Bercak Mongol

Pengertian Bercak Mongol

Bercak Mongol, atau dalam istilah medis disebut sebagai congenital dermal melanocytosis, adalah bercak berwarna biru pada kulit yang muncul pada bayi saat dilahirkan. Bercak ini biasanya muncul pada bokong, punggung, tangan, atau kaki.  Warna bercak biru terbentuk dari kumpulan melanosit atau sel pewarna (pigmen) pada kulit.

Bercak Mongol lebih banyak  dialami oleh bayi yang berkulit gelap. Penyebab kemunculan tanda lahir ini belum dapat dipastikan, namun umumnya tidak berkaitan dengan kondisi kesehatan dan tidak membahayakan. Tanda lahir ini  biasanya akan hilang setelah anak berusia empat tahun.

bercak mongol

Gejala Bercak Mongol

Gejala yang menandai bercak Mongol adalah:

  • Muncul pada tekstur kulit normal.
  • Ukuran bercak antara 2 hingga 8 sentimeter.
  • Berwarna biru atau biru keabu-abuan.
  • Timbul pada bokong, punggung, bahu, kaki, tangan, atau bagian tubuh lain.
  • Bentuk bercak datar dan tidak beraturan.

Bercak Mongol umumnya muncul pada saat kelahiran. Selain itu, bercak ini juga dapat muncul pada masa neonatal atau sekitar minggu-minggu pertama pasca kelahiran.

Bercak biru pada kulit ini sering disalahartikan sebagai memar. Perbedaannya adalah memar akan hilang dalam hitungan hari, sedangkan bercak Mongol baru hilang setelah beberapa tahun.

Penyebab Bercak Mongol

Bercak Mongol terjadi saat melanosit, atau sel pewarna kulit penghasil protein melanin terperangkap dalam lapisan kulit (dermis) ketika embrio berkembang, sehingga sel tersebut tidak dapat mencapai lokasi yang seharusnya di lapisan kulit luar (epidermis).

Umumnya kemunculan bercak Mongol tidak terkait dengan suatu masalah kesehatan. Namun, jika bercak tersebut cukup luas atau timbul di banyak tempat, dapat menjadi pertanda adanya suatu kondisi kesehatan yang mendasari. Misalnya, gangguan metabolisme ganglionsidosis GM 1, penyakit tumor pada selaput pelindung otak dan tulang belakang, atau sindrom Syogren-Larsson.

Sebagian besar kasus bercak Mongol ditemukan pada anak-anak yang memiliki ras Mongoloid. Ras ini berada di Mikronesia, Amerika, Eskimo, Polinesia, serta Asia, termasuk Indonesia.

Diagnosis Bercak Mongol

Diagnosis dapat ditetapkan setelah melakukan pemeriksaan terhadap kulit, terutama pada bercak yang diduga sebagai bercak Mongol. Pemeriksaan ini umumnya tidak membutuhkan tes penunjang, kecuali jika area bercak sangat luas. Untuk bercak Mongol yang luas pada punggung atau tubuh bagian belakang, pemindaian dengan foto Rontgen dibutuhkan guna menyingkirkan kemungkinan adanya tumor pada selaput meningen tulang belakang atau kelainan lain.

Pengobatan Bercak Mongol

Bercak Mongol umumnya bukan merupakan tanda sebuah penyakit atau kelainan. Oleh karena itu, tidak diperlukan perawatan medis secara khusus. Pada sebagian besar kasusnya, bercak Mongol memudar dan hilang pada saat anak beranjak remaja. Jika keberadaan bercak tersebut sangat terlihat atau mengganggu, misalnya di wajah, maka dokter dapat menyarankan bedah laser.

Komplikasi yang dapat ditimbulkan bercak Mongol biasanya merupakan dampak psikologis. Kondisi ini terutama dialami jika bercak Mongol muncul di tempat yang terlihat jelas atau tidak kunjung hilang setelah masa kanak-anak. Kendati demikian,  bercak Mongol umumnya tidak akan menyebabkan masalah kesehatan dalam jangka panjang.