Bunda, Bayi Bisa Berkomunikasi Melalui Ekspresi Wajahnya Lho

Tahukah Bunda, bahwa bayi baru lahir sudah bisa berkomunikasi? Setiap ekspresi pada wajah bayi mempunyai arti dan makna untuk disampaikan.

Sebelum dapat mengucapkan kata-kata pertamanya, bayi mempunyai kemampuan untuk mengekspresikan berbagai hal termasuk keinginan dan kebutuhannya. Begitulah cara bayi berkomunikasi dengan ibunya dan orang lain di sekitarnya.

Bermanfaat Memperkuat Ikatan

Saat Bunda dapat membaca isyarat dari bayi melalui ekspresi serta menanggapinya, Si Kecil akan merasa senang. Hal ini juga dapat memperkuat bonding atau ikatan antara Bunda dan Si Kecil.

Namun, sebenarnya ini adalah proses pembelajaran dua arah yang bermanfaat bagi Bunda dan Si Kecil. Sebab, Si Kecil pun akan dapat belajar memahami reaksi Bunda.

Manfaat yang dapat diperoleh antara lain membantu bayi merasa lebih tenang, membangun kepercayaan bayi terhadap orang-orang yang merawatnya dan mengajarkan bayi tentang emosi. Sementara itu, manfaat bagi ibu, termasuk membantu menumbuhkan rasa percaya diri sebagai orangtua.

Memang tidaklah mudah membaca ekspresi yang diberikan Si Kecil karena diperlukan kesabaran dan kemauan Bunda untuk belajar memahaminya. Bunda harus sabar dan yakin bisa memahaminya.

Panduan Membaca Ekspresi Si Kecil

Bunda dapat membaca suasana hati yang dirasakan Si Kecil melalui ekspresi seperti ini:

  • Gembira Pada saat gembira, bayi akan tersenyum lebar hingga tampak pipinya terangkat, dengan bagian ujung mata mengerut. Selain itu, bayi juga mungkin melambai atau bertepuk tangan sambil mengoceh. Nikmati saat-saat ini bersama Si Kecil, Bunda. Hal ini dapat mendorong keceriaan sebagai modal membangun rasa percaya diri Si Kecil, karena ekspresi tersebut mendapatkan reaksi positif. Mungkin Bunda bisa mengajak Si Kecil bermain Ci Luk Ba, agar senyumnya lebih lebar.
  • Tertarik Bayi akan membuka kelopak matanya lebih besar dan menurunkan atau menaikkan alisnya, pada saat merasa tertarik terhadap sesuatu. Mungkin mulutnya akan terbuka sambil memekik dan bergerak menuju hal yang dia sukai. Saat bayi mulai tertarik pada suatu objek, artinya mereka ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, tentu saja dalam bahasa Si Kecil. Bunda dapat membantunya dengan menunjukkan benda tersebut sambil menjelaskan padanya, lewat gerakan dan kata-kata sederhana.
  • Tidak Nyaman Bayi menangis dengan mengeluarkan suara seperti menggeram akan dilakukan oleh bayi yang merasa kurang nyaman. Wajah mengerut sambil mengangkat kaki ke dadanya. Bunda dapat membantu Si Kecil dengan memijat perut bayi dengan lembut atau menggerakkan kakinya dengan gerakan seperti mengayuh sepeda untuk melepaskan gas pada perutnya dan membantunya merasa lebih nyaman. Bila disertai dengan perut yang kembung, teraba tegang dan tampak membuncit, maka jangan ragu untuk membawa Si Kecil ke dokter anak.
  • Kesulitan Tanda yang diperlihatkan oleh bayi ketika mengalami kesulitan adalah bibir bagian bawah akan diturunkan, kedua alisnya melengkung di tengah. Jika tidak menangis, mungkin dagunya akan bergetar. Ini menunjukkan bayimu mungkin mengalami stimulasi yang berlebih. Bunda dapat menenangkannya dengan membawa ke tempat yang sepi. Berikan ruang pada Si Kecil untuk istirahat atau bermain-main sendiri.
  • Bosan Bayi yang terlihat bosan akan mencari perhatian dengan berteriak, menangis, atau melemparkan mainan. Pada 12 minggu pertama, Si Kecil bisa menghabiskan waktu berjam-jam melihat wajah Bunda, tetapi selanjutnya Si Kecil akan mulai mencari banyak hal berbeda lainnya yang menarik perhatiannya. Bunda dapat mengajak Si Kecil untuk bereksplorasi dengan benda disekitarnya untuk mengatasi kebosanannya.
  • Marah Rasa marah akan diekspresikan oleh bayi melalui tangisan, wajah berwarna merah dengan mata yang menyipit. Bila yakin Si Kecil tidak dalam keadaan sakit atau merasakan nyeri, maka mungkin dia merasa lapar atau mengantuk. Cobalah memberikan apa yang dibutuhkannya, mungkin suasana yang nyaman untuk beristirahat atau menyusu, sambil menenangkan Si Kecil dengan suara lembut.
  • Takut Bayi pun bisa merasa takut. Biasanya akan ditunjukkan dengan mata yang terbuka lebar, wajah dan tangan gemetar, atau bahkan dengan menangis. Walaupun sulit menenangkan Si Kecil yang sedang merasa ketakutan karena Bunda tidak tahu hal apa yang membuatnya takut, namun Bunda bisa memeluknya sambil berbicara untuk menenangkannya. Si Kecil tidak akan mengerti kata-kata bunda, tetapi dia akan memahami dari nada suara Bunda yang penuh kasih sayang.
Si Kecil akan meniru ekspresi dari orang di sekitarnya, terutama dari Bunda, yang paling sering dilihatnya. Dia akan belajar mengetahui bagaimana ekspresi wajah saat ketakutan, gembira, dan sedih. Sebaiknya Bunda tidak memperlihatkan ekspresi yang tertekan karena akan dirasakan juga oleh Si Kecil. Jika Bunda sedang merasa tertekan, tarik napas dalam-dalam dan tersenyum, sambil memberikan sentuhan dan pelukan pada Si Kecil untuk menenangkannya.

Pastikan Bunda juga memerhatikan kondisi Si Kecil secara menyeluruh. Apabila terdapat tanda-tanda yang mencurigakan pada fisiknya seperti demam, kesulitan BAB, diare, gelisah terus menerus, tampak lemas/lemah, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi pada dokter.

Membaca ekspresi bayi ternyata banyak manfaatnya ya. Yuk Bunda, mulai perhatikan lebih cermat lagi wajah mungil dan ekspresi Si Kecil yang menggemaskan.