Bumil, Yuk Hitung Tendangan Janin untuk Mengecek Keadaannya

Bagi ibu hamil alias bumil, merasakan tendangan janin merupakan salah satu hal yang ditunggu-tunggu. Namun, kamu harus bersabar hingga kandungan berusia sekitar 18-25 minggu. Pada saat ini biasanya bumil mulai merasakan tendangan Si Kecil, walaupun sebenarnya dia sudah mulai bergerak sejak usia 7-8 minggu.

Awalnya, kamu mungkin salah mengira gerakan halus di perut sebagai rasa lapar atau gas di perut. Namun, seiring bertambah usia kehamilan dan semakin sering merasakan gerakan dalam perut, maka kamu akan dapat membedakan mana tendangan janin dan mana yang bukan.

Bumil Yuk Hitung Tendangan Janin Untuk Mengecek Keadaannya - Alodokter

Bermanfaat Mendeteksi Perubahan

Bila ini kehamilan pertamamu, tendangan Si Kecil bisa dirasakan ketika usia kandungan mendekati 25 minggu atau awal hamil 6 bulan. Sementara untuk kehamilan kedua dan seterusnya, tendangan bisa dirasakan sejak usia 18 minggu atau menginjak hamil 4 bulan.

Pada kehamilan trimester ketiga, dokter mungkin memintamu menghitung dan mencatat gerakan janin setiap hari. Walaupun biasanya kegiatan ini lebih  sering dianjurkan untuk dilakukan bumil dengan kehamilan risiko tinggi, namun semua bumil boleh melakukannya dan bisa mendapatkan manfaat. Kamu bisa mulai menghitung sejak usia kehamilan 28 minggu.

Menghitung dan mencatat gerakan Si Kecil akan membantu Bunda melihat adanya perubahan yang berarti. Hal ini juga sekaligus dapat membuat bunda semakin waspada mengenai potensi masalah pada janin. Kegiatan sederhana ini juga membantu dalam mencegah terjadinya bayi lahir mati atau stillbirth.

Selain itu, meluangkan waktu untuk menghitung tendangan janin juga mendorong Bunda untuk bisa beristirahat dengan nyaman dan menjalin ikatan dengan Si Kecil di dalam tubuh Bunda.

Cara Menghitung Tendangan Janin

Tendangan janin dalam kandungan digambarkan bermacam-macam. Ada yang merasakan seperti kepakan sayap kupu-kupu, ikan yang sedang berenang hingga meletusnya popcorn.

Kamu bisa mulai dengan menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merasakan 10 gerakan. Waktu yang dianggap normal untuk 10 gerakan tersebut yaitu satu jam atau kurang. Gerakan yang dihitung tidak hanya terbatas pada tendangan, tetapi pukulan, denyutan, maupun gerakan seluruh tubuh mungilnya.

Hitunglah gerakan janin pada waktu dia paling aktif, umumnya yaitu setelah ibu minum air yang sangat dingin, mengonsumsi makanan manis, atau setelah melakukan aktivitas fisik. Selain itu, perhatikan juga jam aktif bayi dalam kandungan. Biasanya ia akan lebih aktif di antara pukul 9 malam hingga 1 dini hari. Sebab pada jam tersebut, kadar gula Bunda mulai menurun.

Lakukan penghitungan dan pencatatan pada jam yang sama setiap hari. Untuk menghitungnya, Bunda bisa duduk dengan tenang atau berbaring miring sambil menyentuh lembut perut.

Bagaimana Bila Bayi Jarang Menendang?

Bila Bunda tidak merasakan adanya 10 gerakan dalam waktu satu jam, jangan langsung panik, ya! Bisa jadi, Si Kecil sedang tidur. Sepanjang tidak terjadi penurunan aktivitas gerakan janin dibandingkan biasanya, itu berarti Si Kecil baik-baik saja.

Yang perlu Bunda lakukan adalah makan atau minum dahulu, lalu hitung lagi selama satu jam. Bila masih belum terasa 10 gerakan dalam dua jam, segera hubungi dokter.

Melambatnya gerakan janin bisa menjadi pertanda adanya masalah. Dokter mungkin akan memeriksamu dengan serangkaian tes yang mencakup pengukuran cairan ketuban menggunakan ultrasonografi (USG) serta profil biofisik. Tujuannya untuk memastikan semuanya dalam keadaan baik.

Yuk, mulai menghitung tendangan janin dalam kandungan untuk memastikan kondisinya baik-baik saja. Jangan ragu untuk segera konsultasi dengan dokter, jika merasakan perubahan atau berkurangnya tendangan Si Kecil.