Bunda, Kulit Bayi Juga Bisa Berjerawat

Jerawat pada bayi merupakan kondisi kulit yang umum dan penyebabnya belum dapat dipastikan. Sering kali, jerawat muncul saat bayi berusia 2-4 minggu, namun bisa juga terjadi pada saat bayi baru lahir. Kondisi ini bersifat sementara dan pada sebagian besar kasus bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun tidak ada salahnya melakukan beberapa langkah penanganan untuk mempercepat penyembuhan. Pada sebagian bayi, jerawat bisa menetap lebih lama hingga berbulan-bulan, sementara yang lain mungkin hilang dalam hitungan minggu.

Sebagaimana jerawat pada umumnya, jerawat bayi juga berbentuk bintil putih atau merah yang dapat dikelilingi oleh kulit kemerahan. Kemunculannya bisa di dahi, dagu, pipi, atau punggung. Warna kemerahan dari jerawat menjadi terlihat jelas ketika bayi sedang rewel, suhu tubuh naik, gumoh setelah menyusu, atau efek pakaian yang dicuci menggunakan deterjen berbahan keras.

Bunda Kulit Bayi Juga Bisa Berjerawat - Alodokter

Bunda, jangan gunakan produk antijerawat apa pun, losion, ataupun sabun cuci muka pada kulit bayi yang berjerawat. Ini karena kulit bayi sangat sensitif sehingga produk tersebut bisa menjadikan jerawat lebih parah atau menyebabkan iritasi tambahan. Sebagai langkah penanganan, Bunda dapat melakukan beberapa hal berikut.

  • Oleskan krim atau obat salep untuk membersihkan jerawat sesuai resep dokter

Pada sebagian kasus, dokter dapat merekomendasikan penggunaan krim hidrokortison satu persen atau larutan koloid yang mengandung ion perak. Krim hidrokortison diperuntukkan bagi kulit kering, gatal, dan kadang-kadang menyakitkan akibat jerawat bayi yang parah.

Sementara itu, larutan koloid umumnya dianggap lebih aman daripada krim hidrokortison karena efeknya yang dapat mematikan bakteri yang berkembang dan menenangkan kulit gatal. Kedua jenis krim ini hanya boleh diaplikasikan dalam jumlah kecil dan maksimal dua kali sehari selama dua hari.

  • Jaga kebersihan wajah bayimu

Cuci wajah bayi dengan air hangat saat sedang memandikannya, cukup sekali sehari. Ketika sedang mencuci wajahnya, gunakan kain lembut atau spons. Jika menggunakan sabun, pilihlah sabun khusus bayi yang ringan dan mengandung pelembap. Jangan sembarangan menggunakan sabun orang dewasa, apalagi sabun antijerawat, karena formulanya terlalu keras untuk kulit sensitif Si Kecil. Jika ragu, mintalah rekomendasi dari dokter anak. Hentikan penggunaan sabun bila kulit bayimu berubah menjadi kemerahan atau jika jerawat justru memburuk.

Setelah mencuci wajah, tepuk lembut kulit wajahnya dengan handuk bersih untuk mengeringkan. Begitu juga setelah bayi menyusu, saat dia berkeringat, atau saat kulitnya basah, keringkan kulitnya dengan handuk bersih secara perlahan-lahan.

  • Hindari penggunaan losion pada wajah

Jangan mengoleskan losion, terutama losion yang berminyak, pada kulit bayi yang berjerawat karena dapat membuat kondisi jerawat menjadi lebih buruk. Sebagian orang tua melaporkan bahwa penggunaan krim nonminyak tertentu pada jerawat bayi membantu mengatasi masalah kulit tersebut. Bila Bunda mencoba krim jenis ini, pantaulah perkembangan kondisi jerawat Si Kecil. Bila kondisinya justru memburuk, segera hentikan penggunaan krim.

  • Jangan memencet jerawat dalam kondisi apa pun

Memencet jerawat merupakan tindakan yang dapat membuat masalah lebih buruk.

Meskipun orang tua merasa prihatin terhadap kondisi jerawat bayi, namun sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutkan karena jerawat bayi biasanya tidak berbahaya. Bersabarlah karena yang paling dibutuhkan adalah waktu untuk pulih secara alami.