Bumil Ini Cara Mengatasi Jet Lag Akibat Perjalanan Jauh

Hamil bukan berarti tidak boleh melakukan perjalanan jauh menggunakan pesawat. Namun, kamu harus siap dengan kemungkinan mengalami jet lag.

Meski naik pesawat bagi ibu hamil dianggap aman, sebaiknya selalu konsultasi terlebih dahulu dengan dokter, terutama jika ada gangguan kesehatan atau masalah dalam kehamilan. Sebagian maskapai penerbangan mengeluarkan kebijakan sendiri untuk ibu hamil yang akan terbang. Bila usia kehamilanmu lebih dari 28 minggu, kemungkinan kamu akan diminta membawa surat keterangan dokter, untuk memastikan keamanan selama penerbangan.

Perjalanan Jarak Jauh

Jet lag umumnya terjadi pada orang yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat dengan melintasi beberapa zona waktu, yang menyebabkan ritme biologis tubuh tidak sesuai dengan waktu tujuan yang baru. Ritme biologis itu merupakan irama sirkadian yang membantu tubuh untuk mengetahui kapan harus tidur dan terjaga.

Jet lag bisa terjadi pada setiap orang, tidak terkecuali bumil. Gejala jet lag biasanya terjadi sekitar 1-2 hari setelah kamu melakuan perjalanan melintasi dua zona waktu. Beberapa gejala jet lag yang sering dikeluhkan, seperti :

  • Gangguan tidur seperti insomnia, atau rasa kantuk yang berlebihan.
  • Gangguan pada perut seperti konstipasi konstipasi atau diare.
  • Perasaan tidak enak badan.
  • Perubahan suasana hati atau mood.
  • Kelelahan di siang hari.
  • Sulit berkonsentrasi.
Cara Menghindari Efek Jet Lag

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan bumil untuk menghindari jet lag saat bepergian:

  • Mempersiapkan Diri untuk Zona Waktu Tujuan Jika memungkinkan, dalam beberapa hari sebelum melakukan perjalanan, kamu dapat mengatur jadwal sesuai dengan waktu tempat tujuanmu. Hal ini membantumu menyesuaikan diri untuk beradaptasi dengan lokasi yang baru. Memilih Penerbangan Malam Dengan memilih waktu penerbangan pada malam hari, yaitu waktu yang biasa kamu gunakan untuk tidur normalnya, maka kamu dapat menyesuaikan diri lebih cepat ketika tiba di tempat tujuan.
  • Mengatur Waktu Tidur Setelah sampai di tujuan, batasi tidur tidak lebih dari 2 jam untuk beristirahat setelah penerbangan. Kalau masih mengantuk, kamu boleh tidur siang paling tidak sekitar 20-30 menit saja.
  • Mendapatkan Paparan Sinar Matahari Jam internal tubuhmu salah satunya dipengaruhi oleh paparan sinar matahari. Dengan berjalan saat matahari bersinar, akan membantu tubuhmu kembali ke siklus tidur yang normal. Selain itu, kamu juga dapat menggunakan bantuan pencahayaan untuk mengatasi jet lag dengan cara menyalakan lampu meja.
  • Minum Air yang Cukup Udara di dalam pesawat umumnya sangat kering, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya dehidrasi. Dengan konsumsi air yang cukup, hidrasi tubuh dapat membantu mengatasi jet lag.
  • Mengonsumsi Kafein secara Terbatas Mengonsumsi sedikit kafein, seperti minum kopi atau minuman ringan dianggap membantu mengatasi rasa kantuk di siang hari. Namun kamu harus membatasi kafein. Sebaiknya hindari kafein setelah tengah hari karena akan membuat kamu sulit tidur nyenyak. Konsumsi kopi pada ibu hamil sebaiknya tidak lebih dari 1-2 cangkir dalam sehari.
Jet lag umumnya bersifat sementara dan biasanya tidak memerlukan perawatan, dan akan segera membaik dalam beberapa hari. Tetapi, jika kamu sering melakukan perjalanan dan mengalami jet lag, sebaiknya menghubungi dokter untuk mendapatkan saran mengenai cara memperoleh tidur yang normal kembali, sebab sebagian obat tidur tidak aman digunakan selama kamu hamil. Bila perlu, konsumsilah vitamin sebagai nutrisi tambahan sesuai dengan anjuran dokter.

Selain jet lag, bumil juga perlu mewaspadai risiko lainnya dari perjalanan jarak jauh atau lebih dari 5 jam, yaitu terjadinya masalah pada pembuluh darah seperti deep vein thrombosis (DVT). Jangan lupa untuk minum banyak air putih dan selalu bergerak setiap 30-60 menit, misalnya dengan melakukan peregangan untuk membantu aliran darah. Disarankan menggunakan kaos kaki khusus untuk varises yang dapat membantu mengurangi pembengkakan.