Bumil, Jangan Menahan Kencing! Bisa Meningkatkan Risiko Infeksi Saluran Kemih

Dengan berbagai alasan untuk tidak terlalu sering ke kamar mandi, banyak ibu hamil (bumil) yang memilih menahan kencing atau buang air kecil. Terkadang, sebagian bumil menahan kencing ketika tidur malam atau dalam perjalanan. Nyatanya menahan kencing saat hamil dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Secara umum, bumil memang memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena infeksi saluran kemih (ISK). Memiliki kebiasaan menahan kencing akan semakin meningkatkan risiko ISK pada bumil.

Apa Penyebab Infeksi Saluran Kemih ?

Ibu hamil memang mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil karena adanya perubahan hormonal yang membuat aliran darah ke ginjal lebih cepat dan volume darah juga mengalami peningkatan sekitar 50 persen dibandingkan sebelum hamil, sehingga meningkatkan pengisian kandung kemih, frekuensi berkemih, serta volume urine. Selain itu, perkembangan ukuran rahim yang semakin besar akan memberikan penekanan pada kandung kemih.

ISK pada bumil umumnya disebabkan oleh rahim yang makin membesar dan menekan kandung kemih. Sehingga saat bumil buang air kecil, seringkali sebagian urine masih tersisa dalam kandung kemih. Urine yang tersisa pada kandung kemih merupakan tempat perkembangan bakteri. Ketika bumil menahan kencing dan tidak mengosongkan kandung kemih dengan sempurna, akan membuat bakteri berada di sana lebih lama, dan semakin meningkatkan risiko terjadinya ISK.

Gejala-gejala yang Dapat Dikenali

Adapun gejala ISK yang biasa terlihat meliputi :

  • Rasa nyeri atau perih saat kencing.
  • Air kencing yang dikeluarkan berwarna keruh, berdarah, atau berbau menyengat.
  • Semakin sering merasa ingin kencing.
  • Demam.
  • Rasa sakit dan tidak nyaman pada panggul, perut bagian bawah, dan punggung bagian bawah.
  • Sakit saat berhubungan seksual.

Tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa infeksi berada pada kondisi yang lebih berat dan mungkin telah menyebar ke ginjal adalah suhu tubuh yang meningkat hingga 38 derajat Celsius atau lebih, nyeri di punggung bawah dan panggul, gemetar dan menggigil, mual dan muntah, serta panas dingin.

Tips Menghindari ISK dan Kencing Berlebihan Saat Hamil

Untuk mencegah ISK selama kehamilan, beberapa hal yang dapat Anda lakukan di antaranya adalah memperbanyak minum air putih dan membersihkan organ intim dengan arah basuhan dari depan ke belakang setelah buang air kecil. Hal tersebut adalah untuk menghindari penyebaran kuman dari anus ke saluran kencing.

Kemudian pilih pakaian dalam dari bahan katun dan tidak terlalu ketat. Lalu ganti pakaian dalam setiap hari. Yang tidak kalah penting adalah tidak menahan kencing dalam waktu yang lama.

Meski sering buang air kecil tidak terelakkan bagi kebanyakan wanita hamil, namun tips berikut ini dapat diterapkan untuk menghindari bertambahnya frekuensi dan volume urine:

  • Hindari minum kopi, teh, atau minuman karbonasi seperti soda karena jenis minuman ini bersifat diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine dan membuat ibu hamil sering buang air kecil.
  • Ketika buang air kecil, kosongkan kandung kemih dengan sempurna. Kamu dapat mencondongkan tubuh ke depan saat buang air kecil untuk membantu mengosongkan kandung kemih. Lakukan hal ini dengan hati-hati, ya!
  • Segera buang air kecil dan jangan menunda ketika merasa ingin buang air kecil. Terlalu sering menahan buang air kecil, lambat laun bisa melemahkan otot dasar panggul dalam jangka panjang.
  • Cara menghindari terbangun di malam hari untuk buang air kecil adalah dengan minum banyak air di siang hari, dan hindari minum banyak sebelum tidur. Tapi, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Tanda kamu sudah cukup minum adalah warna urine berwarna kuning muda atau jernih.

Jika bumil sudah melakukan tips di atas namun tetap merasa gejala ISK, segera konsultasi ke dokter. Penting untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan ISK yang tepat, agar terhindar dari gangguan kesehatan pada ibu dan bayi, seperti infeksi ginjal, bayi lahir prematur, dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Referensi