Berbagai Penyakit Keturunan yang Perlu Anda Waspadai

Siapa sih yang mau sakit? Punya tubuh sehat dan tidak mengidap penyakit sudah pasti menjadi keinginan semua orang. Faktanya, terkadang penyakit tidak bisa dihindari. Apalagi jika penyakit tersebut merupakan penyakit turunan.

Gen merupakan struktur kecil dalam sel-sel tubuh yang menentukan penampilan kita dan memberitahu tubuh mengenai cara bekerja. Penyakit keturunan berasal dari mutasi atau perubahan berbahaya di dalam gen yang diwariskan dari salah satu atau justru kedua orang tua. Orang yang tampaknya sehat-sehat saja bisa berisiko terkena penyakit keturunan. Berikut beberapa contoh penyakit keturunan.

Berbagai Penyakit Keturunan yang Perlu Anda Waspadai - alodokter

Hemofilia

Hemofilia merupakan penyakit keturunan yang memengaruhi kemampuan darah untuk membeku. Biasanya, jika kita terluka, faktor-faktor pembeku dan sel-sel dalam darah akan bekerja sama membuat darah membeku dan menghentikan perdarahan yang terjadi. Namun pada penderita hemofilia, ia kekurangan satu faktor esensial pembekuan darah. Akibatnya dibutuhkan waktu yang lebih lama bagi darah untuk dapat membeku atau berhenti mengalir. Penyakit keturunan yang satu ini lebih banyak terjadi pada laki-laki.

Alzheimer

Penyakit Alzheimer merupakan gangguan otak serius yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari. Penyakit turunan ini biasanya dimulai setelah seseorang berusia 60 tahun dan muncul perlahan-lahan. Pertama-tama, Alzheimer akan memengaruhi bagian otak yang mengontrol pikiran, memori, dan bahasa. Penderita Alzheimer kemungkinan akan sulit mengingat berbagai hal yang baru saja terjadi atau nama-nama orang yang mereka kenal.

Kanker

Sel tubuh yang normal biasanya akan tumbuh, membelah, dan mati. Namun, ada juga sel yang tidak akan mati dan bahkan tumbuh dan membelah terus-menerus secara tidak terkendali. Sel abnormal dan tumbuh di luar kendali inilah yang nantinya akan menjadi kanker. Pada kaum pria, jenis kanker yang biasa ditemui adalah kanker paru-paru, prostat, usus besar, rektum, nasofaring, dan hati. Sedangkan pada wanita lebih sering terkena kanker payudara, usus besar, rektum, paru-paru, leher rahim, dan ovarium.

Diabetes

Menurut hasil penelitian, seseorang memiliki risiko tinggi mendapatkan diabetes tipe 1 bila saudara kandungnya mengidap penyakit tersebut. Dan bila bersaudara kembar, kemungkinan lebih besar mendapatkan diabetes tersebut sebelum umur 40 tahun. Seorang anak berisiko kecil mendapatkan diabetes ini bila ibu kandung mengidapnya, risiko meningkat bila ayah kandungnya yang menderita. Kemungkinan risiko akan lebih tinggi lagi jika kedua orang tua kandungnya mengidap diabetes tersebut. Penyakit ini banyak terjadi pada populasi orang Eropa, dan kurang umum pada orang-orang Asia Timur.

Penyakit jantung

Faktor genetik kemungkinan memainkan peran dalam munculnya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan kondisi terkait lainnya. Namun, ada juga kemungkinan bahwa orang dengan riwayat keluarga menderita penyakit jantung sama-sama memiliki faktor-faktor risiko lain yang meningkatkan risiko mereka terserang penyakit keturunan tersebut. Risiko penyakit jantung dapat meningkat lagi ketika faktor keturunan digabung dengan pilihan gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan makan yang tidak sehat.

Depresi

Memiliki anggota keluarga yang menderita depresi atau gangguan mood dapat meningkatkan risiko depresi. Menurut American Psychiatric Association (APA) jika salah satu kembar identik didiagnosis dengan depresi, kembar lainnya juga berisiko tinggi menderita depresi. Namun, depresi juga bisa menyerang orang yang tidak memiliki riwayat penyakit ini di dalam keluarganya. Ini diduga oleh para peneliti bahwa depresi timbul karena gabungan antara faktor gen dan masalah kehidupan.

Jika orang tua atau kakek-nenek Anda memiliki penyakit keturunan atau penyakit apa pun, tidak ada salahnya jika Anda turut memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah Anda berisiko terkena penyakit yang sama.