Bunda Harus Telaten Saat Si Kecil Mengalami Asma Kulit

Asma kulit merupakan kondisi yang umum terjadi pada bayi. Di dunia medis, kondisi ini dinamakan eksim atau dermatitis atopik. Asma kulit bisa menimbulkan rasa gatal yang bisa memicu Si Kecil untuk menggaruk kulitnya. Nah, garukan tersebut bisa memberi bekas luka pada kulit bayi yang tidak enak dipandang saat dia besar nanti.

Kebanyakan bayi mulai terjangkit asma kulit ketika berusia 2 bulan. Tanda-tanda Si Kecil mengalami asma kulit yaitu muncul bercak kemerahan yang mungkin terlihat seperti sisik, kulit kering atau lebih tebal dari kulitnya yang normal. Kebanyakan bercak ini dapat terlihat pada pipi dan kulit kepalanya, namun bisa juga menyebar ke beberapa bagian tubuh lainnya.

Bunda Harus Telaten Saat Si Kecil Mengalami Asma Kulit

Asma kulit dapat terjadi ketika tubuh Si Kecil tidak memproduksi cukup ceramide, sel lemak yang bisa memproteksi kulit. Kekurangan ceramide bisa membuat kulit dehidrasi dan menjadi sangat kering.

Jika kamu atau suami pernah menderita asma kulit, maka bayimu lebih berisiko untuk mengalami kondisi ini. Kelainan pada kulit, seperti adanya ketidaknormalan pada pelindung kulitnya, juga bisa menjadi penyebabnya. Kondisi tersebut bisa membuat kulit kehilangan kelembapannya, namun dapat memudahkan kuman masuk.

Asma kulit bukanlah penyakit menular. Jadi, kamu tidak perlu khawatir ketika bayimu bersentuhan dengan bayi yang sedang mengidap kondisi ini.

Ini Dia Perawatan yang Bisa Kamu Lakukan

Asma kulit sangat mudah untuk diatasi. Tapi, kamu harus benar-benar telaten merawat kulitnya. Salah satu kunci merawat kulit bayi yang menderita asma kulit yaitu mencegah agar Si Kecil tidak menggaruknya.

Ingat, kondisi ini bisa menimbulkan rasa gatal yang dapat memicu Si Kecil untuk menggaruknya. Infeksi, iritasi, dan bekas luka seperti kulit yang menghitam, dapat terjadi apabila Si Kecil menggaruk kulitnya.

Dengan melakukan perawatan yang dilakukan secara telaten, kamu bisa meredakan gejala-gejala yang diakibatkan oleh asma kulit, termasuk rasa gatal tersebut. Begini cara merawat kulit bayi yang menderita asma kulit tingkat ringan:

  • Mandi air hangat. Rasa gatal mungkin dapat berkurang jika kamu memandikannya dengan air hangat. Selain itu, kulitnya juga bisa lebih lembap dan terasa menyejukkan. Proses memandikan ini jangan lebih dari 10 menit, karena air hangat juga bisa mengikis minyak alami yang diproduksi kulit.
  • Jika tidak kotor, disarankan untuk menghindari pemakaian sabun pada kulitnya. Gunakan hanya pada area yang benar-benar kotor seperti tangan, kaki dan area sekitar kelamin. Jika ingin menggunakan sabun, pilih sabun yang lembut dan tidak mengandung wewangian. Hindari memakai sabun antibakteri, karena zat yang terkandung di dalamnya terlalu keras bagi kulitnya.
  • Keringkan tubuhnya dengan handuk yang berbahan lembut. Cukup tepuk-tepuk kulitnya, hindari menggosok tubuhnya dengan handuk.
  • Kamu bisa mengoleskan pelembap seperti krim bebas wewangian atau petroleum jelly. Disarankan untuk mengoleskan pelembap mengandung ceramide. Krim ini ada yang dijual bebas di pasaran dan ada pula yang membutuhkan resep dokter. Aplikasikan pelembap saat kulitnya masih lembap, tepatnya setelah mandi.
  • Mengoleskan krim steroid mengandung hydrocortisone yang dijual bebas di pasaran juga bisa membantu mengurangi peradangan kulitnya. Namun, gunakan sesuai aturan, yah.
  • Selagi mengidap asma kulit, hindari memakaikan Si Kecil dengan baju berbahan wol dan nilon. Kedua bahan ini bisa mengiritasi kulitnya. Pilih baju yang berbahan katun longgar untuknya. Hindari pemakaian baju yang bertumpuk.
  • Selalu tempatkan Si Kecil pada suasana ruangan yang sejuk, karena hawa panas dan keringat bisa memicu asma kulitnya bertambah parah.
  • Gunting kukunya sesering mungkin guna menghindari luka saat dia menggaruk kulitnya. Atau pakaikan sarung tangan khusus agar tidak terjadi luka ketika Si Kecil menggaruk kulitnya.

Sebelum melakukan tindakan apa pun kepada bayimu, pastikan kamu telah mendapat diagnosis dari dokter bahwa Si Kecil memang mengidap asma kulit.

Apabila setelah melakukan perawatan kondisinya belum membaik atau justru bertambah parah, kamu bisa membawanya ke dokter anak. Lakukan hal yang sama jika dia terkena kontak langsung dengan orang yang mengidap herpes genital.