipofisis yang menyebabkan ganguan menstruasi. Paparan cahaya dan tingkat melatonin juga mungkin dapat berpengaruh pada siklus menstruasi wanita. Berkurangnya jumlah melatonin dapat mengakibatkan siklus mestruasi yang tidak teratur dan kemungkinan berpengaruh pada kesuburan.
  • Menstabilkan mood atau suasana hati. Ukuran kelenjar pineal yang lebih kecil dari normal dapat meningkatkan risiko skizofrenia dan gangguan mood. Mayoritas pasien skizofrenia dan penderita gangguan mood memiliki ritme tidur kurang baik, hal ini diduga dipengaruhi oleh ukuran kelenjar pineal yang abnormal terutama pada penderita skizofrenia. Studi ini masih perlu diteliti lebih lanjut.
  • Menurunkan risiko kanker. Gangguan pada kelenjar pineal dapat menurunkan fungsinya dan berisiko mencetuskan kanker. Paparan berlebih terhadap cahaya juga dapat menyebabkan penurunan fungsi kelenjar pineal dan mengakibatkan kerusakan sel serta meningkatkan risiko kanker usus. Tumor pineal adalah salah satu gangguan yang bisa muncul pada kelenjar pineal. Terdapat tiga jenis tumor pineal yang umum terjadi yaitu glioma, tumor sel germinal, dan tumor sel pineal. Tumor pineal sering menyumbat akuaduktus sylvii, yaitu saluran yang berperan penting untuk mengalirkan cairan serebrospinal di otak. Penyumbatan aliran cairan ini dapat menyebabkan sakit kepala, mual, muntah, gangguan memori dan pengelihatan, serta menyebabkan hidrosefalus.
Menimbang Manfaat Penggunaan Suplemen

Meningkatkan kadar melatonin dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan, seperti daging, biji-bijian, dan sayuran. Selain itu, cara lain untuk mengendalikan melatonin dalam tubuh adalah dengan mengonsumsi suplemen.

Beberapa manfaat yang didapatkan dari suplemen melatonin antara lain:

  • Mengobati masalah jet lag setelah bepergian jauh atau insomnia.
  • Membantu mengendalikan pola tidur bagi orang yang bekerja shift malam.
  • Mencegah atau mengurangi masalah tidur setelah proses operasi.
  • Mengurangi sakit kepala cluster.
  • Mengatasi gangguan mood terkait musim (seasonal affective disorder).
Namun, penggunaan suplemen dapat menyebabkan efek samping seperti mengantuk, bermimpi, meningkatnya tekanan darah dan suhu tubuh, gelisah dan kebingungan. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter saat menggunakan suplemen tersebut untuk mendapatkan dosis yang tepat.

Meski demikian, saat Anda mengalami gangguan tidur, belum tentu disebabkan oleh kelenjar pineal. Anda dapat mencoba memperbaiki kualitas tidur dengan tidur lebih cepat, berolahraga secara teratur, berhenti merokok, dan melakukan terapi. Konsultasi dengan dokter untuk tindakan lebih lanjut, termasuk penggunaan suplemen jika diperlukan.

Kelenjar pineal masih menyimpan segudang misteri dalam dunia medis. Hingga saat ini pengetahuan umum mengenai fungsi kelenjar pineal pada tubuh manusia masih belum diketahui secara mendalam selain peran utamanya dalam mengatur pola tidur dan efek baiknya pada kesehatan jantung.