Berbagai Penyebab Susah Kentut dan Cara Mengatasinya

Gas di perut yang menumpuk dan tidak dikeluarkan dapat menyebabkan susah kentut. Beberapa kemungkinan penyebab susah kentut antara lain adalah konstipasi, diare, tukak lambung, perut kembung, radang usus buntu kronis, dan obstruksi usus.

Buang gas sebenarnya merupakan proses biologis yang normal terjadi setiap hari, yaitu sekitar sepuluh kali dalam sehari. Gas dari dalam tubuh diproduksi dari udara luar, yang dihirup sengaja atau tidak sengaja. Bakteri-bakteri di usus yang mencerna makanan juga ikut berperan dalam menghasilkan gas di dalam perut.

berbagai penyebab susah kentut dan cara mengatasinya - alodokter

Penyebab Susah Kentut

Berikut beberapa penyebab susah kentut yang dapat mengganggu :

  • Perut kembung
    Perut kembung dapat menyebabkan lambung mengembung hingga peregangan di perut. Kondisi perut kembung biasanya membuat gas terkumpul di dalam perut sehingga sulit dikeluarkan. Perut kembung umumnya terjadi ketika terlalu banyak makanan yang dikonsumsi. Begitu pula disebabkan terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan makan terlalu cepat.
  • Konstipasi
    Buruknya jenis dan kualitas makanan yang dikonsumsi bisa memicu konstipasi atau sembelit. Konstipasi merupakan kondisi sulit buang air besar secara teratur biasanya kurang dari tiga kali seminggu atau tidak bisa sama sekali.
  • Obstruksi usus
    Obstruksi (sumbatan) pada saluran pencernaan atau usus dapat disebabkan oleh tinja, benda-benda asing dari luar, atau kanker. Salah satu gejala obstruksi usus adalah susah kentut. Sejumlah gejala lainnya yaitu hilang nafsu makan, perut kembung parah, sakit perut, mual, muntah, diare, konstipasi, dan kram perut.
  • Radang usus buntu kronis
    Radang usus buntu kronis atau apendisitis juga dapat menyebabkan susah kentut. Hal ini disebabkan adanya sumbatan pada usus yang meradang dan membengkak karena infeksi.

Penanganan Susah Kentut

Cara mengatasi susah kentut yaitu dengan mengonsumsi jenis-jenis makanan yang memicu terbentuknya gas di dalam perut. Perbanyak konsumsi makanan berserat, seperti gandum utuh, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Namun, berhati-hatilah dalam menyiapkan porsi makanan berserat. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berserat menimbulkan efek samping berupa meningkatnya gas yang mengakibatkan perut kembung dan buang angin terus-menerus.
Untuk sedikit meningkatkan kadar gas di dalam perut, Anda dapat mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, misalnya produk gandum utuh seperti roti, sereal, dan pasta; sayur-sayuran dan buah-buahan seperti brokoli, asparagus, brokoli, kubis, apel, dan pir.
Konsultasi kepada dokter jika susah kentut berlarut-larut dan tidak kunjung membaik. Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya, memberi obat resep yang bisa mendorong makanan dengan mudah melalui saluran pencernaan dan membuat kadar gas dalam kondisi normal di perut, serta melakukan penanganan lebih lanjut apabila memang diperlukan.
Waspadai keluhan susah kentut yang disertai dengan gejala-gejala obstruksi usus atau infeksi, karena pada kondisi ini pemakaian obat di luar anjuran dokter dapat membuat penyakit semakin parah, bahkan berakibat fatal.